Macam Macam Shalat Sunnah yang Sangat Dianjurkan Untuk Dikerjakan!

Komentar

macam macam shalat sunnah via ranti.co.id

Menjadi seorang muslim sejati tentu saja ingin benar-benar menjadi hamba yang dicintai oleh Allah. maka salah satu caranya adalah memperbanyak ibadah. Baik ibadah wajib atau ibadah sunnah. Maka untuk itulah kami buatkan tulisan mengenai macam macam shalat sunnah ini.

Selain shalat wajib, agama Islam mengenal juga macam-macam shalat sunnah yang sebaiknya dikerjakan. Seperti sholat wajib  beberapa sholat sunnah bisa kita jaga rutin karena itulah yang dicintai oleh Allah. 

Inilah Macam-macam shalat sunnah yang di ajarkan oleh Rasulullah yang bila di kerjakan akan mendapatkan pahala perlimpah dengan segala keutamaanya.

Sholat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi mukimin maupun dalam perjalanan. Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat.

Islam didirikan atas lima sendi (tiang) salah satunya adalah shalat, sehingga barang siapa mendirikan sholat ,maka ia mendirikan agama Iswlam, dan barang siapa meninggalkan shalat, maka ia meruntuhkan agama Islam.

Sholat harus didirikan dalam satu hari satu malam sebanyak lima kali, dan jumlahnya adalah 17 rakaat. Sholat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf baik yang sedang sehat maupun yang sedang sakit.

Macam-macam shalat sunnah ini perlu diketahui oleh semua kaum muslimin. Karena pengetahuan tentang macam macam shalat sunnah akan sangat berguna di saat kamu ingin menambah berbagai ibadah sunnah.

Maka dengan mengatahui macam macam shalat sunnah ini, semoga kamu bisa menambah banyak ibadah shalat sunnahmu menjadi lebih bernilai.

Tentunya dengan banyak melakukan amalan ibadah shalat sunnah, harapannya akan bisa menambah derajat di sisi Allah. Derajat yang tinggi di sisi Allah, tentu Allah akan semakin menyayangi kita dan memperhatikan kita.

Itulah yang kita harapkan.

Dengan banyaknya hal yang menjadikan kita semakin dekat dengan Allah, maka itulah yang kita kejar. Karena begitu sangat penting untuk mencari derajat di sisi Allah. Kita tentu sangat harus memperhatikan hal in. Tujuannya adalah agar tidak membuat waktu menjadi sia-sia.

Salah satunya adalah dengan mempelajari macam macam shalat sunnah.

Pembagian Macam-Macam Shalat Sunnah

Macam macam shalat sunnah ini sangat banyak. Adapun beberapa shalat sunnah yang sangat dianjurkan adalah sebagai berikut:

1. Shalat sunnah rawatib

Shalat Sunnah Rowatib adalah shalat sunnah yang waktu pelaksanaannya mengiringi shalat wajib lima waktu. Shalat tersebut dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardu.

Sholat Sunnat Rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardu disebut rawatib qobliyah, sedangkan Sholat Sunat Rawatib yang dikerjakan sesudah sholat wajib disebut shalat sunnah rawatib bakdiyah

2. Shalat sunnah dhuha

Shalat sunnah dhuha adalah shalat sunnah yang di kerjakan di pagi hari atau waktu dhuha sekitar jam 07 sampai menjelang dhuhur sekitar jam 11.00 Waktu terbaik adalah dengan mengakhirkan sampai waktu agak siang (panas).

Kira-kira antara jam 8 sampai jam 10. Hukum salat Duha adalah sunnah muakkad. Jumlah rakaatnya paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat, adapun salah satu dalilnya adalah sebagai berikut

“Siapapun yang melaksanakan salat duha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)
setelah shalat dhuha kita di anjurkan berdoa adapun doa nya baca doa setelah sholat dhuha

Baca Juga : Niat, Waktu yang Tepat Serta Doa Setelah Sholat Dhuha

3. Shalat sunnah tahajud

Sholat sunnah Tahajud adalah shalat malam yang di kerjakan di malam hari dengan syarat sudah tidur di malam hari walau hanya sebentar saja karena jika tidak tidur bukan di katakan Sholat Tahajud tapi tercatat sebagai shalat sunnah biasa karena para ulama membagi shalat malam itu menjadi dua, yaitu Qiyamullail dan Tahajjud, Qiyamullail lebih umum dari Tahajjud, Qiyamullail adalah shalat malam boleh tidur dulu atau tidak tidur dahulu, namun Tahajjud adalah harus tidur terlebih dahulu.

