5 Motif Mengejutkan Pembunuhan Wanita di Blora yang Dibakar Hidup-Hidup

Komentar
Ditemukan wanita dibakar hidup-hidup sampai dikiranya sampah yang dibakar.

Korban dibakar dalam keadaan masih hidup, bahkan tangan dan kaki korban juga diikat sebelum dibakar. Ternyata pelaku sudah 2 kali melakukan pembunuhan dengan motif memeras harta korban. himbauan untuk wanita agar lebih berhati hati terhadap orang yang baru dikenal dengan cara cara berikut...


Image from tribunnews.com

Penemuan sesosok tanpa identitas di kawasan hutan wilayah Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada 1 Agustus 2018 silam memang sempat menggegerkan warga setempat.

Dilansir dari kompas.com pada Rabu (8/8/2018), kondisi jenazah wanita tersebut ditemukan dalam kondisi sekujur tubuh yang hangus terbakar sampai sulit dikenali.

Baru-baru ini diketahui korban berinisial FDA.

Baca juga : Meski Cuma Becanda 2 Anggota DPRD Dibekuk Polisi, Becandanya Begini Sih....

Berikut himpunan fakta-fakta yang terkait dengan kasus pembunuhan ini :

1. Kronologi penemuan jenazah

Melansir dari Kompas.com, Kepala Desa Sendang Wates, Suparjo mengaku mendapatkan informasi pertama kali dari warga di desanya sekitar pukul 06.30 WIB.

Suparjo dan beberapa warga pun bergegas ke lokasi kejadian dan terkejut melihat mayat perempuan tersebut sudah dalam kondisi hangus terbakar.

"Saya datang ke lokasi sudah banyak warga. Saya bilang ke warga, jangan dipegang dulu, ini urusan polisi. Posisinya telungkup dan berjenis kelamin perempuan," tutur Suparjo.

Kapolsek Kunduran, AKP Untung Hariyadi juga mengatakan bahwa Satuan Reskrim Polres Blora langsung mendalami kasus penemuan mayat perempuan tersebut.

Tim Inafis Polres Blora juga langsung diterjunkan untukmenggelar olah TKP di lokasi kejadian.

2. Pada awalnya korban dikira sampah yang sengaja dibakar

Seorang warga desa bernama Kasmuri (45) mengatakan bahwa sejumlah remaja pengendara yang melintas di lokasi kejadian sempat melihat ada kobaran api di sekitar TKP.

Namun, rombongan remaja warga desa itu tidak mencurigainya dan menganggap kobaran api tersebut adalah sampah yang memang sengaja dibakar.

"Sekitar jam dua dinihari, rombongan pawai motor warga melihat ada kobaran api di sekitar lokasi kejadian. Namun saat itu dikiranya hanya sampah yang dibakar. Lha, kok pagi ditemukan mayat dibakar," terang Kasmuri, Rabu (1/8/2018).

Suparjo juga menjelaskan saat menemukan mayat tersebut posisinya telungkup.

Baca juga : Efek Ngeri Hoax, Penumpang ini Melompat dari Pesawat Setelah Diancam Bom

3. Pelaku sudah tertangkap

Satreskrim Polres Blora akhirnya menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

Diketahui, pelaku berinisial KAW (30), seorang warga asal Kunduran, Blora, yang ditangkap di Semarang.

KAW tinggal di Tlogosari Wetan, Pedurungan, Semarang dan berprofesi sebagai Manajer Front Office di sebuah hotel di Semarang, Jawa Tengah.

Kapolres Blora AKBP, Saptono mengatakan bahwa di hadapan polisi KAW sudah mengakui perbuatannya membunuh korban dengan cara dibakar.

Pelaku juga mengaku membakar korban dalam keadaan masih hidup, bahkan tangan dan kaki korban juga diikat sebelum dibakar.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar," kata Saptono kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Saptono menjelaskan, sebelum kejadian, korban bertemu dengan pelaku di sebuah kamar hotel di Semarang dan kemudian keduanya berhubungan.

