Belajar Dari Penyakit Langka Ayah Alice Norin, Perhatikan Ini Ketika Mengkonsumsi Makanan

Komentar

Papa Alice Norin terjangkit penyakit langka, dilansir dari isntagram @alicenorin.

Kesedihan tengah dialami artis Alice Norin...

Hal ini terjadi karena sang ayah tengah terbaring di rumah sakit akibat penyakit langka dari makanan.

Oleh karena itu kita harus perhatikan ini sebelum mengkonsumsi makanan.

Alice Norin membagikan kisah sakit yang diderita ayahnya lewat akun istagramnya @alicenorin, Rabu, 15/8/2018.

Dalam keterangan ungghan tersebut, Alice menyebut ayahnya mengidap penyakit langka karena makanan.



Berikut isi unggahannya:

Thank you for your concern untuk yang udah nanyain kondisi papa lewat dm dan ikut mendoakan kesembuhan papa. 👨‍👧

Jadi sebetulnya beberapa minggu ini papa bermasalah sama pencernaan, diare sampai berat badan turun 7kg. Awalnya badan lemes terus dan selalu cape tanpa sebab. 😥

Akhirnya, kemarin cek ke dokter dan dokter refer utuk tes darah, faeces dan colonoscopy untuk cari tau permasalahan yang ada di usus besarnya. 😢

Agak drama juga semalam karena papa harus minum obat pembersih usus yang bikin beliau terlihat kesakitan luar biasa. Sampe gak tega liatnya! 😭😭

Tapi alhamdulillah tadi ususnya sudah bersih dan colonoscopy-nya berhasil, walaupun ternyata papa harus dirawat karena ternyata beliau kena amoeba di ususnya. ☹️

Jenis penyakitnya langka banget, tapi yang pasti penyebabnya dari bakteri makanan/minuman yang dikonsumsi. Akhirnya, sekarang beliau betul-betul harus jaga makanan untuk tau kondisinya beberapa hari ke depan. Mudah-mudahan keadaan papa lebih baik. Amin. 🙏

Mohon doanya ya, teman-teman... Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan dan hindari makan sembarangan, terima kasih banyak dari papa dan aku atas perhatian teman-teman semua! 😇 #Bismillah #loveyoupapa

Belajar dari penyakit yang dialami Papa Alice Norin, berikut yang perlu anda perhatikan.

Beberapa makanan bahkan punya potensi membawa bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit berbahaya untuk tubuh, seperti dilansir dari Live Science, paling tidak ada 8 bakteri dalam makanan yang harus kita hindari.

1. E.coli

Bakteri dengan nama Escherichia coli hidup di usus manusia dan hewan seperti sapi, domba, dan kambing.

Bakteri ini sering ditemukan dalam daging sapi mentah maupun setengah matang, susu mentah, jus, dan air yang terkontaminasi.

Jika masuk ke tubuh, gejala yang ditimbulkan karena infeksi E.coli seperti diare, sakit perut, dan muntah yang berlangsung selama 5 hingga 10 hari. Jenis E.coli O157: H7, bahkan menyebabkan diare berdarah, gagal ginjal, hingga kematian.

2. Campylobacter

Bakteri Campylobacter jejuni adalah bakteri bentuk spiral yang ada di dalam ayam dan sapi.

Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi dengan gejala umum diare, keram, sakit perut, dan demam selama 2-5 hari setelah terpapar. Diare bisa berdarah dan disertai mual dan muntah.

Meski infeksi bersifat ringan, namun infeksi pada anak-anak yang masih kecil, orang tua, dan individu yang mengalami imunosupresi (penurunan reaksi pembentukan antibodi akibat kerusakan organ limfoid), bisa berakibat fatal.

3. Listeria

Bakteri Listeria monocytogenes biasanya ditemukan di tanah atau di air. Tapi juga ada di makanan mentah, makanan olahan, dan susu yang tidak dipasteurisasi. Listeria dapat tumbuh dan menyebar, bahkan dalam suhu dingin.

