Untuk Calon Bidadari Surga, Menasihatimu Bukan Berarti Suamimu Lebih Baik Tapi Ingin di Surga Bersamamu

Komentar

Sumber gambar muslimah.media
Dear Istriku...

Kepada calon bidadari penghuni surga yang kelak bersamaku "suamimu" semoga kita dipersatukan di surga.

Di antara hak seorang isteri yang harus dipenuhi suaminya adalah memberikan pendidikan dan pengajaran dalam perkara agama. Dengan memahami dan mengamalkan agamanya, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya Malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [At-Tahrim : 6]

Menjaga keluarga dari api Neraka mengandung maksud menasihati mereka agar taat, bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan mentauhidkan-Nya serta menjauhkan syirik, mengajarkan kepada mereka tentang syari’at Islam, dan tentang adab-adabnya.

1. ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Ajarkanlah agama kepada keluarga kalian, dan ajarkan pula adab-adab Islam.”

2. Qatadah rahimahullaah berkata, “Suruh keluarga kalian untuk taat kepada Allah! Cegah mereka dari berbuat maksiyat! Hendaknya mereka melaksanakan perintah Allah dan bantulah mereka! Apabila kalian melihat mereka berbuat maksiyat, maka cegah dan laranglah mereka!”

3. Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullaah berkata: “Ajarkan keluarga kalian untuk taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang (hal itu) dapat menyelamatkan diri mereka dari api Neraka.”

4. Imam asy-Syaukani mengutip perkataan Ibnu Jarir: “Wajib atas kita untuk mengajarkan anak-anak kita Dienul Islam (agama Islam), serta mengajarkan kebaikan dan adab-adab Islam.”

lantas bagaiamana mendidik dan menasehati istri seperti yang di jelaskan pada tafsir diatas untuk jaman sekarang ?

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad "Suara Perempuan Itu Aurat", Bagaimana dengan Sabyan Gambus

Kiat Mendidik dan Menasehati Istri Agar Kelak Dipersatukan Disurga 

1. Memenuhi Kewajiban yang Diperintahkan Allah Secara Bersama-sama

Sebagai seorang suami yang soleh, ajaklah istrimu untuk taat dalam melaksanakan kewajiban secara bersama-sama, seperti senantiasa shalat berjamaah, membaca al-qur'an.

2. Menasehati Istri Dengan Perkataan yang Baik, Santun, dan Mampu Menyentuh Hati Istri

Cara ini dilakukan agar istri ketika melakukan kesalahan sehingga ia bisa segera kembali ke jalan yang lurus.Rasulullah SAW melarang seorang suami menegur istri dengan kata-kata yang kasar, karea kata-kata yang kasar lebih menyakitkan daripada tusukan pedang.

3. Selamatkan Keluargamu dari Api Neraka Dengan Ilmu

Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (Qs. at-Tahrim: 6).Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah mengatakan, Ajarilah adab dan agama kepada mereka.

Ibnu Abbas berkata, Lakukanlah ketaatan kepada Allah dan hati-hatilah dengan maksiat. Perintahkanlah keluargamu untuk mengingat Allah (berdzikir), niscaya Allah akan menyelamatkan kalian dari jilatan neraka.

Mungkin diantara kita yang bertanya, bagaimana jika kita tidak mampu mengajarkan ilmu agama kepada istri karena minimnya pengetahuan kita ?

Hendaklah kita memperbaiki diri dan berusaha untuk lebih memperdalam lagi ilmu islam sehingga bisa menasehati dan mendidik istri. jika tidak bisa hendaklah kita mencari guru untuk mengajarkan ilmu agama.

4. Mengajak Istri Untuk Rajin Beribadah dan Menjauhi Larangannya
Allah berfirman, artinya, Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. ( QS. Thaha : 132).

Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda,

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Dan pukullah mereka jika telah berumur 10 tahun. (HR. Abu Daud, no. 495).

Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda,

Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya (HR. Abu Daud, no. 1450).

5. Melihat Sisi Positif Istri dan Menanggapi Kekurangan Istri Dengan Sabar

Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda,

Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika sang suami tidak menyukai suatu akhlak pada sang istri, maka hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridhai. (HR. Muslim, no. 1469).

Jangan berdiam diri ketika istri sedang marah dengan dalih bersabar, karna saya yakin Allah bukan bermaksud untuk membuat para suami mendiamkan istrinya ketika mereka sedang marah, melainkan kita sebagai suami harus bisa menutup telinga kita dan merangkulnya lalu dengan sikap yang lembut kita menenangkan dia baik dengan permintaan maaf bila kita salah atau dengan puji pujian bila dia merasa rendah.
Top