5 Tips Penting agar Sehat dan Bugar Selama Ibadah Haji

Komentar

ibadah haji via sangpencerah.id

Ibadah haji adalah rukun (tiang agama) islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa.

Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim sedunia yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan. Dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di arab saudi yang dilaksanakan setahun sekali yang dikenal sebagai musim haji, pada bulan Dzulhijah, atau sekitar bulan September-Oktober.

Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara` berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus. Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka`bah dan Mas`a (tempat sa`i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).

Keadaan yang secara fisik dan finansial mampu melakukan ibadah haji disebut istita'ah, dan seorang Muslim yang memenuhi syarat ini disebut mustati. Haji adalah demonstrasi solidaritas orang-orang Muslim, dan ketundukan mereka kepada Tuhan (Allah).


ilustrasi ibadah haji via kbihalamanah.wordpress.com

Seseorang yang akan melakukan ibadah haji, harus berniat ihram pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dia mesti berada di Makkah pada tanggal tersebut. Kemudian hatinya berniat untuk beribadah haji, dan melafadzkan, “Labbaik Allahumma Labbaik (Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk berhaji).” Setelah itu hendaknya dia terus membaca talbiyah dengan niat ibadah dan sikap penyerahan diri yang mutlak untuk menjawab panggilan Allah dengan membaca, “Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaika Laa Syarika Laka Labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk. Laa Syarika Laka.” (Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, tiada Tuhan selain Engkau. Aku sambut panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya untuk-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu) Sambil memakai baju ihram dan menahan dirinya dari yang diharamkan Allah, sampai dia bertahallul.

Baca Juga : Daftar Biaya Haji Lengkap Terbaru, Serta Tata Cara dan Persyaratan Haji

Dasar Hukum Ibadah Haji

Firman Allah QS. Al-Imran: 97

وَلِلَّهِ عَلىَ النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِيْنَ

Artinya :
“ Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. “

Rosulullah SAW bersabda :

بُنِيَ الاِسْلاَمُ عَلىَ خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاتِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانِ

Artinya :
“Islam itu didirikan di atas 5 (lima) pilar : syahadat tiada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad Rosulullah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari & Muslim)

Jenis - jenis Haji

ilustrasi ibadah haji via klikislam.com

Beribadah haji sejatinya terbagi dalam tiga jenis, pembagian ini dilakukan berdasarkan tata cara atau urutan pelaksanaanya. Ketiga jenis haji tersebut adalah Ifrad, Qiran, dan Tamattu. Umumnya jamaah haji dari Indonesia melaksanakan ibadah haji Tamattu. Di bawah ini penjelasannya.

1. Haji Ifrad, artinya menyendiri

Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.

2. Haji Tamattu`, artinya bersenang-senang

Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu` jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah haji.
Tamattu` dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

3. Haji Qiran, artinya menggabungkan

Pelaksanaan ibadah haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama.

Rukun dan Wajib Haji

ilustrasi rukun dan wajib haji via vianeso.com

Dalam ibadah haji, rukun dan kewajiban dibedakan. Haji seseorang tidak sah bila meninggalkan salah satu rukun haji. Tetapi bila ditinggalkannya bagian dari wajib haji, maka hajinya tetap sah tapi diharuskan membayar dam(denda).

Rukun Haji :

  • Ihram
  • Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah)
  • Sa`ie
  • Wuquf di padang Arafah
Apabila salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa`I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa`I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi`ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa`ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala Madzhabil Arba`ah 1/578).

Wajib Haji

  • Ihram dimulai dari miqat yang telah ditentukan
  • Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
  • Mabit di Mina
  • Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam
  • Melempar jumrah
  • Mencukur rambut
  • Tawaf Wada`

Syarat - Syarat Wajib Haji

  • Islam
  • Berakal
  • Baligh
  • Mampu

Mewakilkan Seseorang Untuk Berhaji

Tidak boleh bagi seseorang berhaji untuk orang lain kecuali setelah ia berhaji untuk dirinya sendiri. Rasulullah bersabda: Berhajilah untuk dirimu sendiri, kemudian engkau berhaji untuknya.