Setelah melakukan hubungan, pelaku kemudian menganiaya korban hingga tidak sadarkan diri.

Saat itulah pelaku membawa korban menuju kawasan hutan di Blora mengendari mobil Honda Jazz pinjaman.

Korban dibekap, tangan dan kaki diikat

Kemudian di lokasi kejadian korban yang masih hidup disiram bensin satu liter kemudian dibakar.

Setelah memastikan korban tewas, pelaku pun melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, menyampaikan, indikasi korban dibakar hidup-hidup itu juga diperkuat dengan adanya hasil penyelidikan tim Labfor Polda Jateng.

"Korban dibakar hidup-hidup merujuk otopsi tim Labfor Polda Jateng. Pelaku mengakuinya juga," kata Heri.

4. FDA bukan korban pertama KAW dan motif pelaku

Diketahui korban yang berinisial FDA ini adalah warga Semarang, Jawa Tengah dan berprofesi sebagai Sales Promotion Girl (SPG).

Dari pengungkapan kasus pembunuhan FDA ini, masyarakat kembali diingatkan dengan kejadian serupa yang terjadi pada 7 Agustus 2011.

Saat itu, masyarakat digemparkan dengan penemuan sosok mayat perempuan dengan ciri rambut kemerahan yang ditemukan warga dalam kondisi hangus terbakar di petak 62-C, KPH Blora, masuk wilayah Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, Jawa Tengah.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan dua kasus ini, fakta di lapangan mengerucut pada satu nama pelaku, yakni KAW.

"Masih ingat kejadian pembunuhan kejadian pembunuhan di tahun 2011 lalu? Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan, ternyata pelakunya sama. Pelaku ini sadis," ungkap Saptono kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Pada pembunuhan di Todanan 2011, pelaku KAW ingin menguasai harta korban berupa mobil.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan di sel tahanan Mapolres Blora, dan kita masih terus akan kembangkan kasus ini," pungkasnya.

Sama seperti pembunuhan FDA, KAW tega menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai harta korban.

"Keterangan pelaku karena ingin menguasai perhiasan emas yang dimiliki korban. Pelaku lantas menghabisi nyawa korban dengan cara sadis. Dianiaya kemudian dibakar hidup-hidup," ujar Saptono

5. Polisi bongkar makam FDA

Polres Blora, Jawa Tengah, membongkar makam FDA, pada Selasa (7/8/2018).

Pasalnya korban akan dites DNA untuk disinkronkan dengan keluarganya.

Sebelumnya, karena tak kunjung diketahui identitasnya, jasad perempuan itu dimakamkan di kompleks pemakaman RSUD dr Soetijono Blora, Jumat (3/8/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kaka tertua korban, Wiwid, meyakini mayat yang dikubur dan dibongkar kembali itu adalah adiknya.

Diketahui, korban adalah anak keempat dari lima bersaudara dan merupakan lulusan SMKN 9 Sompok, Peterongan, Semarang.

Orang tua korban, Warso dan Kiswati tidak hadir dalam proses pembongkaran mayat sang putri karena sedang melakukan pemeriksaan DNA di RSU Bhayangkara, Semarang.

Wiwid menjelaskan bahwa FDA sudah tidak pulang sehari sebelum jasadnya ditemukan di Blora.

"Adik saya sejak Selasa (1/7/2018) siang tidak pulang rumah. Hari berikutnya lapor ke Polrestabes," lanjut Wiwid.

Sebelumnya, polisi akhirnya pun mengantongi identitas korban. Hasil penelusuran Satreskrim Polres Blora, identitas korban diketahui atas nama FDA (21), warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Identitas korban terungkap pada Minggu (5/8/2018).

Cara Bergaul dengan Orang yang Belum Dikenal

Memulai percakapan

1. Temukan teman untuk bercakap-cakap. Amati sekitar ruangan apakah ada seseorang yang dapat didekati dan/atau sedang sendirian. Anda dapat mendekatinya dan memulai percakapan.

