Mempelajari Alat Musik Kecapi yang Terkenal Unik

Komentar

alat musik kecapi via kata.co.id

Sebagai generasi muda Indonesia. Akan lebih baiknya kita mengenal dan mempelajari beragam budaya yang ada di Indonesia. Salah satu budaya Indonesia yang terkenal adalah alat musik kecapi.

Alat musik merupakan suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan menghasilkan musik. Dengan adanya alat musik, suatu lagu maupun pertunjukan akan lebih hidup dan dapat dinikmati.

Indonesia kaya akan budaya lho, mulai dari pakaian adat, rumah adat, bahkan sampai alat musik daerah. Keberagaman budaya Indonesia ini sudah tidak diragukan lagi. Hal ini dengan adanya pengakuan dari UNESCO. Agar rasa cintamu terhadap budaya Indonesia semakin bertambah. Yuk kenali alat musik kecapi yang kami ulas pada atikel ini.

Baca Juga : 6 Gambar Alat Musik Tradisional Bali, Fungsi dan Cara Memainkannya

Mengenal Alat Musik Kecapi Dari Daerah Sunda

ilustrasi alat musik kecapi via su.wikipedia.org

Kecapi merupakan alat musik yang berasal dari tatar Sunda, alat ini biasanya digunakan untuk mengiringi tembang sunda,  kecapi sendiri berasal tanaman sentul yang diyakini dari jaman dahulu digunakan untuk pembuatan kecapi.

Dalam perkembangannya alat musik kecapi tidak hanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu sunda. Namun juga mengiri lagu-lagu non sunda, baik itu pop maupun dangdut dan lagu-lagu lainnya.

Jika teman-teman mengenal Guzheng atau kecapi Cina, tentunya tidak terlalu sulit untuk mempelajari cara memainkan alat musik kecapi ini. Ketika teman-teman mempelajari cara memainkan kecapi, tentu nantinya juga harus mengetahui jenis nada yang dihasilkan.

Dalam penggunaannya sehari-hari, alat musik kecapi biasa dimainkan sebagai alat musik utama dalam pementasan Tembang Sunda atau yang dikenal dengan Mamaos Cianjur. Beberapa event seperti kegiatan pawai yang menampilkan kesenian daerah juga turut menghadirkan alat musik ini

Manfaat atau Fungsi dari Alat Musik Kecapi

ilustrasi fungsi kecapi via ragamseni.com

Sebagai alat pengiring, kecapi dapat dimainkan atau terbagi menjadi kecapi indung atau kecapi rincik. Kecapi induk atau kecapi indung merupakan kecapi yang biasanya berfungsi dan digunakan untuk memimpin adanya iringan musik dengan cara dalam memberikan bridges, intro, dan bahkan interlude, serta tempo.

Sedangkan kecapi anak atau kecapi rincik ini  berfungsi untuk memperkaya  iringan musik dengan mengisi ruang di antara nada dengan frekuensi nada yang tinggi.

Bentuk Alat Musik Kecapi

Membahas mengenai bentuk dari alat musik kecapi bahwa kecapi terbagi menjadi dua bentuk, yakni kecapi parahu dan kecapi siter. Kecapi parahu sendiri terbentuk dari suatu bentuk kotak resonansi yang pada bagian bawah kotak tersebut dibuat lubang resonansi yang mana berfungsi untuk menjadikan suara keluar.

Nah, mengapa dinamakan parahu, hal ini dikarenakan sebab pada sisi-sisi yang terdapat pada kecapi menyerupai bentuk dari perahu. Sedangkan kecapi siter sendiri ialah kotak resonansi dengan desain bidang rata yang sejajar.

Kecapi siter tidak jauh berbeda dengan kecapi parahu. Pada bagian bawah dan atasnya membentuk trapesium. Dalam proses penggunaannya, Kecapi biasanya dapat ditala dengan berbagai macam laras yang ada seperti slendro, pelog, atau pun madenda.

Bahan Untuk Membuat Alat Musik Kecapi

Mungkin Anda penasaran, apa sih bahan baku untuk pembuatan dari alat musik kecapi? Alat musik kecapi ini bahan bakunya berupa kayu Kenanga. Kayu kenanga tersebut biasanya sudah direndam dalam waktu tiga bulan.


ilustrasi pembatan kecapi dari kayu kenanga via jawapos.com

Untuk menghasilkan suara yang bagus, kecapi biasanya menggunakan senar yang terbuat dari bahan tembaga, logam serta adanya campuran emas. Namun tentu saja senar seperti itu harganya lumayan mahal. Untuk itu pada umumnya kecapi menggunakan senar yang terbuat dari kawat berbahan baja.

Teknik Petikan Kecapi

Teknik pemetikan kecapi terbagi menjadi tiga yakni, teknik petikan dijambret, teknik sintreuk toel, dan yang ketiga adalah teknik petikan dijeungkalan.

Teknik petikan yang pertama yakni teknik petikan dijambret. Posisi tubuh dan gerakan jari memang mirip dengan posisi ketika menjambret yaitu dengan gerakan jari-jari dengan menyembunyikan tiga buah nada bersamaan. Teknik petikan dengan nama teknik dijambret biasanya dimainkan dalam iringan lagu Sunda dengan alunan intonasi yang cepat.

Teknik petikan yang kedua adalah teknik sintreuk toel. Cara atau teknik ini dilakukan dengan cara memetik dengan menggunakan telunjuk kanan serta dua buah telunjuk jari. Posisi telunjuk tangan kanan melipat ke arah dalam dan pada ujung kuku menyentuh senar-senar kecapi dengan menjentik. Kemudian pada telunjuk tangan kiri posisinya adalah agak melengkung ke bagian bawah dan pada ujung kuku menyentuh senar-senar kecapi.

Teknik petikan kecapi yang terakhir adalah teknik petikan dijeungkalan.Teknik tersebut mirip dengan teknik petikan dengan metode dijambret, hal ini dilakukan dengan posisi tangan kanan yan digunakan sebagai penyaji iringan musik serta tangan kiri untuk penyaji suara bebas.


Notasi dan Penalaraan

Nah, alat musik kecapi ini dalam memainkannya menggunakan notasi degung. Apa sih notasi degung? Notas degung merupakan notasi yang merupakan notasi bagian dari suatu sistem yang dinamakan sistem heptachordal pelog.

Selain itu adalah nada dalam sistem kecapi Sunda ini mempunyai lima tangga nada pentatonis yakni Da, MI, Na, Ti, dan La. Dalam sebuah pertunjukan, biasanya kecapi digunakan bersamaan dengan suling sunda. Perpaduan alat musik kecapi dan suling akan menghasilkan suara dan alunan yang indah dan nyaman di dengar.

Baca Juga : 7 Alat Musik Arab yang Terbilang Unik

Demikian informasi mengenai alat musik kecapi. Anda bisa memainkan jika memiliki waktu luang. Akan tumbuh rasa puas dan bahagia ketika Anda bisa memainkan alat musik kecapi. Tentunya, rasa cinta terhadap tanah air juga akan semakin bertambah. Semoga bermanfaat ya.
Top