Bagi yang Masih Protes Suara Adzan! Perlu Anda Tahu, Inilah Fakta Tentang Adzan

Komentar

Gambar ilustrasi suara adzan, (Gambar: tribunnews.com)

Masyarakat kembali dihebohkan oleh kasus diduga penistaan agama di Medan.

Seorang wanita muda menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan karena mengeluhkan pengeras suara adzan yang dianggapnya terlalu keras.

Berikut fakta-fakta Adzan yang harus anda ketahui!

Meiliana menjadi nama yang paling disorot pada pekan ini. Pasalnya, wanita yang tinggal di Medan, Sumatera Utara tersebut mendapat hukuman penjara 18 bulan karena memprotes volume suara azan yang dianggap terlalu keras.

Untuk informasi, Meilana adalah warga etnis Tionghoa yang beragama Buddha. Dikutip dari liputan6.com, Meliana menganggap volume suara azan yang ada di komplek rumahnya terlalu keras, ia langsung dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara.

Hukuman penjara 18 bulan kepada Meiliana sontak menjadi perhatian di Tanah Air. Bahkan, di Twitter nama Meiliana menjadi salah satu trending topic terpopuler Twitter di Indonesia.

Akan tetapi tahukah Anda? Ternyata adzan adalah penyelamat kita dari kemtian.

Terdapat beberapa hal menajubkan dibalik kumandang adzan.

Di negara Indonesia atau negera yang mayoritas penduduknya muslim tentu sering mendengarkan adzan ketika waktu sholat.

Adalah hal yang sangat kita syukuri, kita umat islam yang tinggal di negara ini karena suara lantunan adzan masih sering kita dengar.

Berbeda dengan di negara lain, negara yang mayoritas penduduknya non-muslim, terkadang mencari masjid atau tempat ibadah saja sulit apalagi mendengar suara adzan.

Panggilan untuk melaksanan ibadah kepada Allah selalu terdengar lima kali dalam sehari. Adzan bisa menjadi pengingat dan penyemangat bagi kita untuk bergegas melaksanakan sholat.

Berikut fakta-fakta tentang Adzan:

1. Dunia Pasti Kiamat Ketika Adzan Berhenti Berkumandang

Kita tahu bahwa adzan merupakan seruan untuk melaksanakan ibadah sholat. Dengan masih terdengarnya suara adzan berarti umat manusia masih melaksanakn perintahNya dan mohon ampun kepadaNya.

Bagaiamana jika adzan sudah berhenti berkumandang? Tentu di dunia ini tidak ada lagi yang namanya ibadah, orang-orang yang ke masjid pun tidak ada.

Lantas tunggu apa lagi? Kiamat tidak terjadi jika masih ada satu orang yang beribadah dan mohon ampun kepada Allah.

Jika Allah sudah melihat bahwa tidak ada lagi atau tidak ada satupun hambanya yang taat dan beribadah, maka saat itulah bumi akan dihancurkan.

2. Adzan Tak Pernah Berhenti, Ia Selalu Berkumandang Bersahut-sahutan

Terdapat jeda antara waktu sholat 5 waktu. Tapi, sejatinya adzan tidak pernah berhenti berkumandang.

Kita tahu bahwa bumi berotasi terhadap matahari.

Hal ini mempengaruhi perubahan waktu, antara daerah di belahan bumi timur dan belahan bumi barat tentu memiliki waktu yang berbeda, terdapat selisih waktu.

Ketika satu tempat selesai adzan maka waktu akan bergeser dan kemudian adzan akan dikumandangkan di tempat lain.

Begitulah seterusnya, lantunan adzan seolah bersahut-sahutan dan mengiringi perputaran bumi pada porosnya.

Ulama mengatakan bahwa jika adzan mengalami jeda yang lama dan tidak lagi bersahutan, maka bisa menjadi tanda akan datang kiamat kubra.

3. Adzan Tidak Hanya Panggilan Untuk Sholat

Selain dikumandangkan untuk menyerukan panggilan sholat, terdapat beberapa kondisi yang disunahkan untuk mengumandangkan adzan.

Antara lain ketika bayi lahir dan ketika hendak menguburkan jenazah.

Saat bayi lahir kita disunahkan untuk membisikan adzan di telinga si bayi, agar kelak saat dewasa nanti anak tersebut tahu kewajibannya.

Ketika jenazah akan dikubur juga diadzani. Hal ini memberikan pesan kepada kita bahwa kita harus tetap beribadah hingga ajal menjemput.

4. Adzan Sebagai Ikrar Kemenangan Perang

Pada zaman Rasulullah, adzan juga berfungsi untuk memperkuat ukhuwah saat melakukan perang. Salah satu contohnya adalah ketika peristiwa Fathul Makkah (Kemenagan Kota Mekkah).

BACA JUGA: Masya Allah! Penuh Haru, Beginilah Potret Salat Idul Adha Pertama di Pedalaman Papua Barat

Pada saat itu Mekkah pertama kalinya dikuasai umat muslim secara keseluruhan. Rasulullah mengutus Bilal Bin Rabbah untuk naik ke Kakbah dan mengumandangkan adzan.

Jadi bisa dikatakan adzan bisa menjadi lambang persatuan kaum muslimin.

5. Begitu Besarnya Pahala Adzan

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu juga, ia mengabarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوْا

Seandainya orang-orang mengetahui besarnya pahala yang didapatkan dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak dapat memperolehnya kecuali dengan undian niscaya mereka rela berundi untuk mendapatkannya…” (HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 980)

Muawiyah radhiallahu ‘anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمؤَذِّنُوْنَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 850)

Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu mengabarkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ إِلاَّ شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah jin dan manusia serta tidak ada sesuatu pun yang mendengar suara lantunan adzan dari seorang muadzin melainkan akan menjadi saksi kebaikan bagi si muadzin pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 609)

Masya Allah, itulah beberapa fakta yang sangat menajubkan tentang adzan.

Adanya adzan di dunia ini merupakan rahmat dari Allah, akan tetapi berhentinya adzan adalah tanda awal kehancuran dunia.

Demikian, Wallahu A'lam.
Top