Arti Luas Iman Kepada Malaikat

Komentar

iman kepada malaikat via qalbu-islam.blogspot.com

Iman kepada malaikat merupakan tanda - tanda orang yang beriman. Beriman kepada malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman. Ingin mempelajari iman kepada malaikat? Yuk simak berikut ini.

Pengertian Iman Kepada Malaikat

Malaikat bentuk jama’ dari kata: ma-la-kun (satu malaikat). Sedangkan kata; ma-la-kun sendiri diambil dari kata ma’-la-kun (مألك) – uluukah (ألوكة), yang artinya ‘risalah (pengutusan)’. (Al Mu’jam Al Wasith, madah: a-la-ka).

Malaikat adalah alam gaib, makhluk, dan hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Malaikat sama sekali tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah. Allah menciptakannya dari cahaya serta memberikan ketaatan yang sempurna serta kekuatan untuk melaksanakan ketaatan itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Para malaikat yang ada di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiyaa: 19 – 20)

Malaikat jumlahnya sangat banyak, dan tidak ada yang mampu menghitungnya kecuali Allah. Dalam hadits Al Bukhari dan Muslim terdapat hadits dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu tentang kisah mi’raj bahwa Allah telah memperlihatkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Al Baitul Ma’mur di langit. Di dalamnya terdapat 70.000 malaikat yang setiap hari melakukan shalat. Siapa pun yang keluar dari tempat itu, tidak kembali lagi.

Iman kepada malaikat mengandung empat unsur

Pertama, Mengimani wujud mereka.

Kedua, Mengimani mereka yang kita kenali nama-namanya, seperti Jibril, dan juga terhadap nama-nama malaikat yang tidak kita kenal.

Ketiga, Mengimani sifat-sifat mereka yang kita kenali, seperti sifat bentuk Jibril, sebagaimana yang pernah dilihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mempunyai 600 sayap yang menutup ufuk.

Malaikat bisa saja menjelma berwujud seorang lelaki, seperti yang pernah terjadi pada malaikat Jibril, tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutusnya kepada Maryam. Jibril menjelma jadi seorang yang sempurna.

Demikian pula ketika Jibril datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sewaktu beliau sedang duduk di tengah-tengah para sahabatnya.

Jibril datang dengan bentuk seorang lelaki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat tanda-tanda perjalanannya, dan tidak seorang sahabatpun yang mengenalinya.

Jibril duduk dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyandarkan kedua lututnya ke lutut Nabi dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya. Ia bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Islam, iman, ihsan, hari kiamat, dan tanda-tandanya.

Demikian halnya dengan para malaikat yang diutus kepada nabi Ibrahim dan Luth. Mereka menjelma bentuk menjadi lelaki.

Keempat, Mengimani tugas-tugas yang diperintahkan Allah kepada mereka yang sudah kita ketahui, seperti bacaan tasbih, dan menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala siang-malam tanpa merasa lelah.

Tugas-tugas malaikat

Di antara mereka ada yang mempunyai tugas-tugas tertentu, sebagai berikut:
  • Malaikat Jibril yang dipercayakan menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul.
  • Malaikat Mikail yang diserahi tugas menurunkan hujan dan tumbuh-tumbuhan.
  • Malaikat Israfil yang diserahi tugas meniup sangkakala di hari kiamat dan kebangkitan makhluk.
  • Malaikat maut (malakul maut) yang diserahi tugas mencabut nyawa manusia.
  • Malaikat Malik diserahi tugas menjaga neraka.
  • Ada malaikat yang diserahi tugan mengurusi janin dalam rahim. Ketika janin sudah mencapai empat bulan di dalam kandungan, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh dan menulis takdir rizkinya, ajalnya, amalnya, derita, dan bahagianya.
  • Ada juga malaikat yang diserahi menjaga dan menulis semua perbuatan manusia. Setiap orang dijaga oleh dua malaikat, yang satu pada sisi dari kanan dan yang satunya lagi pada sisi dari kiri.
  • Ada juga malaikat yang diserahi tugas menanyai orang yang meninggal. Bila mayit sudah dimasukkan ke dalam kuburnya, maka akan datanglah dua malaikat yang bertanya kepadanya tentang Rabbnya, agamanya, dan nabinya.

Manfaat iman kepada malaikat

Pertama, mengetahui keagungan Allah, kekuatan-Nya, dan kekuasaan-Nya. Kebesaran makhluk pada hakikatnya adalah dari keagungan sang Pencipta.

Kedua, syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas perhatian-Nya terhadap manusia dengan mengutus malaikat untuk memelihara, mencatat amal-amal dan berbagai kemashlahatannya yang lain.

Ketiga, cinta kepada para malaikat karena ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikianlah informasi mengenai Iman Kepada Malaikat. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu pengertian iman kepada malaikat, dan tugas-tugas malaikat. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.
Top