Tanyakan kepada tuan rumah terlebih dahulu jika ada orang-orang yang biasanya bukan bagian dari kelompok tersebut. Anda dapat memberi perhatian khusus kepada orang-orang ini dan menyebutkan bahwa tuan rumah di sini menyarankan Anda untuk mengajaknya berbicang-bincang.

Carilah tanda-tanda bahwa orang itu belum mengenal siapa pun juga. Hal ini dalam bentuk sikap mengamati sekitar ruangan sambil berdiri di sudut yang jauh dari keramaian. Meskipun mungkin Anda melihat ada orang yang sedang mendekati orang yang Anda ingin ajak bercakap-cakap, Anda dapat bergabung dengan mereka dan memulai percakapan.

Ingatlah bahwa penting untuk mengambil inisiatif dalam situasi ketika Anda tidak mengenal siapa pun. Anda tidak hanya akan berhasil berkenalan dengan banyak orang, tetapi juga Anda sendiri akan terlihat sebagai orang yang bersahabat dan mudah didekati.

2. Bergabunglah dengan sebuah kelompok. Pada beberapa kasus, Anda mungkin berada di acara besar seperti konferensi atau pernikahan, tempat orang-orang cenderung datang berkelompok. Sedikit demi sedikit, dekatilah kelompok yang menarik bagi Anda, lalu ambillah kesempatan untuk memperkenalkan diri dan bercakap-cakap dengan mereka.

Dekati salah seorang anggota kelompok tersebut sampai Anda berhasil mendapatkan kontak mata, lalu perkenalkan diri Anda.

Dengarkan pembicaraan yang telah berlangsung selama beberapa menit, saat Anda mencoba bergabung dengan kelompok tersebut. Anda dapat mulai dengan berdiri sedikit di luar lingkaran kelompok tersebut lalu mendekat dengan perlahan sambil berkata, “Boleh saya mendekat ke sini? Saya sangat tertarik dengan topik percakapan kalian.”

3. Cairkan suasana yang ada. Saat Anda menemukan seseorang atau satu kelompok dan Anda ingin bersosialisasi, Anda perlu menyingkirkan tekanan yang terasa karena ingin mendekati orang yang tidak Anda kenal. Temukan perkataan yang umum atau komentar cerdas yang dapat membantu memulai percakapan.

Pikirkan apa yang Anda ingin katakan sebelum mendekati orang tersebut. Sebagai contoh, jika Anda melihat seseorang yang Anda ingin ajak bicara, perhatikan pakaian yang dikenakannya atau pekerjaannya sehari-hari, sebagai cara untuk mencairkan suasana. Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Ada banyak akuntan di tempat ini, pengacara ini jadi merasa kesepian di sini.”

Berdirilah di dekat orang di sebelah Anda dan katakan komentar yang lucu atau pujian kepadanya. Sebagai contoh, jika seseorang mengatakan pernyataan yang kontroversial, Anda bisa berkata, “Apa benar beliau barusan bicara begitu?” atau “Saya suka sekali tas kamu.”

4. Perkenalkan diri Anda. Setelah mencairkan suasana, perkenalkan diri Anda kepada orang yang Anda ajak bicara. Pastikan untuk menanyakan nama orang tersebut lalu mengulangi namanya. Tidak hanya hal ini menunjukkan bahwa Anda tertarik untuk mengenalnya, tetapi juga membantu Anda mengingat nama orang tersebut.

Katakan sesuatu yang singkat mengenai diri Anda. Sebagai contoh, coba katakan, “Halo, nama saya Katrina dan saya baru di kantor ini. Saya bekerja di divisi humas. Nama Anda siapa dan Anda bekerja di bagian apa?”

Cobalah berikan komentar terhadap nama orang tersebut untuk membantu Anda mengingatnya sekaligus untuk mencairkan suasana. Sebagai contoh, Anda dapat berkata, “Krishna nama yang bagus dan unik. Itu asalnya dari mana?” atau “Handoko! Wah, nama sepupu saya juga Handoko!”
Pertimbangkan untuk memperkenalkan diri Anda kepada seseorang dalam kelompok itu dan mintalah izin untuk memperkenalkan diri Anda kepada orang-orang yang ada di kelompok tersebut.

