Baru Berusia 15 Tahun, Gadis Ini Sudah Jadi Mahasiswi di Fakultas Kedokteran Unpad

Komentar

Baru berusia 15 tahun sudah masuk Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad).

Kok bisa ya?

Apasih rahasianya sampai bisa masuk kuliah di usia 15 tahun? Kedokteran lagi?

Pada umumnya seorang masuk ke perguruan tinggi di usia 17 tahun.

Tapi hal ini berbeda dengan remaja putri bernama Rein Vidya Banafsha.

Di usianya yang masih menginjak 15 tahun, dia sudah menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) di tahun akademik 2018/2019.

Perempuan kelahiran 3 Oktober 2002 ini bahkan lolos lewat seleksi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dia menjadi mahasiswa termuda di antara rekan seangkatannya.

Dikutip dari laman resmi Unpad, remaja asal Tasikmalaya ini memang telah mengikuti kelas akselerasi saat duduk di bangku sekolah.

Rein menyelesaikan studi di SMPN 5 Tasikmalaya dalam waktu 2 tahun.

Hal itu juga dilakukannya ketika masuk ke SMA. Dia lulus dari SMAN 1 Tasikmalaya hanya dalam waktu 2 tahun.

Ketika ditanya mengapa memilih Kedokteran Unpad. Rein mengaku bahwa kuliah di Kedokteran Unpad bebas dari biaya. Selain itu, Rein mengaku siap mengabdi sebagai dokter di wilayah mana saja.

Nah, semangat juang Rein ini patut ditiru anak-anak lainya.

Apa sih program percepatan sekolah itu?

Program percepatan belajar (akselerasi) adalah program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dengan penyelesaian waktu belajar lebih cepat/ lebih awal dari waktu yang telah ditentukan, pada setiap jenjang pendidikan.

BACA JUGA: Sangat Miris! Siswa SMP Tertangkap Jual Sabu, Terungkap Bosnya Juga Masih Bau Kencur

Bagaimana sih agar bisa masuk program Akselerasi?

Pada umumnya, sekolah-sekolah menetapkan anak dengan tingkat intelegensia (IQ) 130 sebagai syarat dasar.

Akan tetapi, anak-anak dengan IQ di atas 130 juga perlu dilihat dari bukti motivasi dan kreatifitasnya.

Karena anak dengan IQ di atas 130, namun tidak menunjukkan prestasi belum tentu bisa masuk program kelas akselerasi.

Begitu juga jika motivasi si anak tidak tinggi, dia tidak bisa mengikuti kelas akselerasi, karena dia perlu mendapat pertolongan atau dorongan untuk mengerjakan segala sesuatunya.

Anak-anak berIQ kurang dari 130, tetapi berprestasi dan memiliki daya juang atau semangat belajar yang tinggi, sebaiknya tidak masuk kelas akselerasi, karena akan membuat dirinya tidak mencapai hasil belajar yang maksimal.

Nah, jika kalian ingin masuk kelas ini tentunya butuh usaha keras dalam belajar serta semangat yang luar biasa.

Dan bagi orangtua yang ingin memasukkan anaknya ke kelas akselerasi, perlu bagi anda untuk mempersiapkan anak-anak dalam kondisi belajar yang ekstra, serta memberikan motifasi luar biasa bagi mereka.
Top