Haji Bagi Anak-anak yang belum Baligh

ilustrasi haji anak-anak via mahad-aly.sukorejo.com

Tidaklah wajib bagi anak-anak untuk berhaji kecuali ia telah baligh. Namun jika ia telah berhaji maka hajinya sah sebagaimana yang telah diriwayatkan Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah berjumpa dengan seorang berkendaraan dikawasan Ar-Rauha beliau bersabda :

"Siapakah kalian? Mereka menjawab : Kami orang-orang muslim, mereka balik bertanya : Siapa anda? Beliau menjawab : Saya Rasul Allah. Lalu ada seorang anak gadis yang masih kecil bertanya : Apakh ini yang disebut haji? Beliau menjawab : Ya dan bagimu pahala"
(HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan An Nasa dishahihkan oleh At Tirmidzi).

5 Tips Penting agar Sehat dan Bugar Selama Ibadah Haji

Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi jemaah haji Indonesia. Ini tips agar sehat dan bugar dalam ibadah haji.

1. Kurangi aktivitas di udara terbuka

ilustrasi aktivitas haji via royalnews.co.id

Umumnya para jamaah berusaha untuk melaksanakan salat arbain (sholat berjamah 40 waktu) di Masjid Nabawi dengan lengkap. Apabila udara sangat tinggi dan gejala dehidrasi mulai terasa, maka sebaiknya jangan paksakan diri.

2. Istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan

Perjalanan yang lama serta proses pembagian kamar yang terkadang berlarut-larut seringkali membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi. Walaupun rasa bersyukur terkadang mengalahkan rasa lelah, namun tubuh tetap perlu istirahat.

3. Minum air yang cukup dan hindari minuman berkafein atau soda


ilustrasi orang haji minum via inspiradata.com

Cegahlah dehidrasi dengan perbanyak minum air mengingat suhu udara yang sangat tinggi. Dengan tersedianya tempat penampungan minum di masjid, usahakan untuk tetap minum. Hindari pula minuman yang mengandung kafein atau soda karena dapat memperberat dehidrasi. Tanda bahwa kita harus tingkatkan konsumsi air adalah dengan melihat warna urin yang berwarna lebih keruh.

4. Makan makanan yang sehat dan seimbangkan dengan pola makan yang teratur

Perhatikan asupan makanan agar tepat waktu dengan gizi seimbang. Makanan yang disediakan untuk jamaah Indonesia biasanya telah disesuaikan dengan selera jemaah Indonesia, sehingga jangan sampai tidak ada asupan makanan sama sekali baik pada pagi, siang ataupun malam hari.

Aktivitas ibadah dan perjalanan menuju masjid dapat menghabiskan energi sehingga perlu diimbangi dengan makan yang cukup. Asupan makanan juga harus dijaga dengan gizi yang seimbang karena apabila tidak baik maka dapat berdampak buruk pada daya tahan tubuh kita. Perhatikan pula agar makanan yang dikonsumsi itu bersih dan relatif baru agar tidak terjadi keracunan makanan.

5. Lakukan pemeriksaan rutin

ilustrasi pemeriksaan haji via haji.okezone.com

Hal berikut perlu dilakukan agar masalah kesehatan segera diatasi dan tidak berlarut. Perlu diperhatikan pula bahwa kontak sesama jamaah cukup dekat sehingga apabila seseorang mengalami flu dapat dengan mudah menular kepada orang lain. Oleh karenanya sesama jemaah dapat selalu mengingatkan apabila terdapat anggota kelompok yang sakit agar segera menghubungi petugas kesehatan dan siap memberikan pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Cara Cek Keberangkatan Haji Menurut Nomor Porsi Haji Terbaru 2018

Itulah penjelasan tentang ibadah haji, kenali dan pahami dengan baik istilah-istilahnya agar nanti mudah mengerjakannya. Mohon maaf jika pembahasannya kurang lengkap. Semoga bermanfaat bagi Anda.
Top