Menjaga percakapan agar tetap mengalir

1. Temukan minat yang sama. Untuk mempermudah percakapan setelah Anda memperkenalkan diri, Anda dapat mencari suatu topik yang akan menarik untuk orang tersebut juga.

Bicarakan situasi yang umum atau sesuatu yang Anda perhatikan mengenai orang tersebut agar dia tertarik untuk bercakap-cakap. Orang yang Anda ajak bicara mungkin dapat memperkenalkan Anda kepada orang lain yang memiliki minat yang serupa.

Perhatikan apa yang dikenakan atau digunakan oleh orang tersebut atau hal-hal lain yang Anda lihat. Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Saya perhatikan Anda menggunakan iPad Air yang baru. Model yang saya gunakan ini model dari empat tahun yang lalu dan saya sedang mencari yang baru.

Bagaimana model yang baru ini menurut Anda?” atau “Saya perhatikan sejak tadi ternyata buku yang Anda baca sama dengan yang saya baca juga. Bagus atau tidak buku itu menurut Anda?”
Manfaatkan situasi tersebut.

Sebagai contoh, jika Anda berada di acara olahraga, Anda bisa berkata, “Apakah Anda ada di sini untuk ikut berlomba atau sebagai penonton?” Jika itu adalah acara di tempat kerja, Anda bisa berkata, “Saya bekerja di bagian penjualan dan pemasaran, Anda sendiri di bagian apa?”

2. Pujilah orang tersebut. Kebanyakan orang suka dipuji. Temukan hal yang baik mengenai orang tersebut dan pujilah dia. Ini dapat membantu Anda melanjutkan percakapan dan berkenalan dengan orang-orang yang baru juga.

Pastikan bahwa pujian Anda tulus. Kebanyakan orang dapat membedakan apakah seseorang berbasa-basi atau tulus, dan mereka akan menjadi tidak tertarik untuk bercakap-cakap dengan Anda jika Anda tidak tulus.

Fokuskan pujian Anda pada penampilan mereka, sikap, atau barang-barang yang digunakannya. Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Saya sejak tadi melihat warna kuku Anda, saya suka sekali warna itu,”

Atau “Wah, itu pembicaraan yang luar biasa! Anda sangat pandai berbicara dan mudah bergaul,” atau “Saya lihat Anda menggunakan ponsel Android terbaru. Saya sudah ingin sekali membelinya tetapi belum ada kesempatan. Saya sepertinya akan membeli ponsel itu juga!”

Berterimakasihlah kepada orang tersebut jika mereka memuji Anda kembali. Anda dapat menggunakan pujian ini sebagai cara untuk mengundangnya mengenal diri Anda lebih jauh.

3. Dengarkan dengan saksama. Ajukan pertanyaan dan ulangi bagian-bagian pentingnya selama percakapan. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa Anda menyimak ucapannya, tetapi juga bahwa Anda tertarik dengan orang tersebut atau kelompok itu.

Gunakan waktu jeda yang secara alami pasti muncul selama percakapan untuk melontarkan pertanyaan mengenai ucapan orang tersebut. Anda juga dapat mengulangi kata-kata tertentu menjadi bentuk pertanyaan.

Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Anda tadi berkata bahwa Anda akan pindah ke daerah terpencil di Papua untuk berbisnis di sana. Tepatnya di mana? Saya pernah ke Papua sebelumnya dan mungkin saya dapat berbagi informasi kepada Anda.”

Amati terjadinya perubahan pada nada atau sikap orang itu secara keseluruhan, yang dapat menjadi tanda untuk Anda melontarkan pertanyaan atau pernyataan.

Sebagai contoh, jika orang tersebut terlihat was-was untuk mengatakan sesuatu, Anda bisa berkata, “Anda katakan salah satu tugas Anda adalah memeriksa etika laboratorium. Bagaimana solusinya jika Anda menghadapi situasi yang buruk?”

