Hanya Bisa Diterima Akal Orang Beriman, Ini Arti Mendalam Syahadat,

Komentar

syahadat via cahayaislam.id

Syahadat adalan rukun iman yang paling utama. Jika seseorang akan memeluk islam maka ia harus bersyahadat. Namun, mengapa demikian? Yuk simak!

Syahadat merupakan yang pertama dari kelima rukun islam yang dibaca setiap hari oleh orang muslim. Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu syahida (شهد) yang artinya "ia telah menyaksikan".

Dua kalimat syahadat -asyhadu an la ilaha illa-Llah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah -memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Seorang yang bersyahadat pada dasarnya dia sedang bersaksi.

Mengucap dua kalimat syahadat memiliki konsekuensi bahwa seseorang menjadi Muslim dan harus patuh terhadap hukum-hukum Islam.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah
artinya:
"Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Baca Juga : Allahumma Yassir Walaa Tu’assir Doa Pendek Tapi Maknanya Sangat Mendalam

Syahadat Dalam Pengertianya :

Pengakuan Akan ketauhidan.

Artinya, seorang muslim hanya mempercayai Allah sebagai satu-satunya Allah dan tiada tuhan yang lain selain Allah. Allah adalah Tuhan dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan seseorang.

Jadi dengan mengikrarkan kalimat pertama, seorang muslim memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allah sebagai tujuan, motivasi, dan jalan hidup

Pengakuan Akan kerasulan.

Dengan mengikrarkan kalimat ini seorang muslim memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allah seperti yang disampaikan melalui Muhammad saw,
seperti misalnya meyakini hadist-hadis Muhammad saw.

Kandungan Syahadat

Ikrar

Ikrar yaitu suatu pernyataan seorang muslim mengenai apa yang diyakininya.Ketika seseorang mengucapkan kalimat syahadah, maka ia memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang ia ikrarkan itu.

Sumpah

Syahadat juga bermakna sumpah. Seseorang yang bersumpah, berarti dia bersedia menerima akibat dan risiko apapun dalam mengamalkan sumpahnya tersebut. Artinya, Seorang muslim itu berarti siap dan bertanggung jawab dalam tegaknya Islam dan penegakan ajaran Islam.

Janji

Syahadat juga bermakna janji. Artinya, setiap muslim adalah orang-orang yang berjanji setia untuk mendengar dan taat dalam segala keadaan terhadap semua perintah Allah SWT, yang terkandung dalam Al Qur'an maupun Sunnah Rasul.

Syarat Syahadat

Syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya maka yang disyaratkannya itu tidak sempurna. Jadi jika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa memenuhi syarat-syaratnya, bisa dikatakan syahadat itu tidak sah.

Syarat syahadat ada tujuh , yaitu:

1. Pengetahuan

Seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadat nya. Dia wajib memahami isi dari dua kalimat yang dia nyatakan itu, serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya.

2. Keyakinan

Seseorang yang bersyahadat mesti mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut.

3. Keikhlasan

Ikhlas berarti bersihnya hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat. Ucapan syahadat yang bercampur dengan riya atau kecenderungan tertentu tidak akan diterima oleh Allah SWT.

4. Kejujuran

Kejujuran adalah kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Pernyataan syahadat harus dinyatakan dengan lisan, diyakini dalam hati, lalu diaktualisasikan dalam amal perbuatan.

5. Kecintaan

Kecintaan berarti mencintai Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman. Cinta juga harus disertai dengan amarah yaitu kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat, atau dengan kata lain, semua ilmu dan amal yang menyalahi sunnah Rasulullah SAW.

6. Penerimaan

Penerimaan berarti penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Dan hal ini harus membuahkan ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT, dengan jalan meyakini bahwa tak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syariat Islam. Artinya, bagi seorang muslim tidak ada pilihan lain kecuali Al Qur'an dan Sunnah Rasul.

7. Ketundukan

Ketundukan yaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahiriyah. Artinya, seorang muslim yang bersyahadat harus mengamalkan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Perbedaan antara penerimaan dengan ketundukan yaitu bahwa penerimaan dilakukan dengan hati, sedangkan ketundukan dilakukan dengan fisik.Oleh karena itu, setiap orang yang bersyahadat tidak harus disaksikan amirnya dan selalu siap melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupannya.

Mengapa Muslim Harus Bersyahadat?

Ibarat bangunan rumah, syahadat itu bagaikan fondasinya. Ketika melihat rumah bagus dan besar, orang kurang peduli pada fondasi, justru yang diperhatikan adalah bangunan rumah serta berbagai ornamen yang ada. Atau mungkin mobil-mobil mewah yang parkir di halamannya.

Ibarat fondasi bangunan, syahadat yang merupakan rukun Islam pertama memang tidak kelihatan, namun fungsinya sangat vital, sebagai penyangga seluruh bangunan di atasnya.

Dalam ajaran Islam, sebagian besar ajaran dan pelaksanaan agama memang bersifat sangat pribadi. Secara seremonial, yang bisa dilihat oleh orang lain adalah shalat jum’at dan ibadah haji. 

Itupun ketika menyangkut niat dan tingkat kekhusyukannya, orang lain tidak tahu. Jadi betul-betul bersifat pribadi, yang tahu hanya yang bersangkutan dan Allah. 

Kita tidak tahu secara pasti, adakah seseorang benar-benar melakukan shalat, puasa, zakat dan haji. Dengan demikian, kemerdekaan atau kebebasan beragama sudah built-in dalam ajaran Islam.

Tanpa adanya kebebasan maka konsep reward and punishment (pahala dan siksa) sulit diterapkan.

Seseorang dikatakan berbuat baik ketika ada pilihan dan peluang untuk berbuat jahat, dan sebaliknya. Dengan demikian, apakah seseorang mau beriman dan beramal saleh, itu sebanding dengan kesempatan untuk memilih menjadi kufur dan berbuat munkar.

Secara harfiah, syahadat dalam Islam berbunyi: Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Kalimat yang tampak sederhana ini jika dikaji konteks kemunculannya sungguh merupakan peristiwa sosial-psikologis yang amat dahsyat. 

Masyarakat Arab waktu menjadi goncang dan terbelah gara-gara deklarasi syahadat ini. Bahkan Muhammad yang kala itu dikenal sebagai orang yang paling dipercaya dan dicintai semua masyarakat, begitu mandakwahkan kalimat ini tiba-tiba jiwanya terancam, dikejar-kejar hendak dibunuh yang akhirnya harus pindah ke Madinah.

Bersyahadat berarti melakukan perjanjian dan kontrak hidup dengan Allah, menyadari sepenuhnya bahwa kita diciptakan oleh Allah, dimatikan oleh Allah, dan hidup ini hanya untuk Allah, mengikuti ajaran-ajaran Allah. 

Deklarasi ini sekaligus memutuskan semua bentuk penghambaan selain pada Allah. Dengan demikian syahadat juga berarti sebuah liberasi dan emansipasi atau pembebasan diri dari semua bentuk ketergantungan kecuali pada Allah.

Perintah bersyahadat dan mohon petunjuk ke jalan lurus setiap hari bukannya kita ragu akan kebenaran agama serta iman kita, melainkan sebuah metode pembelajaran diri agar kita selalu rendah hati dan membuka diri terhadap kritik, dan kritik yang paling penting datang dari diri sendiri. 

Kalau seseorang membiasakan melakukan kritik diri dengan tulus dan serius, maka ketika ada kritik dari orang lain, ia tidak akan marah, malah berterima kasih.
Top