Tata Cara Ziarah Kubur yang Benar

Komentar

tata cara ziarah kubur via aktual .com

Ziarah kubur adalah salah satu aktivitas yang banyak di lakukan oleh kebanyakan umat. Tata Cara Ziarah kubur bukan sekedar mendoakan mayit, namun sebagai sarana meningkatkan keimanan dan mengingat kematian bagi peziarah. Bacaan Doa Dan Tata Cara Ziarah Kubur Menurut Islam Lengkap. 

Akan kita bahas saat ini bagaimana tata cara ziarah kubur yang benar, baik itu kuburan wali, orang sholeh bahkan ziarah kubur orang terdekat kita. sebab bisa jadi bagi kita yang tidak tahu tentang tata cara ziarah kubur yang benar, malah akan menjerumuskan kita kepada kesyirikan.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

"Dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, (kini) berziarahlah, agar ziarah kubur itu mengingatkanmu berbuat kebajikan." (HR Al-Ahmad, hadits shahih)

Kata-kata  ziarah  menurut arti bahasanya adalah menengok. Ziarah kubur  artinya menengok kubur. Ziarah ke makam orang tua artinya menengok kemakam orang tua, ziarah ke makam wali artinya menengok ke makam wali, ziarah ke makam pahlawan artinya menengok ke makam pahlawan.

Menurut syariat Agama Islam, ziarah kubur itu bukan hanya sekedar menengok kubur, bukan sekedar menengok kemakam orang tua, bukan sekedar menengok makam wali, bukan hanya sekedar menengok makam pahlawan, bukan pula untuk sekedar tahu dan mengerti dimana seseorang dikuburkan, atau bukan hanya sekedar mengetahui kondisi kuburan atau makam.

Akan tetapi kedatangan seseorang ke kuburan atau ke makam dengan maksud untuk berziarah adalah mendo’akan kepada yang dikubur atau yang dimakamkan dan mengirim do’a untuknya dengan pahala dari bacaan ayat-ayat Qur’an dan kalimat Thoyibah, seperti bacaan Tahlil, Tahmid, Tasbih, Sholawat dll.

Dan perlu diketahui ziarah kubur bukan untuk mintak kepada yang dikubur, melainkan justru kitalah yang mendo’akan dan mengirim pahala dari bacaan-bacaan thoyibah kepada mereka yang telah dikubur.

Dengan demikian, jelaslah bahwa ziarah kubur menurut Syariat Agama Islam adalah termasuk amal perbuatan yang baik.

Baca Juga : Banyak yang Hobi Melakukan 2 Dosa Kecil ini, Padahal Azab Kuburnya Sangat Pedih

Tata Cara Ziarah Kubur

Beberapa petunjuk / adab tata cara ziarah kubur menurut Agama Islam:

Harus berwudlu dahulu sebelum berziarah.

Setelah sampai di pintu gerbang makam, supaya memberi salam:

“Assalamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wa inna insyaa-Allaahu bikum laahiquun nas-alullahalanaa walakumul ‘aafiyata”. Atau dengan salam:

“Assalamu’alaikum daara qaumin mu’minin fa-innaa insyaa-Allaahu bikum laahiquun”.
Kesejahteraan semoga bagimu wahai ahli kubur dari orang-orang Mu’min, InsyaAllah kami akan bertemu dengan kamu.

Sesampainya di depan makam yang dituju (misalnya kemakam orang tua) kemudian menghadap kearah muka mayat (menghadap kerah timur) sambil mengucap salam khusus ke mayat tersebut, yaitu:

Assalamu’alaikum ya ………….. (Sebutkan nama yang diziarahi).

