9 Perbedaan Qurban dan Aqiqah

Komentar

perbedaan qurban dan aqiqah via beritabojonegoro.com

Dalam syariat islam ada perintah untuk melaksanakan aqiqah dan qurban yang dilaksanakan dengan sebab berbeda. Banyak dari netizen yang masih keliru antara qurban dan aqiqah. 

Qurban dan aqiqah adalah dua sunnah rosul yang sama-sama dilakukan dengan cara menyembelih hewan berkaki empat. Perbedaan qurban dan aqiqah  terletak pada aturan jumlah hewan yang disembelih. Apa saja perbedaan yang lainnya? Simak berikut ini.

Banyak dari netizen yang masih keliru antara qurban dan aqiqah. Meskipun banyak yang menyadari perbedaan qurban dan aqiqah , sebagian dari mereka mengira bahwa aqiqah dan qurban itu adalah hal yang sama, karena sama-sama merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengurbankan kambing.

Qurban dan aqiqah adalah dua sunnah rosul yang sama-sama dilakukan dengan cara menyembelih hewan berkaki empat. Kedua sunnah ini sering dianggap sama oleh banyak muslim di tanah air.

Padahal sebenarnya ada beberapa perbedaan qurban dan aqiqah  yang cukup mendasar. Apa sajakah perbedaan qurban dan aqiqah  tersebut? Untuk tahu jawabannya, mari kita simak uraian berikut ini!

Perbedaan qurban dan aqiqah  sedikitnya terdapat pada 8 hal, yaitu mulai dari tujuan pelaksanaan, wujud daging yang diberikan, waktu dan jumlah pelaksanaan, jumlah dan jenis hewan yang disembelih, orang yang berhak atas dagingnya, serta diperbolehkan atau tidaknya penyembelih mendapat upah. Secara sederhana perbedaan-perbedaan tersebut telah kami sajikan dalam bentuk tabel sebagaimana berikut.

Baca Juga : Sebelum Membeli Kambing Kurban, Baiknya Perhatikan Penjelasan Berikut

Untuk lebih mengerti masing-masing amalan tersebut mari kita cermati pengertian umumnya dahulu.

Pengertian Aqiqah

Dalam alkhoirot.net disebutkan bahwa secara etimologi, aqiqah memiliki arti memotong (al-qat’u) atau nama untuk rambut pada kepala bayi yang dilahirkan (اسم للشعر على رأس المولود). Secara terminologi syariah (fiqih), aqiqah adalah hewan yang disembelih sebagai wujud rasa syukur atas karunia Allah atas lahirnya seorang anak baik laki-laki atau perempuan.

Berikut sebagian dalil yang mendasari hukum aqiqah:

– Hadits riwayat Abu Daud

“Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.”

Berdasarkan hadits-hadits riwayat di atas, aqiqah jelas dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi. Sekarang mari kita lihat pengertian dari qurban.

Pengertian Qurban

Kata Qurban berarti dekat, Dalam Fiqh, biasa menggunakan istilah Udh-hiyyah (الْأُضْحِيَّةِ). Dilansir dari muslim.or.id, disebutkan bahwa Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari Iedul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah karena datangnya hari raya tersebut.

Dari pengertian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa qurban merupakan suatu amalan membahagiakan yang dilakukan hanya pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Hijriyyah (Hari Tasyriq). Di luar dari hari-hari ini, qurban hanya akan dianggap sebagai shadaqah atau aqiqah, jika melakukannya dengan tujuan mensyukuri anugerah anak dari Allah SWT.

Perbedaan Qurban dan Aqiqah 

Sekarang mari kita simak bersama apa yang menjadi perbedaan qurban dan aqiqah. Dikutip dari, ada 9 (sembilan) perbedaan qurban dan aqiqah .

1. Tujuan : Aqiqah dilakukan sebagai penebus atas lahirnya seorang bayi manusia, sedangkan Qurban dilakukan sebagai sunnah yang ditetapkan Rasulullah SAW dan untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS.

2. Wujud daging yang diberikan : Daging aqiqah disedekahkan dalam keadaan sudah dimasak, sedangkan daging qurban dalam keadaan belum dimasak.

3. Pemberian daging : Daging aqiqah diberikan kepada siapa saja, sedangkan daging qurban diberikan kepada fakir miskin.

4. Sunnah : Kaki belakang hewan aqiqah diberikan kepada bidan yang membantu membantu kelahiran bayi, sedangkan kaki belakang hewan qurban tidak perlu diperlakukan demikian.

5. Waktu pelaksanaan : Aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 dari kelahiran bayi, sedangkan qurban dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 di bulan Dzulhijjah.

6. Jenis hewan : Pada aqiqah hanya kambing yang disyaratkan sedangkan pada qurban, sapi dan unta juga dapat dikurbankan.

7. Jumlah pelaksanaan : Aqiqah hanya dilakukan sekali seumur hidup, sedangkan qurban dapat dilakukan setiap tahun.

8. Jumlah hewan yang dikurbankan : Pada aqiqah disyaratkan untuk mengurbankan 1 (satu) kambing untuk bayi perempuan dan 2 (dua) kambing untuk bayi laki-laki, sedangkan pada qurban, minimal satu ekor dan dapat bersifat kelompok.

9. Upah penyembelih : Pada aqiqah, penyembelih dapat diberikan upah berupa bagian hewan yang dipotong, sedangkan pada qurban, penyembelih dilarang mengambil upah berupa bagian hewan yang dipotong.

Nah, itulah beberapa perbedaan qurban dan aqiqah yang bisa kami sampaikan. Semoga dengan artikel ini, Anda bisa semakin memahami apa itu qurban dan apa itu aqiqah.
Top