4. Berikan informasi lain mengenai diri Anda. Percakapan yang baik terjadi karena keseimbangan di antara semua pihak yang terlibat. Pastikan bahwa Anda memiliki kesempatan untuk berbicara dan membiarkan orang tersebut atau kelompok itu mengenal Anda dan minat Anda.

Izinkan percakapan mengalir dengan alami dan berikan informasi di saat yang tepat. Sebagai contoh, jika kelompok tersebut berbicara mengenai sesuatu yang sama seperti pekerjaan Anda atau sesuatu yang Anda minati.

Anda bisa berkata, “Itu sangat menarik, Sari. Saya sendiri bekerja di bidang yang serupa dan memperhatikan pola yang sama. Apakah ada teman-teman lain yang sudah melihatnya?”
Berikan pendapat Anda atau buatlah pernyataan tanpa terlihat sombong atau mengganggu orang lainnya.

Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Saya mengerti maksud Anda, tetapi saya tidak memiliki pendapat yang sama. Saya yakin bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam pekerjaannya.”

Pastikan informasi yang Anda berikan mengenai diri sendiri serupa dengan apa yang mereka katakan dengan diri mereka. Sebagai contoh, jika percakapan tersebut berkisar di topik pekerjaan, berikan komentar di seputar topik pekerjaan pula dan jangan tambahkan apa pun yang bersifat pribadi.

5. Bersikaplah tulus. Kebanyakan orang tidak suka berada di sekitar orang yang berpura-pura. Cara terbaik untuk menarik minat orang-orang untuk bersosialisasi dengan Anda adalah dengan menjaga ketulusan dalam komentar dan pertanyaan Anda.

Terima apa yang dikatakan oleh orang tersebut atau anggota-anggota kelompok tersebut. Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Saya sangat mengerti pemikiran yang mendasari maksud Anda, Edi.”
Cobalah bicarakan topik yang berbeda. Karena Anda belum mengenal mereka, pertimbangkan untuk membicarakan sesuatu yang ringan dan lucu.

6. Bersikaplah bijaksana. Hindari memberikan terlalu banyak informasi atau berbicara mengenai orang lain saat Anda bersama dengan orang-orang yang belum dikenal. Berbicara terlalu banyak membuat orang-orang tidak nyaman dan ingin menjauh dari Anda.

Jangan berikan komentar yang menyinggung atau menyentuh topik yang sensitif bagi Anda sendiri. Berbicara mengenai politik atau agama merupakan topik yang sering kali sangat tidak disarankan saat berbincang dengan sekelompok orang atau seseorang yang belum Anda kenal.

Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang jujur jika Anda tidak yakin akan sesuatu. Sebagai contoh, Anda bisa berkata, Saya pikir riset stem sel cukup kontroversial di kalangan komunitas religius. Bolehkah Anda menjelaskan hal itu lebih jauh kepada saya?”

Ingatlah untuk tidak mengatakan hal yang negatif tentang orang lain. Jika Anda berada di antara orang-orang yang belum dikenal, Anda tidak tahu siapa sebenarnya berteman dengan siapa. Tahanlah diri agar tidak berkomentar negatif atau menyetujui hal negatif yang dikatakan oleh orang lain. Anda dapat menyelamatkan diri dari situasi ini dengan berkata misalnya, “Oh, saya tidak mengenalnya, jadi saya tidak punya komentar mengenai dirinya.”

Baca juga : Di China, Pria Beri Hadiah Bucket Uang Rp 736juta Untuk Kekasihnya Malah Ditangkap Polisi

Memohon diri dengan sopan

1. Berikan alasan yang umum. Kemungkinannya, Anda ingin atau perlu mengakhiri percakapan dengan seseorang atau orang-orang yang belum Anda kenal itu. Berikan alasan yang umum untuk mengakhiri percakapan sambil meninggalkan kesan yang positif. Anda dapat memberi tahu orang tersebut bahwa Anda:

  • ingin mengambil minum atau makanan,
  • menelepon seseorang untuk suatu urusan yang penting,
  • pergi ke kamar kecil,
  • mencari udara segar.

