Bagaimana Cara Agar Pohon Kurma Berbuah di Indonesia? Ini Rahasianya

Komentar

Pohon kurma via eramuslim.com

Kurma merupakan buah yang sangat populer, tanaman kurma ini biasa dijumpai di wilayah utara. Di Indonesia juga ada pohon kurma, namun tidak berbuah, lalu bagaimana cara agar bisa berbuah? Ini jawabannya.

Kurma, (Arab: تمر , Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Pohon kurma sendiri adalah pohon yang tergolong kedalam jenis palem, budidaya pohon kurma dapat dilakukan dengan cara generatif.

Pada masa berikutnya, bangsa-bangsa Arab memang menyebarluaskan pohon kurma di wilayah bagian utara Afrika, Italia, Spanyol, di bagian Selatan. Pohon kurma mungkin bisa dengan mudah Anda temui di timur tengah. Karena kecintaannya pada buah asal timur tengah ini, banyak masyarakat Indonesia yang ingin menanam kurma. Lalu bagaimana cara agar pohon kurma bisa berbuah di Indonesia? Begini penjelasannya.

Ini Rahasia Agar Pohon Kurma Bisa Berbuah di Indonesia

Karena kecintaannya pada buah asal timur tengah ini, banyak masyarakat Indonesia yang ingin menanam kurma di pekarangannya, namun sebagian besar tidak berbuah. Mengapa? Inilah berbagai alasan dan solusinya agar buah kecintaan Nabi Muhammad SAW dapat berbuah di Indonesia.

Bagi orang Indonesia yang mayoritas muslim, terbayang buaian kebun kurma memang sungguh menggoda. Coba saja membayangkan bagaimana rasanya berada di tengah kebun kurma pada siang yang terik. Panas matahari terhalang oleh keteduhan daun-daun kurma.

Angin yang semilir membuat mata terasa berat. Bukan bermimpi, melainkan nyata, tiba-tiba kurma yang sudah sangat masak jatuh. Bukan sembarang kurma, melainkan kurma ‘kurma Nabi’ yang biasa disebut Ajwa. Wahhh!

Bayangan tentang kebun kurma itu yang membuai hati Pak Uta, pengelola Pesantren  Fatahillah d Cikareo, Kabupaten Lebak, Banten. Sudah berbagai tanaman dicoba dikembangkan di tanah pesantren seluas 6 hektar itu. Yang paling akhir adalah jati emas. “Tapi perkembangannya tidak memuaskan,” kata Haji Hadi, pendiri pesantren tersebut. Saat itulah Pak Uta mengusulkan untuk menanam kurma.

Beberapa ustad tidak yakin dengan usulan itu. Alasannya adalah sudah banyak orang yang mencoba menanam kurma. Pada umumnya tanaman tersebut memang tumbuh membesar, namun tidak juga kunjung berbuah.

Ketika berbuah pun hanya sedikit dan kecil-kecil. Hal yang diduga oleh banyak orang karena adanya curah hujan yang tinggi. Berbeda dengan kurma di Timur Tengah yang tumbuh di iklim yang kering pada tanah berpasir.


Kurma via kurmaaceh.bogspot.com

Namun buaian kebun kurma tak dapat diabaikan begitu saja. Pak Uta yakin kebun kurma tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam mengembangkan pertanian pesantren itu. Dia menyebut di Ponorogo, Jawa Timur, di aeral tanah yang tandus dan kering kebun kurma dapat berkembang dengan baik.

Begitu pula di daerah Jonggol, Bogor, yang pengembangannya sudah mencakup ratusan hektar. Di banyak daerah lain di seluruh Indonesia, kebun kurma skala kecil, juga mulai dikembangkan.

Jelas tak mudah untuk mengembangkan kurma. Perbedaan iklim dan jenis tanah merupakan tantangan terbesarnya.  Sejauh ini, selain di kawasan Timur Tengah yang memang menjadi daerah asal pohon palem itu, tidak banyak yang berhasil mengembangkan kebun kurma.

Salah satu yang dianggap berhasil adalah wilayah California, Amerika Serikat, yang kering dan kini menjadi salah satu eksportir kurma dunia.

Tantangan lain tentu soal teknis yang umumnya tidak banyak dikuasai oleh petani kita. Mulai dari teknik penyemaian biji, penanaman, hingga kelak mengawinkan bunga agar terjadi penyerbukan untuk dapat berbuah.

Banyak yang menyangka bahwa kurma akan berbuah dengan sendirinya secara alami tanpa dikawinkan. Padahal tidak demikian. Ada pohon kurma ‘jantan’ serta pohon kurma ‘betina’.  Bunga dari ‘kurma jantan’ banyak dicari buat diambil benangsarinya untuk diserbukkan pada bunga ‘kurma betina.’

Rumitnya bertanam kurma bahkan membuat Nabi Muhammad SAW pernah keliru. Yakni saat Nabi berkunjung ke kebun kurma, dan memberi saran pada petani pemilik kebun. Sang pemilik kebun heran dengan saran tersebut, dan balik bertanya pada Nabi.


