Sering Merasa Sakit Setelah Makan? Benar Saja, Karena Anjuran Rasulullah Ini Tidak Dilakukan

Komentar

Sumber gambar flickr.com

Apakah Anda pernah jatuh sakit karena keracunan makanan? Kira-kira 1 dari 10 orang di dunia sakit dan 420.000 orang meninggal tiap tahunnya karena keracunan makanan.

Kontak udara dengan makanan terbuka yang terjadi secara langsung menyebabkan udara merupakan salah satu sarana hingga makanan dapat terkontaminasi.

Segala hal yang terdapat dalam udara akan dapat jatuh dan mendarat pada makanan Anda.

Apa yang terjadi jika makanan tidak ditutup saat hendak disimpan?

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah sampaikan suatu hadits pada kita..

فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَة يَنـْزِلُ فِيْهَا وَبَاءٌ لاَ يَمُرُّ بِإِناَءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلاَّ نَزَلَ فَيْهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ .

“Sesungguhnya dalam 1 tahun terdapat 1 malam yang turun pada malam itu wabah penyakit. Tidaklah wabah itu melewati bejana yang tidak ditutup atau wadah air yang tidak diikat, melainkan wabah itu akan turun padanya." (HR. Bukhari, 3/1195, 3106)

Makanan yang tidak dimakan hendaklah ditutup

Dianjurkan bagi setiap muslim untuk menutup wadah tempat makanan atau minumannya dengan sesuatu meskipun hanya dengan sepotong kayu. Karena boleh jadi akan masuk ke dalam bejana tersebut berbagai jenis serangga semisal lalat, semut, kecoa, lipan dan bahkan cicak dan tikus, maka makanan dan minuman tersebut akan menjadi rusak, bau dan tidak dapat dikonsumsi lagi.

Dari Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa Sallam telah bersabda,

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْفَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَحُلُّوهُمْ فَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

“Apabila memasuki waktu malam (atau ketika senja), maka tahanlah anak-anak kalian (agar tidak keluar rumah) kerana setan-setan sedang berkeliaran ketika itu. Jika waktu malam telah berlalu beberapa waktu, maka lepaskanlah mereka. Kuncilah pintu-pintu (rumah) dan sebutlah nama Allah karena setan tidak mampu membuka pintu yang tertutup. Tutuplah tempat-tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana-bejana makanan kalian dan sebutlah nama Allah walaupun hanya dengan meletakkan sesuatu (sebatang kayu) di atasnya di atasnya, dan matikanlah lampu-lampu kalian.” [HR al-Bukhoriy: 5623, Muslim: 2012 (97), Abu Dawud: 3731 dan Ahmad: III/ 388. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Baca Juga: Bahaya Susu Kental Manis Untuk Bayi, Peringatan Keras Untuk Orangtua, BPOM Berikan Saran Ini

Bahaya Tidak Menutup Makanan Secara Medis


Sumber gambar Paling Seru

Berikut beberapa kontaminan yang dapat menyebabkan Anda keracunan makanan karena udara.

1. Salmonella
Selain melalui udara, bakteri salmonella biasa ditemukan pada daging dan telur yang belum matang, serta susu dan bahan olahan susu lainnya. Masa inkubasi bakteri ini biasanya membutuhkan waktu 12 hingga 72 jam, sehingga gejala biasanya terasa sekitar empat hingga tujuh hari. Gejala yang ditimbulkan umumnya demam, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada perut bagian bawah, hingga diare.

2. Listeria
Bakteri ini umumnya ditemukan pada makanan yang siap dimakan. Infeksi bakteri ini dikenal dengan sebutan listeriosis. Meskipun kontaminasi oleh bakteri ini jarang terjadi, namun konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri ini berbahaya terutama bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan komplikasi hingga keguguran. Masa inkubasi bakteri ini dapat terjadi dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.

3. Logam berat

Merkuri adalah logam yang beracun yang bila dikonsumsi, dapat merusak sistem saraf, mempengaruhi kesehatan reproduksi, kerusakan ginjal, dan meningkatkan peluang Anda terserang penyakit jantung. Anak-anak kecil dan ibu hamil rentan terhadap keberadaan logam ini pada makanan mereka. Merkuri paling banyak ditemukan pada ikan yang terkontaminasi karena sumber air tempat ikan tersebut hidup.
Top