Doa Agar Orang yang Menyakiti Kita Menyesal Akan Kesalahannya

Komentar

doa agar orang yang menyakiti kita menyesal  via sdi.id

Disakiti? Siapa sih yang mau. Tentu tak akan ada yang menjawab mau. Namun permasalahan dalam hidup selalu datang begitu saja. Kadang kita pun merasa disakiti oleh seseorang. Nah inilah doa agar orang yang menyakiti kita menyesal.

Semua persoalan yang datang sejatinya yakni ujian yang membuat kita menjadi lebih tegar dan tabah dalam menjalani kehidupan.

Ketika ada orang yang menyakiti kita misalnya, kita harus tetap berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepada sang Maha Hidup biar senantiasa diberi akomodasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Inialah doa agar orang yang menyakiti kita menyesal dan menyadari kesalahannya beserta tips menghadapi masalah dan permusuhan.

Doa Agar Orang Yang Menyakiti Kita Menyesal – Disakiti adalah salah satu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun di dunia ini. Apalagi jika hati kita yang tersakiti, rasanya akan lebih sakit dibandingkan sakit gigi.

Dalam kehidupan kadang disakiti dan menyakiti adalah hal yang biasa terjadi. Terkadang keluarga, sahabat, orang tua, anak, tetangga dan teman kerja menyakiti hati kita baik sengaja maupun tidak. Nah, bagaimana agar orang yang telah menyakiti kita menyesal?

Ada sebuah doa agar orang yang menyakiti kita menyesal yang bisa anda amalkan untuk menyadarakan mereka.

Bukan dengan membalas dendam dengan cara kekerasan, namun menyadarkan seseorang yang menyakiti kita bisa dilakukan dengan cara yang baik. Bahkan Nabi Muhammad SAW membalas kebaikan kepada setiap orang yang menyakitinya.

Baca Juga : Doa Untuk Orang Tua Agar Mereka Selalu Diberikan Rezeki Berkah dan Diampuni Segala Dosanya

Doa Agar Orang yang Menyakiti Kita Menyesal 

Bahkan doa agar orang yang menyakiti kita menyesal ini adalah ajaran dari Rasulullah SAW. Adapaun doanya adalah sebagai berikut.

1. Muhasabah Pertama, kita harus mencoba bermuhasabah atau introspeksi diri

Apakah gerangan yang membuat orang lain menyakiti kita. Apakah mungkin ia menyakiti atas dasar kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan padanya? Ataukah semua ini akibat dosa-dosa kita yang terdahulu? Kita masing-masinglah yang bisa menjawab kedua pertanyaan ini.

2. Dekatkan Diri kepada Allah Kedua, dekatkan diri kita kepada Alloh 

Bersyukurlah karena Alloh telah menjadikan kita sebagai pihak yang teraniaya. Bersabarlah dan berdoalah. Karena doa orang-orang yang teraniaya adalah doa-doa yang makbul.

Kita tidak perlu mendoakan hal buruk pada mereka yang menyakiti kita. Berdoalah yang baik untuknya, misalkan dengan doa agar orang yang menyakiti kita menyesal dan menyadari kesalahannya sebagaimana berikut.

Ya Allah, bimbinglah kami agar senantiasa dapat mengambil hikmah dari semua kejadian. Jadikanlah kami sebagai hamba yang dapat menahan amarah. Lapangkan hati kami agar senantiasa mau memaafkan segala kesalahan.

Berikan kekuatan pada kami untuk mampu membalas segala keburukan dengan kebaikan. Ya Allah, sadarkan kami bahwa semua hal yang telah dan akan terjadi ialah atas kehendak-Mu dan atas taqdir-Mu.

Jadikan setiap taqdir yang Kau jadikan kepada kami, supaya selalu membawa kami lebih dekat kepada-Mu. Ya Allah ampunilah dosa kami dan dosa orang yang telah menyakiti kami. Satukanlah hati kami dengan marifah-Mu. Amin.

3. Kasihi Orang yang Menyakiti Kita 

Ketiga, kasihilah orang yang menyakiti kita. Jika luka dibalas luka, tentu permusuhan tak akan pernah ada habisnya. Berikanlah kelembutan, bukan balas dendam, karena siapa tahu orang yang menyakiti kita adalah orang yang kelak akan menolong kita dalam kesulitan.

4. Kendalikan Amarah 

Keempat, kendalikan amarah. Jika kita menuruti amarah, kita tidak akan pernah diuntungkan, justru ada 2 kerugian yang mutlak diperoleh oleh kita. Kerugian pertama, kita telah disakiti orang, dan kerugian kedua kita disakiti oleh diri kita sendiri karena sejatinya amarah akan merusak perasaan kita.

Oleh karenanya, tahanlah diri Anda. Doa agar orang yang menyakiti kita menyesal adalah hal yang lebih baik dibanding menuruti nafsyu setan. Anggap saja kesakitan dan kedzoliman yang dilakukan olehnya dapat menjadi penebus dosa.

5. Menyadari

Sadarilah bahwa semua yang terjadi, termasuk pertengkaran dan masalah yang Anda alami adalah atau takdi, qodo dan qodarulloh. Kita sebagai hamba hanyalah menjadi perantara untuk terjadinya sesuatu, sedangkan yang berkehendak atas semua hanyalah Alloh semata.

6. Maafkan 

Keenam, maafkanlah. Tidak ada yang lebih indah dibanding rasa saling memaafkan. Maafkanlah orang yang telah menyakiti kita agar kebaikan bisa kita raih. Maafkan dengan ikhlas.

Bukankah Alloh Yang Maha Pemaaf selalu memaafkan dosa-dosa kita? Kenapa sebagai mahluknya kita tak bisa belajar untuk saling memaafkan?

Nah, demikianlah yang sebaiknya kita lakukan ketika merasa tersakiti oleh orang lain. Jadi jangan balas kesakitan Anda dengan dendam dan amarah yang membara.

Balaslah dengan doa agar orang yang menyakiti kita menyesal dan sadar atas kesalahan dan kekhilafannya. Semoga bermanfaat!
Top