Hukum Jual Beli Barang Antik Menurut Islam

Komentar

Barang antik via blogyasin.com

Ada hukum jual beli barang sesuai ajaran islam, islam sendiri juga memperbolehkan jual beli barang asal dengan jujur dan tidak riba. Namun, bagaimana huku jual beli barang anti? Yuk simak penjelasannya disini.

Pertanyaan: Apakah hukum jual beli barang antik dan perhiasan termasuk perkara mubadzir (diharamkan)? Islam mengatur hukum tukar menukar uang tak boleh. Barang-barang antik sering jadi objek jual beli yang cukup menarik. Islam selama ini memiliki aturan dalam hal transaksi tukar menukar uang begitu juga dengan jual beli barang antik, islam juga memiliki hukumnya.

Bagaimana hukum jual beli barang antik menurut ajaran islam? Yuk, simak penjelasan hukum jual beli barang antik sesuai ajaran islam, lengkap dibawah ini.

Hukum Jual Beli Barang Antik Menurut Ajaran Islam

Pertanyaan:

Apakah hukum jual beli barang antik dan perhiasan termasuk perkara mubadzir (diharamkan)? Seperti pohon-pohon antik, permata langka, dan benda bersejarah yang harganya selangit.

Jawaban:

Secara umum, pertanyaan Anda telah dijawab oleh Komisi Fatwa dan Riset Ilmiah KSA, yang diketuai oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz, tatkala ada pertanyaan yang mengatakan, “Bila Anda berkenan, mohon sebutkan kepada saya nama-nama sepuluh barang yang boleh diperjualbelikan.”

Inilah jawabannya, “Selama benda itu tidak tercampur dengan benda yang haram maka boleh untuk diperjualbelikan, berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَ حَرَّمَ الرِّبَا

‘...Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba….’ (QS. Al-Baqarah: 275)

Jika mengandung kombinasi yang haram, maka haram diperjualbelikan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

‘Sesungguhnya, jika Allah mengharamkan sesuatu, Dia juga mengharamkan harganya (perdagangannya).’

Adapun benda-benda yang mubah (boleh) diperjualbelikan, seperti: daging unta, sapi, kambing, burung yang boleh dimakan jika sembelih secara syar’i, burung merpati, dan ayam. Demikian pula besi, tembaga, emas, perak, kayu/ pohon, biji-bijian yang mubah, dan pakaian yang mubah serta lain-lainnya yang tidak terbatas hanya sepeluh macam, bahkan lebih banyak dari itu.”(Fatawa Lajnah Daimah: 13/28)

Demikian penjelasan mengenai hukum jual beli barang antik menurut ajaran islam, semoga bermanfaat dan bisa membantu Anda.
Top