Tanaman kurma via media.ihram.asia

Apakah saran tersebut berasal dari pandangan Nabi sendiri, atau petunjuk langsung dari Tuhan. Nabi menjawab bahwa itu berdasar pandangannya sendiri. Maka pekebun tersebut mengingatkan Nabi bahwa saran itu keliru. Hal yang disetujui Nabi dengan menyampaikan ucapan yang kemudian menjadi hadis terkenal. “Engkau lebih tahu tentang urusan duniamu.”

Namun sulitnya berusaha tani kurma juga menjadi pasar sendiri bagi para ahli kurma untuk menawarkan pelatihan. Seperti  yang dilakukan oleh kurma farm, Jonggol. Dan beberapa lainnya. Bahkan pekebun kurma asal Thailand, Sak Lam Juan, juga memberi pelatihan hingga Indonesia. Kesabaran dan ketelatenan menjadi kunci penting dalam bercocok tanam kurma.

Perlu waktu hingga 6 tahun bagi pohon kurma untuk mulai berbuah, serta 20 tahun untuk dapat berbuah secara maksimal. Namun bila berhasil, kurma madih dapat terus produktif hingga lebih dari 100 tahun. Bila mampu seperti itu, buaian kebun kurma baru akan dapat dirasakan secara nyata.

Untuk mengetahi bagaimana cara penanaman kurma yang benar, ada beberpa langkah- langkah yang harus diperhatikan agar kurma dapat tumbuh dan bisa berkembang hingga berbuah. Berikut langkah – langkah penanaman kurma yang dianjurkan :

1. Persiapan Pembibitan



Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kurma dapat dikembangbiakkan dengan proses degeneratif atau melalui perkecambahan biji. Biji kurma dapat anda peroleh dengan cara memesan dan membeli bibit unggul dari para petani kurma, maupun mengumpulkan secara manual dari buah kurma yang anda konsumsi.

Namun anda juga harus mengetahui bahwa kurma memiliki berbagai jenis varian hingga ada juga bibit – bibit unggul yang tentunya memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran. Beberapa jenis bibit unggul seperti kurma ajwa, kurma khalas, deglet nour, khenaizi, zahidi, medjool dan khadrawi. Kurma sokari, silaj, bahri dan sekki adalah beberpa jenis kurma yang biasa ditemukan di Indonesia.

Kerena banyak sekali jenis dari varietas kurma maka kurma juga memiliki penampilan fisik yang tidak sama. Misalnya saja kurma Ajwa, kurma ini biasanya banyak ditemukan dan tumbuh di madinah sehingga sering diberi gelar kurma nabi karena konon kurma ini dipercaya salah satu jenis kurma yang sering dimakan oleh nabi. Kurma ajwa memiliki rasa seperti kismis dengan tekstur lembut dan warna buahnya cenderung lebih gelap.

Sedangkan kurma majol atau lebih dikenal dengan nama medjool memiliki tampilan fisik lebih lonjong jika dibandingkan dengan buah kurma ajwa. Dengan tekstur yang lebih kenyal dan rasa yang manis serta warna kulit danging yang lebih cerah, kecoklatan. Sedangkan untuk kurma deglet noor, memiliki warna daging yang lebih muda dan cerah dibandingkan dengan kurma ajwa maupun kurma medjool. Kulit dagingnya juga tidak terlalu lembut dan kenyal tapi juga tidak terlalu keras. Walaupun rasa manisnya masih tetap sama.

Berikut persiapan bibit kurma dari biji :

  • Jika hendak membudidayakan kurma dari biji yang dibeli dari pasaran, siapkan dalam jumlah yang banyak. Karena kebanyakan dari biji adalah calon dari kurma jantan.
  • Jika anda membeli sekotak penuh kurma, maka jadikan saja semua bijinya untuk bibit. Tentunya peluang untuk sukses bertanam kurma akan lebih besar jika memiliki calon atau bibit yang banyak juga. Semakin besar juga anda mendapatkan calon bibit kurma betina yang akan menhasilkan buah kurma nantinya.
  • Setelah melakukan pengumpulan biji untuk pembibitan langkah selanjutnya adalah melakukan pembersihan. Pembersihan disini juga termasuk membuang sisa – sisa dari darnging buah yang menempel pada kulit biji. Hal ini akan memperbesar persentase berhasilnya perkecambahan biji kurma.
  • Cara paling dianjurkan untuk membersihkan biji kurma adalah dengan menggunakan media pasir halus dan mencucinya dengan air bersih. Karena sisa sisa dari daging buah yang masih menempel akan mempermudah datangnya jamur bahkan juga dapat mengundang kutu putih dan juga semut yang tentunya akan merusak biji dalam proses perkecambahan.
  • Setelah melakukan pembersihan terhadap biji, maka lakukanlah perendaman. Proses ini dapat dilakukan dalam waktu 5 – 6 hari.
  • Untuk membantu mempercepat proses perkecambahan, pada waktu perendaman ini sebaiknya dibantu dengan zat pengatur tumbuh organik atau ZPT.
  • Air yang digunakan untuk perendaman haruslah air bersih, setidaknya bebas dari zat – zat berbahaya seperti kaporit. Lakukan pergantian air setiap sekali 24 jam.

