Cara Memilih, Menyimpan, Mengolah dan Anjuran Konsumsi Daging Sapi

Komentar

daging sapi via bripoin.com

Mengolah daging sapi itu butuh trik agar enak disantap. Bener nggak? Masakan daging sapi yang lezat ditandai dengan daging yang lembut dan mudah dicerna.

Untuk mengolah gaging sapi yang benak tidak lah sulit lho. Ikuti cara-cara berikut dalam pengolahan daging sapi.

Mengolah daging sapi itu butuh trik agar enak disantap. Bener nggak?

Siapa sih yang nggak pernah makan daging sapi? Pasti hampir semua orang pernah mencicipinya, kecuali kamu termasuk pecinta vegetarian.

Banyak makanan-makanan di Indonesia yang berbahan dasar daging sapi, contohnya adalah rendang.

Rendang adalah makanan yang sudah terkenal di dunia ini enaknya bisa menggoyang lidah dan bikin nambah porsi makan!

Untuk mengolah daging sapi, kita membutuhkan penanganan yang benar dan aman.

Ketika membeli daging di pasar atau supermarket, kita harus teliti  karena jika tidak takutnya kita malah memilih daging yang kurang baik, kurang segar, atau bahkan sudah busuk.

Memang mengolah daging sapi itu nggak mudah, perlu trik khusus agar bisa mendapatkan yang segar, cara membersihkannya hingga menyimpan agar daging bisa bertahan lama.

Tak hanya jumlah konsumsi daging sapi yang harus diawasi, cara menyimpan dan mengolahnya pun harus diperhatikan. Berikut beberapa cara sehat untuk menyimpan, mengolah, dan mengonsumsi daging sapi:

Memilih daging sapi

Pilih bagian daging sapi yang lemaknya sedikit seperti paha belakang, paha depan, has luar (sirloin), atau pinggang.

Pilih daging sapi yang berwarna merah segar dan bersih. Jauhi daging sapi yang sudah berwarna kecokelatan, berlendir, atau tampak kotor.

Sebaiknya konsumsi daging sapi asli, bukan daging olahan seperti daging asap, hot dog, atau sosis.

Menyimpan daging sapi

Simpan daging sapi di kulkas bersuhu 1 derajat Celcius atau di freezer bersuhu -18 derajat Celcius segera setelah membeli Hal ini berguna untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisi daging sapi, dan memperpanjang umur simpan makanan.

Jika disimpan di kulkas, daging sapi mentah sebaiknya hanya disimpan selama satu atau dua hari. Sedangkan daging sapi masak, dapat bertahan selama tiga hingga empat hari.

Apabila disimpan dalam freezer, daging sapi mentah bisa bertahan hingga tiga atau empat bulan, sedangkan daging sapi matang dua hingga enam bulan.

Simpan daging sapi dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Jika ingin mencairkan daging sapi yang beku, taruh dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Mengolah daging sapi

Sebelum dan setelah memegang daging sapi, jangan lupa cuci tangan selama setidaknya 20 detik dengan air bersih dan sabun agar bakteri di tangan tidak menyebar.

Gunakan pisau dan talenan yang berbeda ketika mengolah daging sapi agar bakteri tidak menyebar ke bahan makanan lain.

Buang lemak daging terlebih dahulu sebelum dimasak, terutama jika ingin membuat sup atau semur.

Jika ingin memasak daging sapi, disarankan untuk memanggangnya atau merebusnya, bukan menggoreng.

Jika digoreng, gunakan minyak yang sehat bagi jantung, seperti minyak bunga matahari, minyak kanola, minyak kedelai, atau minyak zaitun. Masak daging sapi dalam penggorengan, oven, atau air bersuhu setidaknya 71 derajat Celcius untuk membunuh bakteri.

Mengonsumsi daging sapi

Konsumsi sayuran berserat yang dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol setelah mengonsumsi daging sapi. Batasi konsumsi daging sapi yang tinggi zat besi jika sedang diberikan suplemen zat besi oleh dokter. Hal ini guna mencegah kelebihan zat besi dalam darah.

Dengan cara-cara di atas, Anda dapat menyantap menu daging sapi tanpa rasa khawatir. Selain itu, terapkan pola makan bernutrisi seimbang dan berolahragalah dengan rutin, agar tubuh Anda tetap sehat.
Top