Adab Ziarah Kubur Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Komentar

adab ziarah kubur via avepress.com

Ziarah kubur harus sesuai dengan tuntunan syari'at yang mulia Nabi Muhammad saw. Terlepas dari hukumnya, umat Islam juga harus memperhatikan secara saksama adab ziarah kubur. 

Adab ziarah kubur senantiasa mempertimbangkan adakah perilaku ritual di dalamnya memunculkan praktik kesyirikan yang menyesatkan atau tidak. Inilah Adab ziarah kubur menurut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Adab ziarah kubur- Dalam Islam ziarah kubur merupakan amalan yang disyariatkan (dianjurkan) kepada kaum muslimin supaya dapat mengingat kematian bagi yang masih hidup. Sehingga hatinya akan luluh, sering menangis dan selalu teringat akan kehidupan akhirat.

 Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahuanhu:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ، وَلاَ تَقُوْلُوْا هُجْرًا

Artinya, "Dahulu kami pernah melarang kalian untuk ziarah kubur, maka sekarang ziarahilah kubur karena ziarah kubur dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, mengingatkan negeri Akhirat dan janganlah kalian mengucapkan kata-kata kotor (di dalamnya). (HR. Al-Hakim I/376)

Selain hadits di atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam juga menjelaskan manfaat lain dari ziarah kubur. Yaitu sebagai pelajaran bagi yang masih hidup.

إِنِّيْ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّ فِيْهَا عِبْرَةً

"Sesungguhnya dulu aku telah melarang kalian dari berziarah kubur, maka sekarang ziarahilah kubur, sesungguhnya pada ziarah kubur itu ada pelajaran (bagi yang hidup)." (HR. Ahmad III/38 dan al-Hakim I/374-375. Hadits Shahih sesuai syarat Muslim)

Karena ziarah kubur merupakan amalan yang mulia, maka tentu saja di sana terdapat adab ziarah kubur yang perlu diperhatikan. Di bawah ini adab ziarah kubur menurut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam beserta dalil-dalilnya.

Baca Juga : Doa Ziarah Kubur Serta Adab-adab dan Larangan Saat Berziarah

Adab Ziarah Kubur Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Adab ziarah kubur berikut ini diambil dari kitab, Muntaqa Al Adab Asy Syar'iyah, Majid Saud Al Ausyan/1435 H dengan banyak perubahan tata letak dan bahasa.

1. Mengucapkan Salam Ketika Memasuki Area Kuburan

Disyariatkan ziarah kubur untuk mengambil (nasihat) darinya dan mengucapkan salam ketika memasuki area kuburan dengan doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dari Aisyah radiallahuanha, beliau bersabda:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Assalamualaikum ahlad diyar, minal mukminina wal muslimin, wa yarhamullah mustaqdimina minna wal musta'khitin. Wa inna Insyaallah bikum lalaa hiquuna. As alulullaha lana wa lakumul afiyah.

Artinya: "Semoga keselamatan atas kalian wahai para penduduk negeri ini, dari kaum mukminin dan kaum muslimin dan kami insyaallah akan segera menyusul kalian. Aku memohon keafiatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian." [HR. Muslim 975]

Atau bisa disingkat menjadi:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Keselamatan bagi kalian, wahai penghuni rumah kaum mukminin. Kami insyaaAllah akan menyusul kalian." (HR. Muslim 249)

2. Jangan Berjalan di Kuburan Dengan Memakai Kedua Sandalnya

Etika kedua ketika ziarah kubur ialah melepaskan sandal saat memasuki wilayah kuburan. Dari Uqbah bin Amir beliau berkata,

"Rasulullah bersabda, 'Sungguh aku berjalan di atas bara api atau mata pedang atau aku menempelkan sandalku dengan kakiku (yang akan sangat melelahkan) adalah lebih aku cintai daripada aku (harus) berjalan di atas kuburan seorang muslim dan aku tidak peduli apakah di tengah kuburan aku harus menunaikan hajatku atau di tengah pasar." [HR. Ibnu Majah no. 1567, dishahihkan oleh Al Albani.]

Dalil lain diriwayatkan oleh sahabat Basyir bin Khashashiyah Radiallahuanhu: "Saat Nabi shallallahualaihi wa sallam sedang berjalan, tiba-tiba saja beliau melihat ada seseorang sedang berjalan di antara kuburan dengan menggunakan sandalnya. Kemudian Rasulullah bersabda,

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْك

'Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu!" [HR. Abu Dawud 2/72 dan An Nasa'i 1/288]

3. Niatkan Pada Tujuan Utama (Mengingat Kematian)

Sebagaimana hadits nabi di atas. Bahwa tujuan dari ziarah kubur adalah untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian.

Jadi hendaknya kita selalu mengingat tujuan dari hikmah dianjurkannya ziarah kubur. Sebab jika tujuan tersebut tidak tercapai maka bukan dinamakan ziarah kubur yang disyariatkan.