2. Proses Perkecambahan Biji Kurma



Ada 2 metode utama yang dapat dilakukan pada proses ini, yaitu dengan cara menyemai langsung ke dalam media tanam atau melakukan perkecambahan dengan bantuan media tisu basah.
Langkah selanjutnya adalah :

  • Ketika menggunakan metode perkecambahan dengan media tisu basah, maka anda harus menyiapkan sebuah wadah bersih.
  • Pastikan bahwa wadah untuk menampung biji kurma tersebut dapat menahan kelembaban yang cukup. Masukkan tisu basah dan letakkan biji kurma diatas tisu tersebut, cek selalu kelembaban dari tisu.

Tunas dari hasil proses perkecambahan biji biasanya akan muncul setelah 14 hari.

Berbeda halnya dengan anda yang akan langsung menanam biji pada media tanam.

Campurkan cocopeat, kompos beserta pasir untuk media tanam awal dan menjaga kelembaban dari media tanam. Gunakan perbandingan 2 : 1 :1, dimana 2 untuk pasir dan perbandingan 1 untuk media kompos beserta cocopeat.

3. Pemeliharaan dan Pemindahan Bibit

Lakukanlah pemindahan bibit kedalam pot atau polibag jika telah terjadi pertumbuhan dapa biji. Untuk anda yang menggunakan metode tisu basah, tunggulah kira – kira 14 hari setelah terjadi pertumbuhan tunas dan akar telah mencapai panjang 5 hingga 10 cm, baru boleh anda pindahkan kedalam media tanam yang telah disiapkan. Sedangkan untuk yang langsung disemaikan di media tanam, lihatlah perkembangan bibit hingga mencapai tinggi sekitar 20 hingga 30 cm maka pindahkanlah ke media tanam yang lebih besar.

Setelah bibit kurma tumbuh, maka simpanlah di tempat teduh yang tetap terlindung dari berbagai gangguan termasuk angin. Simpanlah diluar ruangan agar bibit kurma dapat menyesuaikan dengan iklim di lingkungan sekitarnya. Pastikan bahwa area tempat penyimpanan memiliki kelembaban yang cukup namun tetap mendapatkan sinar matahari. Pastikan agar tetap menyiram bibit kurma secara konsisten dan teratur.

4. Tahap Penanaman Kurma 

Setelah bibit kurma dianggap telah besar dan mulai bisa untuk di tanam maka akan diperlukan lahan untuk penanaman. Perlu diingat bahwa dalam proses penanaman, harus diberi jarak yang cukup antara satu calon tanaman kurma dengan yang lainnya. Hal ini untuk menghindari adanya perebutan zat – zat yang diperlukan oleh bibit kurma untuk tumbuh.

Selain jarak, kedalam lubang untuk proses penanaman juga perlu diperhatikan. Setidaknya anda membutuhkan ukuran lubang antara 50 – 60 cm dan jarak 5-6 m per bibit kurma. Lubang yang telah disiapkan terlebih dahulu dibiarkan sebelum ditanami bibit. Diamkan selama 2 hingga 3 hari dan kemudian masukkan campuran pupuk. Setelah melakukan pemupukan pada lubang barulah bibit kurma bisa ditanam. Jadi, cara menanam kurma juga bisa dilakukan sendiri untuk pemula.

5. Perawatan Pohon Kurma

Setelah proses penanaman selesai, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah perawatan. Lakukan penyiraman secara rutin dan juga lakukan pemupukan susulan. Pemupukan susulan ini dilakukan dalam proses perawatan tanaman hingga menjadi pohon dewasa.

Kemudian hanya diperlukan sebuah proses penyerbukan. Disinilah peranan penting dari serangga dan juga angin agar dapat membantu proses penyerbukan dimana hasil dari perkawinan silang tersebut akan menghasilkan buah kurma.

6. Panen



Pohon kurma jantan dan betina akan dapat dibedakan ketika pohon tersebut telah berbunga. Karena bunga yang terdapat pada pohon kurma betina akan berbentuk seperti bunga pohon kelapa yang umumnya meiliki pentol. Sedangkan untuk pohon kurma jantan bunganya akan berwarna putih dan bunganya lebih kecil ukurannya serta bunga tersebut seperti mengandung zat tepung. Ketika proses penyerbukan berhasil dan pohon kurma mulai berbuah, hal lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan dalam proses pembuahan.

Perawatan yang musti dilakukan selama masa pembuahan adalah pemberian pupuk dan mencegah adanya gangguan lalat maupun burung. Untuk tetap menjaga buah kurma yang telah besar maka dapat dilakukan pemangkasan. Buanglah buah kurma yang terlihat kecil dan kurang sempurna agar pertumbuhan buah yang besar dapat lebih optimal.

Lakukanlah proses pembungkusan pada buah kurma agar menjaga buah tersebut dari berbagai gangguan. Dan pada tahapan ini, anda hanya menunggu proses panen. Selamat bercocok tanam!
Top