4. Shalat sunnah hajat

Shalat sunnah Hajat adalah shalat sunat yang dikerjakan karena seseorang mempunyai maksud atau keperluan dan berharap Allah SWT mengabulkannya. Hajat atau keperluan ini ada yang kepada Allah SWT

Shalat Hajat, ditetapkan atau disyariatkan bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan.

Dan tentunya, ini lebih khusus dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw karena mengikuti sunah rosul.

Sholat hajat sebenarnya gak jauh berbeda dengan sholat umumnya dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 raka’at dengan salam setiap 2 rakaat. Shalat ini dapat dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan.

5. Shalat sunnat taubat 

adalah shalat sunnah yang di lakukan setelah kita melakukan sebuah kesalahan atau dosa baik itu dosa kecil maupun dosa besar dengan catatan kita berniat tidak akan mengulanginya lagi Shalat sunnat taubat hukumnya adalah sunnat Mu’akkad. Maksudnya yaitu sunnat yang sangat di anjurkan oleh Rosulluloh Saw apa lagi jika kita telah berbuat dosa atau pun maksiat maka kita di anjurkan untuk melakukan sholat taubat ,Seperti yang telah di jelaskan di dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya :

6.shalat sunnah tarawih

Shalat Sunnah Tarawih ialah merupakan shalat sunnah yg dikerjakan di malam hari setelah Shalat Isya atau biasa di sebut dengan kiyamul lail ( tahajud ) jika di kerjakan di bulan selain romadhan dan di katakan sholat tarawih atau sering di sebut Qiyam Ramadhan‘ bila di kerjakan pada bulan Ramadhan.

Jadi istilah Shalat Tarawih, pada hakekatnya adalah Qiyamul Lail (yang biasa kita sebut sebagai Shalat Tahajud), yang waktu pelaksanaannya dikerjakan di bulan Ramadhan.

Perbedaannya bila sholat tahajud ada persyaratan khusus yaitu kita di wajibkan untuk tidur di malam hari walaupun hanya semenit atau sebentar saja sementara untuk tarawih tidak ada keharusan untuk tidur

7. Shalat istikharah

Shalat istikharah adalah sholat sunah yang mana shalat ini di kerjakan di saat kita memohon petunjuk atau di saat kita mempunyai banyak pilihan dengan memohon kepada Allah agar Dia berkenan memberikan hidayah serta petunjuk nya menuju kepada kebaikan atau pilihan yang terbaik langsung dari Allah SWT.

Bukan hanya sekedar itu kita mengerjakan Sholat istikharah di saat hati kita mantap dengan apa yang ada di hati kita tentang apa yang akan kita kerjakan namun kita tetap memohon petunjuk kepada Allah di karena kan keputusan manusia belum tentu benar sementara keputusan Allah mutlak benar adanya

8.Shalat sunnah taubat

Shalat sunnat taubat adalah shalat sunnah yang di lakukan setelah kita terlanjur melakukan sebuah kesalahan atau dosa baik itu dosa kecil maupun dosa besar di sengaja atau tidak di sengaja dengan catatan kita berniat tidak akan mengulanginya lagi.

Tata cara shalat sunnah taubat tak jauh berbeda dengan shalat pada umumnya yaitu di awali dengan takbirotul ihrom dan di akhiri dengan salam sementara jumlah rokaat nya 2 sampai enam rokaat dengan satu kali salam dalam 2 rokaat.

Yang membedakannya hanya niat nya saja sementara waktu nya bebas kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk shalat dan alangkah baiknya di kerjakan di saat malam hari seperti setelah sholat isya agar lebih khusu dalam mengerjakan nya

9. Shalat sunnah tahuyatul masjid

Orang yang masuk masjid disunatkan melakukan salat dua raka’at, sebelum duduk, sebagai penghormatan (tahiyat) masjid, sesuai hadits Nabi:” jika seseorang diantara kamu datang ke masjid, maka hendaklah ia melakukan shalat dua raka’at.’’

Tetapi, jika ia masuk ketika shalat jama’ah akan dimulai, ia tidak di tuntut lagi melakukannya. Lagipula, penghormatan terhadap masjid itu telah tercapai dengan melekukan shalat wajib tersebut

Tulisan ini bertujuan agar bisa memudahkan kamu dalam beramal.

Serta berharap semoga tulisan ini bisa membuka wawasan sekaligus bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. Sehingga bisa membuat ibadah menjadi lebih baik dan lebih bernilai di sisi Allah.

Namun sangat diwajibkan untuk berada dalam keadaan suci ketika akan mengamalkan amalan ini. Tentunya dengan berwudhu atau mandi wajib jika sebelumnya masih junub.
Top