Penyebab dan Cara Mengobati Keputihan Warna Coklat

Komentar

Keputihan via tanya.asmaraku.com

Sering mengalami keputihan warna coklat, ketahui penyebabnya terlebih dahulu. Keputihan memang hal yang wajar tetapi jika disertai dengan warna lain bisa saja itu penyakit.

Keputihan warna coklat biasanya terjadi pada akhir periode menstruasi atau bisa juga terjadi pada masa kehamilan. Keputihan normal adalah fungsi tubuh yang sehat, hal ini merupakan bagian dari sistem tubuh wanita. Namun, jika keputihan disertai dengan perubahan warna yang berbeda bisa saja itu pertanda dari kondisi tubuh tertentu. Untuk lebih lengkapnya simak penyebab keputihan warna coklat berikut ini.

Keputihan merupakan sesuatu yang wajar dialami oleh wanita. Tetapi apabila keputihan berwarna coklat, berbahayakah?

Keputihan warna coklat, baik coklat muda maupun coklat gelap, bisa menjadi pertanda kepada kondisi tubuh tertentu. Warna lendir pada keputihan merupakan tanda anda sedang bermasalah pada bagian tertentu di alat reproduksi Anda. Keputihan warna coklat juga bisa disebabkan karena pendarahan yang disebabkan implantasi janin.

Baca Juga : Cara Mengobati Keputihan yang Sudah Berlebihan Cukup Dengan Bahan Alami

Meskipun keputihan berwarna coklat muda bisa saja menjadi jaringan endometrium tua yang tidak dikeluarkan selama menstruasi terakhir, bercak coklat juga bisa saja pertanda bahwa ada masalah yang serius pada tubuh Anda. Inilah penyebab dan cara mengobati keputihan warna coklat.


Keputihan warna coklat via klinikandrologi.com

Penyebab Keputihan Warna Coklat

Normalnya, keputihan berwarna coklat terjadi pada akhir periode menstruasi atau pada masa kehamilan. Selain terjadi pada akhir menstruasi dan pada kehamilan, keputihan warna coklat juga bisa terjadi pada kondisi tertentu, seperti:

1. Pendarahan yang disebabkan implantasi janin

Proses pelekatan telur yang telah dibuahi pada dinding rahim dapat menyebabkan keluarnya bercak darah yang dikenal sebagai bercak implantasi. Bercak perdarahan implantasi janin bisa berwarna merah, merah muda, atau coklat muda, dan merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Keputihan yang tergolong normal ini  bisa terjadi 10-14 hari setelah pembuahan.

2. Atrofi vagina

Kondisi yang juga dikenal sebagai vaginitis atrofi ini terjadi karena kekurangan hormon estrogen, dan paling sering terjadi setelah wanita memasuki masa menopause. Pada vaginitis atrofi, vagina mengalami peradangan dan produksi cairan lubrikasi menurun.

Keluhan yang mungkin muncul, berupa sakit pada saat melakukan hubungan intim, vagina terasa kering, perih, dan mengeluarkan keputihan berwarna kecoklatan.

3. Polip rahim

Polip rahim juga bisa menjadi penyebab kemunculan keputihan berwarna coklat. Tidak hanya keputihan, gejala-gejala lain seperti perdarahan setelah melakukan hubungan intim atau perdarahan menstruasi yang banyak, juga bisa terjadi jika Anda mengalami polip rahim.

4. Servisitis

Meski mayoritas penderita servisitis (radang leher rahim) tidak merasakan gejala atau tanda apapun, beberapa penderita servisitis mungkin akan mengalami keputihan berwarna coklat atau keputihan mengandung darah.

Gejala lain berupa frekuensi buang air kecil menjadi sering, buang air kecil terasa menyakitkan, hingga perdarahan dan nyeri saat berhubungan intim. Jika penyakit ini menyebar ke rahim atau indung telur, dapat menyebabkan radang panggul (PID).

5. Kanker serviks

Keputihan berwarna coklat dapat menjadi tanda adanya kanker serviks. Tanda lain kanker serviks yaitu nyeri di bagian bawah perut atau panggul, nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan dari vagina di luar periode menstruasi atau setelah menopause, dan saat berhubungan seksual.


Keputihan normal via klinikjakartapusat.net

Cara Mengobati Keputihan Warna Coklat

Penanganan keputihan warna coklat perlu disesuaikan dengan kondisi atau penyakit yang mendasarinya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi keputihan berwarna coklat sesuai penyebabnya:

1. Implantasi janin

Umumnya keputihan berwarna coklat yang disebabkan karena implantasi janin akan berhenti dengan sendirinya. Namun jika keputihan berwarna coklat terus terjadi atau disertai keluarnya darah dengan volume yang banyak, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter.

2. Atrofi vagina

Anda disarankan untuk menggunakan pelembap khusus vagina, menggunakan pelumas saat berhubungan seksual, hingga terapi hormon.

3. Polip rahim

Polip rahim terkadang bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu adanya pengobatan. Namun, tindakan operasi pengangkatan polip mungkin akan direkomendasikan oleh dokter, agar polip yang bersarang di rahim dapat diangkat sebelum menimbulkan keluhan.

4. Servisitis

Apabila servisitis yang terjadi disebabkan oleh reaksi alergi, maka hindari paparan penyebab alergi. Namun, apabila servisitis disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai.

5. Kanker serviks

Jika keputihan yang dialami disebabkan oleh kanker serviks, maka pilihan pengobatan yang dapat dilakukan adalah radioterapi, kemoterapi, atau operasi. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi fisik dan stadium atau tingkatan kanker.


Keputihan normal via iniobatkeputihan.com

Untuk mencegah terjadinya keputihan berwarna coklat yang tidak normal atau keputihan abnormal, penting untuk menjaga kebersihan area organ intim dengan benar. Bersihkan area vagina dengan sabun lembut, tidak beraroma, dan hindari produk pembersih wanita atau douche, kecuali atas anjuran dokter. Selalu bersihkan daerah intim Anda dari depan ke arah belakang, untuk  mencegah masuknya bakteri dari sekitar anus ke vagina, yang bisa menyebabkan infeksi.

Keputihan warna coklat umumnya tak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun apabila disertai dengan gejala lain, sebaiknya periksa ke dokter guna mengetahui penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan membantu Anda.
Top