Sejarah Perjuangan "Berat" Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Komentar

perumusan teks proklamasi  via bersapedahan.wordpress.com

Kisah sejarah perumusan teks proklamasi harus diketahui bagi warga negara Indonesia. Karena karena perumusan teks proklamasi bangsa indonesia telah lepas dari penjajahan. Yuk simak kisah sejarah perumusan teks proklamasi Indonesia berikut ini!

Pada saat Indonesia mulai menuju kemerdekaan maka saat itulah sejarah perumusan teks proklamasi dimulai. Perumusan teks Proklamasi menjadi awal bangsa Indonesia memasuki pintu kemerdekaan.

Teks Proklamasi tersebut dirumuskan oleh para tokoh bangsa Indonesia. Soekarno menuliskan teks proklamasi menggunakan tangan dan Hatta mendiktekan kata-kata untuk naskah.

Waktu itu, naskah proklamasi diketik ulang oleh Sayuti Malik berdasarkan tulisan tangan Soekarno.

Sejarah perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai saat kabar tentang kekalahan Jepang mulai tersebar ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.

Pada saat Indonesia mulai menuju kemerdekaan maka saat itulah sejarah perumusan teks proklamasi dimulai. Pada saat Indonesia dalam masa penjajahan terdapat beberapa upaya dalam mempercepat kemerdekaan.

Salah satu cara tersebut ialah dengan segera merumuskan teks proklamasi. Pada saat itulah tokoh tokoh proklamasi mulai gencar dalam merumuskan teks proklamasi. Teks tersebut merupakan awal kemerdekaan Indonesia mulai tercapai.

Kemerdekaan tersebut selalu kita peringati pada tanggal 17 Agustus. Kali ini materi belajar akan membahas mengenai sejarah perumusan teks proklamasi. Saya juga akan menjelaskan tokoh tokoh yang terkait perumusan teks proklamasi, maupun kronologi perumusan teks proklamasi tersebut secara lengkap dan jelas.

Sejarah perumusan teks proklamasi kemerdekaan indonesia sendiri juga meliputi tentang proses perumusan teks proklamasi , latar belakang perumusan teks proklamasi hingga siapa saja yang terlibat perumusan teks proklamasi.

Ketika kita ditanya siapa yang menulis teks proklamasi? maka untuk menjawab pertanyaan seputar penulis teks proklamasi tersebut kita harus mempelajari tentang sejarah perumusan teks proklamasi ini.

Kronologis Perumusan Teks Proklamasi

Setelah peristiwa Rengasdengklok, rombongan Ir. Soekarno segera kembali ke Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB pada 16 Agustus 1945. Semula tempat yang dituju adalah Hotel des Indes (Duta Indonesia).

Namun, tidak jadi karena pihak hotel tidak mengizinkan kegiatan apa pun selepas pukul 22.30 WIB. Di hotel yang terletak di Jalan Gajah Mada ini, pada pagi sebelumnya juga telah direncanakan pertemuan anggota PPKI, tetapi pihak Jepang melarangnya.

Dalam keadaan demikian, Achmad Soebardjo membawa rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1.

Setelah tiba di Jl. Imam Bonjol No. 1, Soekarno dan Moh. Hatta lalu diantarkan Laksamana Maeda menemui Gunseikan (Kepala Pemerintahan Militer Jepang) Mayor Jenderal Hoichi Yamamoto. Akan tetapi, Gunseikan menolak menerima Soekarno - Hatta pada tengah malam.

Dengan ditemani oleh Maeda, Shigetada Nishijima, Tomegoro Yoshizumi, dan Miyoshi sebagai penterjemah, mereka pergi menemui Somubuco (Direktur/ Kepala Departemen Umum Pemerintah Militer Jepang) Mayor Jenderal Otoshi Nishimura.

Tujuannya untuk menjajaki sikapnya terhadap pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


rumah perumusan teks proklamasi  via donipengalaman9.wordpress.ocm

Pada pertemuan tersebut tidak dicapai kata sepakat antara Soekarno - Hatta di satu pihak dengan Nishimura di lain pihak. Soekarno - Hatta bertekad untuk melangsungkan rapat PPKI pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945 Rapat PPKI itu tidak jadi diadakan karena mereka dibawa ke Rengasdengklok.

Mereka menekankan kepada Nishimura bahwa Jenderal Besar Terauchi telah menyerahkan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kepada PPKI.