4. Tidak Duduk di Atas Kuburan

duduk diatas kuburan via law-justice.co

Adab ziarah kubur  menurut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang keempat ialah dilarang duduk diatas kuburan. Hal ini sesuai hadits Abu Hurairah radhiallahuanhu, Rasulullah bersabda,

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

"Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur" (HR Muslim 3/62)

Berdasarkan hadits Nabi di atas menunjukkan pentingnya kita menghindari duduk di atas kuburan dan jika kita melihat salah satu sahabat kita yang duduk di atas kuburan, sebaiknya segera dinasihati.

5. Bersabar

Inilah poin yang paling penting ketika seseorang ditinggal mati oleh keluarganya dan menziarahi kuburannya. Hendaknya ia bersabar serta menerima takdir yang Allah berikan.

Karena sabarnya seseorang akan diberi pahala jika sabarnya muncul diawal terjadinya musibah.

"Sesungguhnya sabar itu hanya pada awal kali terjadinya musibah." [HR. Bukhari no. 1283 dan Muslim no. 926]

6. Tidak Menangis/Meratapi Di Kuburan

menangis di kuburan via okezone.com

Salah satu bentuk kesabaran ialah tidak meratapi si mayat ketika berziarah kubur. Memang kematian seseorang akan membuat kita sedih dan kita pun diperbolehkan menangis.

Tapi, menangis di sini bukan menangis yang histeris dengan suara keras, meratapi dengan menampar pipi dan merobek robek kerah baju (sebagai ungkapan duka). Rasulullah telah bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

"Tidak termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek robek kerah baju dan menyeru nyeru (menjerit jerit) dengan seruan jahiliyyah." [HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103. Lihat Shahih Jami' no. 5441]

Lantas mengapa kita dilarang menangis tidak wajar saat di kuburan? Menangis di kuburan dapat menafikan kesabaran. Hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radiyallahuanhu tentang seorang perempuan yang menangis di sisi sebuah kuburan dan Nabi bersabda kepadanya,

"Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." [HR. Bukhari no. 1252, 1283, 7154 dan Muslim no. 926.]

7. Mendoakan Mayat

Hakekatnya mendoakan mayat bukan hanya ketika kita ziarah kubur. Tapi mendoakan mayat bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Khususnya saat waktu-waktu mustajab seperti sholat tahajud, saat sujud, antara adzan dan iqomah atau waktu mustajab lainnya.

Namun, perlu kalian perhatikan bahwa dalam berdoa dilarang menghadap kuburan. Sehingga saat ziarah kubur kita harus mendoakan mayat dengan menghadap kiblat.

Selain itu seorang muslim juga melarang mendoakan orang kafir. Sebagaimana teguran Allah di surat At-Taubah: 113-114. Tatkala itu Nabi Muhammad mendoakan pamannya yang meninggal dalam keadaan kekafiran, lantas Allah berfirman:

"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum Kerabat (Nya), sudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam.

Sementara permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, mpaka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." (QS. At-Taubah: 113 sampai 114)

8. Jangan Mengatakan "Hujran"

Menurut Imam An Nawawi yang dimaksud Al Hujr adalah perkataan bathil. Misalnya berdoa kepada mayit, meminta tolong kepada mayit atau Meminta perlindungan kepada mayit.

Hal ini dikatakan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam kitab Ahkaamul Janaa-iz 227:

"Tidaklah samar lagi jika apa yang orang-orang awam lakukan ketika berziarah dan berdo’a pada mayit, beristighotsah kepadanya, serta meminta sesuatu kepada Allah dengan perantaranya, adalah termasuk "al hujr" yang paling berat dan ucapan bathil yang paling besar."

Nabi bersabda:

وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

"Jangan berkata hujran" [HR. Al-Hakim I/376]

9. Dilarang Menabur Bunga Di Atas Kuburan

menabur bunga di kuburan via rri.co.id

Mungkin sebagian kita masih banyak yang melakukan amalan ini. Padahal di zaman nabi tidak pernah dilakukan. Dan Imam Syafii sendiri pernah mengatakan:

"Diantara bid'ah yang diharamkan ialah menaburkan atau meletakkan bunga-bunga di atas jenazah dan kubur. Sebab hal itu hanya buang-buang"

Jadi intinya menaburkan bunga di atas kuburan tidaklah wajib sebagaimana yang dipahami oleh orang-orang saat ini.

10. Tidak Diperkenankan Bersafar Hanya Untuk Berziarah Kubur

Adab ziarah kubur dalam ajaran Islam yang terakhir yaitu tidak dianjurkan melakukan perjalanan jauh untuk hanya untuk ziarah kubur.

Sebab nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah menunjukkan tempat-tempat yang boleh dikunjungi dengan maksud ibadah.

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

"Janganlah kamu melakukan perjalanan jauh/safar (dalam rangka ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasul shallallahualaihi wa sallam (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha"

Alhamdulillah akhirnya usai sudah artikel kami tentang adab ziarah kubur menurut Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sebagai umat Islam, tentu harus memperhatikan adab adab ziarah kubur tersebut.

Terutama, kalau ingin ziarah kubur yang dilakukan tercatat sebagai amal baik. Bukan sebagai amalan yang tercela. Semoga bermanfaat.
Top