Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Serta Pencegahan Kista Ovarium

Komentar

Kista via manfaatqncellygamat.com

Apa itu kista ovarium? Yuk, simak penyebab, gejala, cara mengobati dan pencegahan kista ovarium. Kista ovarium sering kali diderita oleh wanita, namun terkadang kista ini hilang dengan sendirinya.

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium. Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu dibagian kiri rahim. Untuk penjelasan lebih legkapnya simak artikel ini.

Baca Juga : Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil Agar Janin Tetap Sehat

Penyakit kista adalah benjolan berisi cairan. Waspada penyakit kista ovarium atau penyakit kista rahim. Kista ovarium adalah berbentuk menyerupai kantung, seringkali berbentuk struktur penuh cairan yang berkembang dalam indung telur wanita. Kista ovarium menjadi salah satu momok yang ditakuti banyak wanita. Padahal, dengan deteksi dini dan perawatan, kista ini bisa disembuhkan.

Biasanya kista ovarium bisa hilang sendiri dan tanpa gejala. Namun, kista ovarium yang sudah besar dapat menunjukkan gejala. Apa saja gejala kista ovarium ini? Yuk, kita bahas bersama gejala, penyebab dan cara mengobati serta pencegahan kista ovarium.


Kista ovarium via hellosehat.com

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium. Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita.

Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sel telur tiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menopause) serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Fungsi ovarium terkadang dapat mengalami gangguan dan kista termasuk jenis gangguan yang sering terjadi.

Kista ovarium dibagi ke dalam dua jenis utama, salah satunya adalah kista fungsional. Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista yang tergolong umum terjadi ini tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

Baca Juga : Gejala Awal Kehamilan yang Tidak Diragukan Kepastiannya

Jenis kista yang kedua adalah kista patologis. Berbeda dengan kista fungsional, kista patologis mengandung sel abnormal. Pada sebagian kecil kasusnya, sel abnormal tersebut bersifat kanker.

Penyebab Kista Ovarium 

Ada banyak faktor atau masalah yang menjadi Penyebab kista ovarium yang tersering meliputi:
  1. Masalah hormonal. Kista fungsional biasanya hilang sendiri tanpa pengobatan. Mereka mungkin disebabkan oleh masalah hormonal atau pengaruh obat untuk membantu merangsang ovulasi. 
  2. Endometriosis. Wanita dengan endometriosis dapat mengembangkan jenis kista ovarium yang disebut endometrioma. Jaringan endometriosis menyebar ke ovarium lalu tumbuh di sana. Kista ini bisa menyakitkan saat “berhubungan” dan selama menstruasi. 
  3. Kehamilan. Kista ovarium biasanya berkembang pada awal kehamilan untuk membantu mendukung kehamilan sampai plasenta terbentuk. Kadang-kadang, kista tetap ada walaupun sudah melahirkan. 
  4. Infeksi panggul yang parah. Infeksi dapat menyebar ke ovarium dan tuba falopi dan menyebabkan terbentuknya kista.

Gejala Kista Ovarium 

Sering kali, penyakit kista ovarium tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, gejala dapat muncul seiring dengan bertambah besarnya kista. Gejala Kista Ovarium meliputi:
  • Pembesaran pada perut bagian bawah kanan atau kiri atau keduanya 
  • Nyeri saat buang air 
  • Sakit pada daerah panggul sebelum atau selama siklus menstruasi 
  • Sakit saat berhubungan intim 
  • Sakit pada punggung bawah atau paha 
  • Nyeri pada payudara Mual dan muntah

Gejala kista yang berat memerlukan perhatian medis segera, di antaranya: 

  • Sakit panggul yang terasa begitu hebat 
  • Badan Demam atau meriyang 
  • Pingsan atau pusing 
  • Napas cepat 
  • Gejala-gejala yang berat di atas dapat menunjukkan bahwa kista ovarium mengalami pecah atau terpelintir. Kedua komplikasi ini dapat memiliki dampak yang serius jika tidak diobati secepat mungkin.


Pecegahan via biliksonografer.blogspot.com

Pengobatan Kista Ovarium

Jika penyakit kista tidak hilang sendiri atau terus tumbuh semakin besar, dokter dapat merekomendasikan pengobatan untuk mengecilkan atau menghilangkan kista ovarium. Sebagai berikut:

Pil KB 

Jika kista ovarium timbul berulang, mungkin dokter akan meresepkan kontrasepsi oral atau pil KB untuk menghentikan ovulasi dan mencegah perkembangan kista baru. Kontrasepsi oral juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Risiko kanker ovarium lebih tinggi pada wanita pasca menopause.

Laparoskopi 

Jika kista berukuran kecil dan setelah pemeriksaan ditemukan adanya kanker, maka dokter bisa melakukan laparoskopi atau operasi pengangkatan kista. Prosedur ini dilakukan  dengan membuat sayatan kecil di dekat pusar dan kemudian memasukkan alat kecil ke perut untuk mengangkat kista.

Laparotomi 

Jika kista berukuran besar, dokter dapat mengangkat kista melalui sayatan yang besar pada perut. Dokter akan melakukan biopsi langsung, dan jika ternyata kista tersebut adalah kanker, maka dokter mungkin saja melakukan histerektomi untuk mengangkat ovarium beserta rahim.

Pencegahan 

Kista ovarium tidak dapat dicegah. Namun, pemeriksaan ginekologi rutin dapat mendeteksi kista ovarium secara dini. Dengan pemeriksaan dinimaka kista dapat ditangani dengan baik, terlebih apabila itu merupakan suatu kista yang ganas atau kanker.

Apalagi gejala kanker ovarium dapat meniru atau mirip dengan gejala kista ovarium yang jinak. Dengan demikian, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.

Jangan lupa untuk memberikan informasi kepada dokter mengenai :
  1. Perubahan siklus menstruasi 
  2. Nyeri panggul yang sedang berlangsung 
  3. Kehilangan nafsu makan 
  4. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan 
  5. Perut terasa penuh dan ada yang membesar.

Demikian artikel tentang kista ovarium ini kami buat, semoga bisa menambah wawasan Anda dan bisa bermanfaaat serta membantu Anda.
Top