Alasan Kenapa Menuntut Ilmu itu Wajib Istiqomah Meski Sudah Tua

Komentar

menuntut ilmu via bagi-in.com

Kewajiban menuntut ilmu ada di dalam Al-Quran. Kewajiban ini tiada hentinya, karena mulai dari buaian hingga ke liang lahat. Aktivitas menuntut ilmu juga termasuk dari bagian manivestasi ibadah. Berikut penjelasannya, baca sampai selesai ya.

Menuntut ilmu merupakan salah satu hal yang utama dalam agama islam, islam memandang menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah yang diharuskan bagi segenap kaum muslimin dimanapun berada. Menuntut ilmu juga sejatinya menjadi pembeda antara seorang yang berilmu dengan seorang yang bodoh.

Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dalam menuntut ilmu. Contoh kecil, dalam menuntut ilmu, seseorang secara tidak langsung harus keluar dari tempat tinggalnya guna mencari tempat untuk menimba ilmu, maka pasti dalam perjalanan akan mendapati pelajaran dan pengalaman yang tidak akan didapatkan apabila hanya berdiam diri di rumah.

Contoh lain, seorang yang menuntut ilmu juga berpotensi besar memiliki lingkungan pertemanan yang baik dan jauh dari kata hura-hura. Ini barangkali tentu menjadi semacam oase di zaman sekarang yang sudah penuh dengan hal yang pada hakikatnya tidak berguna.

Baca Juga : Allahumma Yassir Walaa Tu’assir Doa Pendek Tapi Maknanya Sangat Mendalam

Kewajiban Menuntut Ilmu Lengkap dengan Hadist dan Penjelasannya

ilustrasi kewajiban menuntut ilmu via slideshare.net

Tentu tidak jarang kita dengar ucapan seperti ini “Sekolah yang tinggi nak, biar dapet pekerjaan yang layak” atau “Jangan berhenti sekolah! nanti kamu nggak bisa nyari duit”.

Nah, kata-kata di atas apabila dipikirkan lebih dalam setidaknya mengandung 2 arti yang menurut saya salah.

Yang pertama, para orang tua dan anaknya menuntut ilmu dengan niat yang tidak murni menuntut ilmu, melainkan agar mudah mendapat pekerjaan. Kemudian yang kedua adalah, para orang tua masih menganggap bahwa sekolah adalah segalanya, padahal tidak seperti itu.

Jadi, yang ditakutkan adalah apabila ini berlanjut anak-anak menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan tidak ter-asah keterampilan hidupnya. Tentu ini yang tidak kita inginkan bersama. Sehingga seyogya nya para orang tua meluruskan niat mereka begitu juga anaknya dan mulai menuntut ilmu dengan dasar dan niat yang benar.

Berikut penjelasan tentang kewajiban seseorang menuntut ilmu yang terdapat di dalam hadist. 

Hadist tentang Kewajiban Menuntut Ilmu

Ada beberapa hadist yang membahas tentang menuntut ilmu, mungkin sebagian sudah sering didengar pada kultum atau ceramah. Bunyi hadist-hadist ini sebagai berikut :

رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

Artinya :
“Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah” (HR. Abu Abdil Barr). Saya kira hadist ini sangat jelas memberitahu kita akan hukumnya menuntut ilmu.

Ada hadist lain yang mengabarkan pada kita tentang keutamaan menuntut ilmu, bunyi hadistnya seperti ini :

 مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya : 
“Barang siapa yang keluar (pergi) untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” Atau dalam hadist yang lain juga berbunyi seperti ini :

وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ:وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ

Artinya :
“Barangsiapa yang meniti jalan dalam menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalanya menuju surga”

Siapa yang tidak ingin dipermudah jalannya menuju surga? Tentu semua dari kita memiliki keinginan untuk masuk surga, dan ternyata dalam hadist ini dijelaskan salah satu jalan yang bisa kita tempuh untuk mendapatkannya.

Beberapa hadist diatas sebenarnya menyiratkan pada kita tentang betapa menuntut ilmu itu mendapat perhatian dan porsi yang besar dalam islam, sehingga sudah seharusnya kita sebagai umat muslim memposisikan hal menuntut ilmu ini dalam porsi yang sebenarnya.

Dalam sejarah keilmuan islam yang begitu luar biasa, kita akan dibuat malu dan merasa minder dengan kesungguhan dan kegigihan para ulama dalam mencari ilmu. Bagaimana pengorbanan mereka hanya demi mendapatkan satu hadist, bagaimana pengorbanan Imam Bukhari dalam mengumpulkan hadist dari tempat-tempat yang jauh.


ilustrasi pentingnya menuntut ilmu via homephimpha.wordpress.com

Begitu juga Imam Muslim yang rela meninggalkan tempat tinggalnya selama beberapa tahun demi berguru untuk mengumpulkan hadist. Kita tidak akan bisa mendapatkan kemudahan dalam belajar hadist apabila para ulama dahulu tidak memiliki kesungguhan yang tinggi dalam menuntut ilmu.

Dalam hal pentingnya menuntut ilmu ini ada sebuah hadist yang kandungannya tidak ada limit atau batas waktu dalam menuntut ilmu. Bunyi hadistnya seperti ini :


اُطْلُبُوا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلى اللَّحْدِ

Artinya : 
“Carilah ilmu dari semenjak kamu dalam buaian hingga liang lahat”

Jelas kiranya perkara menuntut ilmu ini harus menjadi passion setiap muslim, menuntut ilmu itu sangat luas cakupan nya, tidak hanya belajar dalam kelas-kelas atau perkuliahan, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari ada unsur menuntut ilmu disana.

Hal yang perlu digarisbawahi sekali lagi adalah, tentang niat dalam menuntut ilmu, hendaknya seorang muslim menuntut ilmu tidak mengharap agar mendapat uang atau penghasilan, melainkan benar-benar semata karena mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya.

Selain dalil dari hadist Nabi Muhammad SAW, terdapat pula dalil dari Al-Quran tentang keutamaan orang yang berilmu. Berikut bunyi ayatnya:


ilustrasi surat mujadila via bagi-in.com 

Artinya :
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti dengan apa yang kamu kerjakan.”

Dalam ayat di atas, kita dapati ada satu hal semacam syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum ia keluar menuntut ilmu, apa itu? Yang harus dipenuhi adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya terlebih dahulu. Maka nanti dalam perjalanannya, iman inilah yang akan menuntun dan menjaganya dari kesombongan dan takabbur.

Baca Juga : Kandungan Doa Dalam Surah Al Insyirah, yang Jauh Jadi Dekat, yang Sulit Jadi Mudah

Demikian ulasan tentang kewajiban menuntut ilmu yang ada di dalam hadist. Semoga artikel ini bermanfaat dan membuatmu semangat dalam menuntut ilmu.
Top