Akhirnya Oknum Polisi yang Tendang Ibu-ibu di Minimarket Dimutasi, Kapok!

Komentar

Gambar diolah dari facebook.com

Padahal kronologinya cuma seperti ini, kok sampai nendang nendang perempuan segitunya...

Jadinya bukan cuma masyarakat yang geram, Kapolripun ikut-ikutan marah besar...

Sebelumnya video kekerasan yang diduga dilakukan AKBP M Yusuf di sebuah minimarket di wPangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, viral di media sosial.

Mengkonfirmasi hal tersebut, Karo Penmas Humas Mabes Polri, Brigjen M Iqbal menceritakan kronologi kejadian mengenai aksi AKBP Yusuf yang melakukan kekerasan terhadap seorang wanita di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Hal itu dilakukan karena Yusuf terpancing emosi karena si perempuan diduga melakukan pencurian dan tidak kooperatif.

"Pada saat pemilik toko bertanya kepada pelaku terduga pencurian, yang bersangkutan terpancing emosi lalu melakukan tindakan kekerasan. Hal ini dipicu saat Y selaku pemilik bertanya kepada pelaku, pelaku menjawab 'tidak tahu semuanya', KTP tidak ada, serta tempat tinggal tidak ada, lalu ditanya tentang empat temannya yang melarikan diri, pelaku juga menjawab juga 'tidak tahu'," imbuh Iqbal dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat (13/7/2018) seperti dilansir dari detik.com.

Sementara itu, melihat video AKBP Yusuf tendang Ibu-ibu, Kapolri marah besar.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah besar atas kasus ini.

"Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan akan mencopot AKBP Y hari ini juga," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Jumat (13/7/2018).

AKBP M Yusuf sendiri sudah dimutasi dari jabatannya. Mutasi AKBP M Yusuf tertulis dalam Surat Telegram Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Mutasi ini diperintahkan dilaksanakan paling lambat tujuh hari terhitung mulai tanggal mutasi ditetapkan.



BACA JUGA: Ditendang-tendang dan Dimaki-maki! Viral Ibu-ibu Kepergok Mencuri di Minimarket

Iqbal mengatakan tindakan AKBP M Yusuf tidak mencerminkan polisi yang profesional, modern, dan terpercaya (Promoter) seperti apa yang diperintahkan Kapolri. Padahal selama ini Kapolri selalu menekankan hal tersebut.

"Promoter itu difokuskan pada tiga kebijakan utama, yang salah satunya perbaikan kultur di mana anggota Polri saat ini harus menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif," jelas Iqbal.

Iqbal mengatakan dugaan penganiayaan yang dilakukan AKBP Y sama sekali tidak mencerminkan sosok polisi sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.
Top