2. Manfaatkan gangguan yang ada. Jika sesuatu atau seseorang menginterupsi percakapan Anda, ambillah kesempatan ini untuk mengakhiri interaksi yang ada. Ini dapat membantu Anda menemukan orang lain atau kelompok lain yang dapat Anda ajak bersosialisasi atau bercakap-cakap.

Kenali waktu-waktu jeda yang alami dalam pembicaraan. Jika ada banyak suara “mmm” dan “oh”, ini mungkin merupakan tanda yang tepat untuk Anda memohon diri. Anda bisa berkata, “Oh, saya baru sadar hari sudah larut,” setelah melihat jam, atau “Saya sangat menikmati percakapan kita, tetapi saya permisi dulu karena mau ke kamar kecil.”

Temukan hal yang umum di ruangan tersebut yang bersinggungan dengan kenangan Anda. Sebagai contoh, “Wah, saya tidak sadar bahwa penyajian makanan di sini tutup lebih awal. Saya ingin mengambil makanan dulu karena saya belum makan,” setelah Anda melihat makanan yang tersedia.

Perhatikan apakah ada orang lain yang Anda ajak bicara sebelumnya, dan cobalah sebutkan nama orang itu dalam percakapan dengan orang yang sekarang. Sebagai contoh, Anda bisa berkata, “Tahu tidak, saya baru saja bercakap-cakap dengan Tom tentang hal yang sama. Mungkin kita bisa panggil Tom dan tanyakan pendapatnya mengenai hal ini. Dia memiliki pandangan yang menarik mengenai hal ini.”

3. Pertimbangkan waktu orang tersebut. Kemaslah permohonan diri Anda dari percakapan itu sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk teman bicara Anda. Contohnya, Anda dapat berkomentar seperti, “Saya tidak ingin menghabiskan waktu Anda,” untuk memberi tahu bahwa Anda siap mengakhiri percakapan tersebut.

Mohon dirilah dengan perkataan seperti, “Saya tidak ingin menghabiskan waktu Anda karena tentu masih banyak orang yang ingin berbincang dengan Anda. Saya mohon diri dulu dan saya harap kita bisa bertemu lagi di lain waktu.”

4. Dapatkan informasi kontaknya. Mintalah informasi kontak dari orang tersebut atau kelompok tersebut agar Anda tetap dapat berhubungan dengan mereka. Ini juga secara alami dapat memberi tanda bagi mereka bahwa Anda akan segera memohon diri dan mengakhiri percakapan.

Tanyakan alamat surel atau nomor telepon orang tersebut sambil berkata Anda ingin terus berhubungan dengannya. Jika Anda berada dalam lingkungan bisnis, Anda bisa meminta kartu namanya. Biarkan orang tersebut tahu bahwa Anda akan menghubungi mereka lagi untuk mengatur pertemuan yang berikutnya.

Bacalah kartu nama tersebut sebentar dan konfirmasikan kembali kepada orang tersebut mengenai informasi yang tertera. Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai dirinya.
Pastikan untuk menghubungi orang tersebut jika Anda telah berkata akan mengajaknya minum kopi bersama atau ingin melanjutkan pembicaraan.

5. Kembalilah pada topik yang semula. Membawa kembali pembicaraan yang Anda diskusikan di awal dapat membantu mengakhiri pembicaraan. Ulangi nama orang tersebut dalam komentar terakhir Anda dan pertimbangkan untuk melontarkan pertanyaan akhir untuk menutup pembicaraan dengan positif.

Biarkan transisi ini terjadi dengan alami, yaitu dengan melontarkan kata-kata yang berkaitan dengan perkataan yang mencairkan suasana di awal pembicaraan. Sebagai contoh, Anda dapat berkata, “Sari, maaf ini, tetapi ingatan saya kurang baik dan saya tidak dapat mengingat nama warna cat kuku Anda. Apa tadi namanya, ya?” Setelah dia menyebutkannya, katakan, “Saya akan catat namanya supaya tidak lupa.”
Top