Jumlah Rakaat dan Macam-macam Shalat Sunnah Rawatib dalam Sehari

Komentar

shalat sunnah rawatib via muslim.or.id

Shalat Sunnah Rawatib adalah ibadah sunnah dalam shalat yang paling diutamakan. Nabi SAW selalu senantiasa mengerjakan dan tidak pernah meninggalkannya ketika dalam keadaan mukim.

Shalat sunnah rawatib merupakan ibadah tambahan (at-tathowwu’) untuk shalat fardhu. Dan at-tatowwu’ sendiri merupakan hikmah serta rahmat Allah yang disayriatkan untuk hambanya.

Menurut Hadis Riwayat Muslim Nomor 728, Sabda rasulullah SAW mengenai shalat sunah rawatib ini sebagai berikut : dari Ummu Babibah isteri nabi Muhammad shallallahu alaihi wasalah, beliau berkata : Aku mendegar Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda : “Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena ALlah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di Surga”

Karena begitu banyak keutamaan shalat sunnah rawatib ini, maka sebisa mungkin untuk istiqomah dalam mengerjakannya. Sebab pengerjaan dari shalat sunnah rawatib ini juga berulang-ulang seperti halnya shalat fardhu.

Sedangkan waktu shalat sunnah rawatib sendiri adalah sebelum (qobliyah) dan sesudah (ba'diyah) mengerjakan shalat fardhu.

Jumlah Rakaat dan Macam Shalat Rawatib dalam Sehari

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

حَفِظْتُ مِنَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ

"Aku menghafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh rakaat (sunnah rawatib), yaitu dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh.” (HR. Bukhari, no. 1180)

ilustrasi shalat sunnah rawatib via attaubah-institute.com

Shalat sunnah rawatib ada beberapa macam, di bawah ini akan disebutkan macam shalat sunnah rawatib lengkap dengan bacaan niatnya. :

1. Shalat sunah dua rakaat sebelum shalat shalat subuh (qobliyah)

Niat shalat qobliyah subuh : Ushalli sunnatash subhi rak’ataini qabliyyatan lillahi Ta’aalaa
Artinya : Aku shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah

2. Shalat sunah dua rakaah sebelum shalat shalat dhuhur (qobliyah)

Niat shalat qobliyah dhuhur : ushalli sunnata dzhuri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa
Artinya : Aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakataa karena Allah.

3. Shalat sunah dua atau empat rakaat setelah shalat dhuhur (ba’diyah)

Niat shalat dhuhur ba’diyah untuk dua rakaat : ushalli sunnata dzuhri rak’ataini ba’diyyatal lillaahi ta’aala
Artinya : Aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur dua rakaat karena Allah

Niat shalat dhuhur ba’diyah untuk empat rakaat : ushalli sunnata dzuhri arba’a roka’atin ba’diyyatal lillaahi ta’aala
Artinya : Aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur empat rakaat karena Allah

4. Shalat sunah dua atau empat rakaat sebelum shalat ashar (qobliyah)

Niat shalat ashar qobliyah untuk dua rakaat : ushalli sunnatal ‘ashri rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’aalaa
Artinya: Aku niat shalat sunnah sebelum ashar dua rakaat karena Allah

Niat shalat ashar qobliyah untuk yang empat rakaat : ushalli sunnatal ‘ashri arba’a roka’atin qabliyyatan lillaahi ta’aala
Artinya : Aku niat shalat sunnah sebelum ashar empat rakaat karena Allah

5. Shalat sunah dua rakaat setelah shalat magrib (ba’diyah)

Niat shalat magrib ba’diyah : Ushalli sunnatal maghribi rak’ataini ba’diyyatal lillahi ta’aalaa
Artinya : Aku niat shalat sunnah sesudah magrib dua raka’at karena Allah

6. Shalat sunah dua rakaat sebelum shalat isya’ (Qobliyah)

Niat shalat isyah qobliyah : ushalli sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini qobliyyah lillahi ta’aalaa
Artinya : Aku niat shalat sunnah sebelum isya’ dua rakaat karena Allah

7. Shalat sunah dua rakaat setelah shalat isya’ (ba’diyah)

Niat shalat isya’ ba’diyah : Ushalli sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diyyah lillahi ta’aalaa
Artinya : Aku niat shalat sunnah sesudah isyah dua rakaat karena Allah

Berusaha Rutinkan Shalat Sunnah Rawatib

Buktinya adalah tentang hadits shalat rawatib dalam sehari berikut ini. Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah (rawatib) dalam sehari-semalam sebanyak 12 rakaat, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.”

Coba kita lihat, bagaimana keadaan para periwayat hadits ini ketika mendengar hadits tersebut. Di antara periwayat hadits di atas adalah An-Nu’man bin Salim, ‘Amr bin Aws, ‘Ambasah bin Abi Sufyan dan Ummu Habibah yang mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung.

Ummu Habibah mengatakan, “Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

‘Ambasah mengatakan, “Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah.”

‘Amr bin Aws mengatakan, “Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari ‘Ambasah.”

An-Nu’man bin Salim mengatakan, “Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari ‘Amr bin Aws.” (HR. Muslim, no. 728)

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

ilustrasi keutamaan shalat sunnah rawatib via youtube.com

Ummu Habibah radiyallahu ‘anha meriwayatkan hadits yang berkaitan dengan keutamaan shalat sunnah rawatib, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa shalat dua belas rakaat pada siang hari dan malam hari, maka baginya akan dibangunkan rumah di surga“.

Ummu Habibah berkata: saya tidak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib semenjak dari mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berkata: Maka aku tidak pernah meninggalkannya sesudah mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah.

‘Amr bin Aus berkata: Aku tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Aku tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim no. 728).

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah rawatib sebelum shubuh (qobliyah subuh), dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh itu lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain disebutkan, “Dua raka’at sebelum subuh itu lebih aku cintai daripada dunia dan seisinya” (HR. Muslim no. 725)

Shalat sunnah sebelum subuh ini merupakan shalat sunnah rawatib yang paling utama dan Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkannya baik dalam keadaan mukim (tidak berpegian) atau ketika safar.

Baca Juga : Niat, Waktu yang Tepat Serta Doa Setelah Sholat Dhuha

Itulah artikel yang mengulas mengenai shalat sunnah rawatib, niat shalat sunah qobliyah dan niat shalat sunah ba’diyah. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Top