Ciri Orang yang Memiliki Tensi Rendah dan Penyebabnya

Komentar

tensi rendah via hellosehat.com

Tekanan darah ini merupakan kekuatan, di mana kekuatan tersebut digunakan darah yang melakukan sirkulasi di dinding pembuluh darah, serta termasuk satu dari banyak tanda-tanda vital utama dari kehidupan seseorang, itu termasuk kecepatan pernafasan, detak jantung, serta temperatur tubuh juga.

Tekanan darah yang diproduksi jantung akan memompa darah menuju dalam arteri serta diatur respon oleh arteri yang ada pada aliran darah tersebut.

Sedangkan tensi rendah adalah sebuah ukuran dari jantung untuk memompakan darah dan bersirkulasi ke seluruh tubuh.

Sirkulasi darah ini akan menekan dinding-dinding pembuluh darah. Tekanan darah akan memompa darah ke arteri-arteri tubuh dan dikembalikan lagi ke jantung melalui pembuluh vena.

Perbedaan tekanan inilah yang akan menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi), tekanan darah normal, atau tekanan darah rendah (hipotensis).

Kondisi hipotensi jangan pernah disepelekan karena bahaya tensi rendah bisa mengancam nyawa. Sebelum nyawa anda terancam, baik jika anda mengenali ciri-ciri tensi rendah dibawah ini.

1. Pusing

ilustrasi pusing via bodrex.com

Pusing merupakan gejala paling umum dari tensi rendah. Pusing bisa terasa saat berubah posisi, seperti berdiri setelah lama duduk atau beranjak dari kasur.

2.Penglihatan kabur


penglihatan kabur via ahlinyapenyakitmata.web.id

Aliran darah berkurang ke sejumlah organ vital ketika tensi rendah. Kekurangan oksigen dan nutrisi menyebabkan fungsi organ tidak optimal, termasuk penglihatan kabur.

3. Pucat, Loyo, Tidak Bersemangat. 


wajah pucat via 2.bp.blogspot.com

Penderita akan terlihat pucat, dingin, denyut nadi lemah (atau denyut tidak stabil) karena suplai darah ke otak sedikit sekali.

Tubuh terasa dingin karena suplai darah lambat dan tidak sampai ke jaringan tepi/mucosa tubuh. Rasa dingin biasanya mudah dideteksi terjadi di kaki, tangan, telinga, atau di bibir yang membiru. Biasanya diiringi dengan peluh deras yang keluar.

4. Perut Mual-mual. 


perut mual via hellosehat.com

Mual-mual biasanya akan menyerang tiba-tiba dan terjadi berulang. Tubuh akan merasa letih-lemas, tidak bertenaga, bahkan untuk sekadar menopang kedua kaki dan membawa kedua tangan saja tidak cukup kuat.  Hal ini terjadi  karena tidak cukup energi  yang dibawa darah ke otak, organ atau kulit.

5. Nafas Cepat dan Dangkal.


nafas via drthadgala.com

 Hal ini merupakan reaksi tubuh (paru-paru) untuk mengimbangi ketidakmampuan darah untuk  mengikat oksigen yang akan diedarkan ke ke seluruh tubuh. Sesak  nafas terjadi karena ketika tekanan darah ke jantung melemah maka otot jantung dan otot intra- tulang dada terganggu.

Akibatnya akan terjadi sesak nafas dan nyeri  pada dada.  Kadang dirasakan denyut jantung  terganggu dan tidak teratur (aritmia).

6. Otak Tidak Mampu Bekerja. 


otak tidak mampu bekerja via thoughtco.com

Jika tensi rendah konsentraasi kan berkurang, dan penderita tidak bisa berpikir jernih.  Hal ini akan membuat penderita mengalami kebingungan karena kekurangan suplai oksigen dalam otak.

Kalau sedang bekerja (atau sekolah) tidak mampu berpikir cepat dan mengerjakan tugas dengan tangkas. Dalam beberapa kasus sering menyebabkan depresi.

7. Mengantuk. 


mengantuk via amazonaws.com

Kurangnya suplai oksigen juga akan membuat penderita sering menguap, mengantuk. Darah yang berisi oksigen dan kaya nutrisi/energi terlalu lemah untuk dipompakan ke otak.

8. Rasa Haus yang Berlebihan. 


minum via hellosehat.com

Minum banyak merupakan kompensasi tubuh untuk memacu pergerakan sirkulasi cairan dalam tubuh.  Air menjadi sangat penting untuk menormalisir tekanan darah.

9. Detak jantung tak normal 


detak jantung via i0.wp.com

Jantung juga bagian yang paling terpengaruh ketika tensi rendah. Detak jantung menjadi tidak normal, seperti berdebar kencang atau tidak teratur.

10. Berkeringat 


berkeringat via medicalnewstoday.com

Tensi rendah bisa menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang keluar melalui keringat. Kurangi aktivitas ketika keringat mulai berlebihan diikuti tensi rendah.

Ciri-ciri tadi bisa juga ditambah adanya faktor lain yang diketahui memicu tensi rendah. Di antaranya, seperti  berkeringat yang berlebihan, berkemih yang banyak, kurang tidur, kurang istirahat, atau haid yang berlebihan (abnormal).
Top