Gejala infeksi listeria termasuk demam, menggigil, sakit kepala, sakit perut, dan muntah. Beberapa orang seperti ibu hamil, janin, dan orang di atas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi yang berakibat fatal.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan menggosok lebih dahulu makanan seperti melon dan timun dengan sikat bersih dan menjaga kulkas tetap kering, terutama jika basah karena jus dan daging mentah. Makanan pabrik juga harus disimpan tidak lebih dari dua minggu. Daging iris juga tidak boleh lebih dari 3-5 hari di kulkas.

4. Vibrio 

Bakteri Vibrio Parahaemolyticus hidup di air asin sehingga bakteri ini sering ditemukan dalam makanan laut yang masih mentah.

BACA JUGA: Luar Biasa! Seandainya Tahu Dari Dulu, Pasti Semua Orang Rajin Makan Bawang Putih Bakar

Gejala yang ditimbulkan seperti diare disertai dengan keram perut, mual, muntah, demam, dan menggigil dalam 24 jam.

Gejala bisa bertahan hingga 3 hari. Infeksi makin para pada orang yang kekebalan tubuhnya lemah.

5. Toxoplasma

Parasit Toxoplasma Gondii jarang menimbulkan gejala parah karena sistem kekebalan tubuh mencegah parasit tersebut menyebabkan penyakit.

Gejala umumnya seperti flu, sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam. Sayangnya, gejala ini sering diabaikan padahal infeksi ini menyebabkan kerusakan otak, mata, dan organ tubuh lain. Terutama bagi wanita hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Parasit ini bisa berkembang menjadi infeksi ketika bersentuhan dengan kotoran kucing. Bisa juga terbawa saat memakan daging yang terkontaminasi, mentah, atau tidak dimasak dengan benar, serta minum air mentah yang mengandungnya.

6. Salmonella

Bakteri Salmonella ditemukan pada daging unggas mentah, telur, daging sapi, dan kadang pada buah serta sayuran yang tidak dicuci.

Infeksinya bakteri ini menyebabkan gejala demam, diare, keram perut, dan sakit kepala. Biasanya akan berlangsung 4-7 hari.

Terkadang tanpa pengobatan pun salmonella tidak akan berbahaya. Tapi bagi orang tua, bayi, dan orang dengan kondisi penyakit kronis, hal ini bisa menyebabkan kematian.

7. Norovirus

Infeksi Norovirus menyebabkan penyakit radang lambung dan usus atau gastroenteritis.

Virus ini ditemukan pada makanan atau minuman yang terkontaminasi. Selain itu, juga bisa menyebar pada permukaan benda atau kontak dengan orang yang terinfeksi.

BACA JUGA: Disebutkan Dalam Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Jahe yang Tak Terduga

Gejala yang ditimbulkan seperti mual, keram perut, muntah, diare, sakit kepala, demam dan kelelahan, cenderung berlangsung selama beberapa hari dan menular.

Kebanyakan orang akan sembuh sendiri. Namun, bagi mereka yang kekurangan cairan mungkin akan butuh rawat inap.

8. Clositridium botilinum

Bakteri ini ditemukan di tanah, debu, atu sungai dan merupakan bakteri yang paling berbahaya.

Botulisme adalah suatu penyakit langka yang jarang sekali berpotensi fatal. Penyakit ini disebabkan oleh racun yang berasal dari bakteri Clostridium Botulinum.

Racun dihasilkan oleh bakteri Clostridium Botulinum adalah racun yang menyerang sistem saraf (saraf, otak, dan sumsum tulang belakang) dan dapat menyebabkan kelumpuhan (kelemahan otot) yang secara bertahap menyebar ke seluruh tubuh dari kepala hingga kaki.

Racun-racun ini menghentikan sel-sel saraf melepaskan zat kimia yang disebut asetilkolin yang dapat menyebabkan kelumpuhan secara bertahap dan akan memburuk hingga fatal jika tidak ditangani.

Untuk penanganan semua bakteri, masaklah segala bahan makanan hingga benar-benar matang. Hindari juga minum jus dan susu pasteurisasi. Cuci tangan setelah mengolah makanan mentah, dan bersihkan meja serta peralatan dapur setelah digunakan.

Demikian, semoga anda lebih berhati-hati lagi dalam menjaga kesehatan, serta memperhatikan makanan yang akan anda konsumsi.
Top