Di lain pihak, Nishimura menegaskan garis kebijaksanaan Panglima Tentara ke-XVI di Jawa, bahwa dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang tidak diperbolehkan lagi mengubah status quo.

Berdasarkan garis kebijaksanaan itu, Nishimura melarang Soekarno - Hatta untuk mengadakan rapat PPKI dalam rangka pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan.

Sampailah Soekarno - Hatta pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi membicarakan soal kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang.

Mereka hanya berharap pihak Jepang supaya tidak menghalang-halangi pelaksanaan Proklamasi oleh rakyat Indonesia sendiri.

Proses Perumusan Teks Proklamasi

Setelah pertemuan itu, Soekarno dan Hatta kembali ke rumah Maeda. Di rumah Maeda telah hadir, para anggota PPKI, para pemimpin pemuda, para pemimpin pergerakan dan beberapa anggota Chuo Sangi In yang ada di Jakarta.

Setelah berbicara sebentar dengan Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo, maka kemudian Laksamana Maeda minta diri untuk beristirahat dan mempersilahkan para pemimpin Indonesia berunding di rumahnya.

Para tokoh nasionalis berkumpul di rumah Maeda untuk merumuskan teks proklamasi. Kemudian di ruang makan Maeda dirumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Ketika peristiwa bersejarah itu berlangsung Maeda tidak hadir, tetapi Miyoshi sebagai orang kepercayaan Nishimura bersama Sukarni, Sudiro, dan B. M. Diah menyaksikan Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo membahas perumusan teks proklamasi  Kemerdekaan Indonesia.

Soekarno pertama kali menuliskan kata pernyataan Proklamasi sebagai judul pada pukul 03.00 WIB. Achmad Soebardjo menyampaikan kalimat “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”.

Moh. Hatta menambahkan kalimat: “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya”. Soekarno menuliskan: Jakarta, 17 – 8 – 05 Wakil-wakil bangsa Indonesia sebagai penutup.


perumus teks proklamasi via youtube.com

Perumusan teks proklamasi kemudian selesai pada pukul 04.00 WIB. Perumusan teks proklamasi  tersebut kemudian tinggal proses persetujuan semua pihak serta tanda tangan semua pihak yang hadir dalam proses perumusan teks proklamasi.

Namun pihak pemuda tidak setuju jika semua menandatanganinya karena terdapat pihak pihak dari Jepang yang ikut hadir. Dengan pertentangan ini, Sukarni mengusulkan bahwa teks proklamasi cukup ditandatangani dua orang tokoh saja sebagai perwakilan bangsa Indonesia.

Tokoh tersebut ialah Soekarno dan Hatta. Usul tersebut diterima. Selanjutnya teks tersebut diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik namun mengalami beberapa perubahan. Perubahan tersebut meliputi :
  • Kata tempoh diganti dengan kata tempo
  • Kalimat "wakil wakil bangsa indonesia" pada penutup teks proklamasi diganti menjadi "atas nama bangsa Indonesia"
  • Merubah tanggal proklamasi dari "Djakarta, 17-08-1945" diubah menjadi " Djakarta, 17 boelan 8 tahoen 05". Tahun 05 adalah tahun yang disingkat dari tahun milik Jepang, yaitu pada tahun 2605 yang masih sama dengan tahun 1945 masehi.

Kemudian naskah proklamasi tersebut telah diselesaikan pada pertemuan pada hari itu. Rakyat Indonesia harus mengetahui bahwa naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia telah selesai dibuat.

Namun Ir. Soekarno bersama tokoh lainnya bingung bagaimana cara menyebarkan teks proklamasi tanpa terjadi bentrok antara rakyat dengan pihak militer Jepang. Sukarni mengusulkan agar teks proklamasi dibacakan di Lapangan Ikada agar didengar oleh seluruh rakyat.

Namun Soekarno menolak karena disana terdapat militer Jepang yang mengawasi. Soekarno tidak ingin rakyat menjadi korban.

Soekano mengusulkan bahwa naskah proklamasi tersebut sebaiknya dibacakan di rumahnya saja yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Para tokoh pun termasuk Hatta menyetujui usul tersebut.

Kemudian pada tanggal 17 Agustus 1945 pada pukul 10.00 WIB. Ir. Soekarno bersama dengan Moh. Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah perumusan teks proklamasi. Kita patut memperingati hari kemerdekaan bangsa indonesi sebagai wujud peringatan bersejarah para tokoh dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.
Top