Bacalah ayat-ayat/surat-surat dari Al-Qur’an, seperti membaca  Surat Al-Fatihah, Surat Al-Qadar, Surat Al-Ikhlash, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas, Ayat Kursi,  surat Yasin, dll atau membaca Membaca
  • Tasbih: Subhaanalaah (33x) “Maha Suci Allah”
  • Tahmid: Alhamdulillaah (33x) “Maha terpuji Allah”
  • Takbir: Allaahu Akbar (33x) “Allah Maha Besar”
  • Dan Tahlil: La ilaaha illallaahu wahdaahu laa syariikalah, lahul Mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syain Qadiir (1x). "Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiri-Nya; tiada sekutu bagi-Nya.Milik-Nya lah kerajaan dan  pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
  • Membaca doa berikut ini (3 kali): Allahumma inni as-aluka bihaqqi Muhammadin wa Ali Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal may- Yit.  "Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini."

Rasulullah saw bersabda:

“Tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut (3 kali) di kuburan seorang mayit, kecuali Allah menjauhkan darinya azab hari kiamat.”

Allahumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ’id ilayka arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa Askin ilayhim mir rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum, wa tûnisu bihi wahsyatahum, innaka’ alâ kulli syay-in Qadîr.

"Ya Allah, luaskan  kuburan  mereka, menghargai arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menghubungkan kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Dalam melakukan ziarah itu, hendaknya dilakukan dengan penuh rasa hormat dan layanan serta khusyu ‘(tenang).

Hendaknya dalam hati ada ingatan bahwa aku pasti akan mengalami seperti dia (mati).

Setelah berziarah hendaknya memperbanyak amal-amal kebaikan dan menambah bakti ta’atnya kepada Allah SWT.

Hendaknya jangan menduduki nisan kubur dan melintasi diatasnya, karena hal itu termasuk perbuatan Idza ‘(menyakitkan) terhadap mayit dan yang punya kubur, keluarganya.

Peringatan!

Berdo’a yang dimaksud diatas, bukanlah minta kepada kuburan, tetapi mohon kepada Allah SWT. agar yang di Ziarahi dan penghuni seluruh kuburan tersebut selamat dan senang di “sana”, juga berdo’a mohon kepada Allah SWT agar dirinya sendiri kelak dimasukkan ke Sorga.

Hikmah Ziarah kubur

Praktek ziarah kubur ini memiliki tujuan dan hikmatnya tersendiri, diantaranya:
Sehingga dicintai oleh Allah Subhanahu Wataala dengan alasan mengikuti Sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Berziarah ini juga akan menerbitkan perasaan insaf dan taubat di dalam hati tentang menghadapi hari kematian, alam kubur dan alam akhirat, yaitu dengan muhasabah diri, apakah praktek kita sudah cukup untuk dijadikan bekal di dalam alam barzakh dan alam akhirat.

Selain itu, berziarah kubur juga jika dipahami dan dihayati tujuannya, akan mengingatkan kepada kita asal usul kejadian kita yang berasal dari tanah dan ke tanah juga kita akan dikembalikan.

Dengan penghayatan tersebut, insya-Allah akan menggamit rasa hati dan kesedihan serta dapat melunakkan kekerasan hati, yang akan melahirkan kesadaran untuk melakukan segala suruhan Allah Subhanahu Wataala dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ziarah kubur juga bertujuan berlaku ihsan terhadap penghuni kubur, lebih-lebih lagi kepada roh kedua ibu dan bapak kita dan menggembirakan mereka dengan memberi salam, memohon doa agar dilimpahi dengan rahmat, pengampunan dan keafiatan dari Allah SWT.

Perlu diketahui bahwa permohonan doa anak yang saleh itu, yang selalu mendoakan kedua orang tua mereka yang telah meninggal dunia akan diterima oleh Allah Subhanahu Wataala serta ditulis oleh Allah Subhanahu Wataala sebagai anak yang taat kepada orang tuanya.

Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim maksudnya: “Dari Abi Hurairah radiallahuanhu, bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Apabila seseorang manusia itu mati, akan terputuslah darinya segala amalannya kecuali tiga hal: Sedekah yang berkelanjutan manfaatnya, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak yang shaleh yang mendoakan baginya.”

Demikianlah tata cara ziarah kubur yang diajarkan Rasulullah SAW kepada kita, selain dari pada itu maka tentu bukan dari ajaran yang dibawa oleh baginda Muhammad SAW.
Top