Sakit Lambung Datang Tiba-Tiba? Mungkin ini Penyebabnya
Penulis anisa nurfadila | Ditayangkan 30 Jul 2018
sakit lambung via radarpekalongan.co.id
Sakit lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi saat asam lambung kembali ke kerongkongan atau esofagus. GERD ditandai dengan rasa makanan seperti tersangkut di kerongkongan dan munculnya sensasi terbakar di dada. Kenali gejala sakit lambung GERD dan cara mengatasinya di sini.
Sakit lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.
Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Sakit lambung GERD merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat.
Apa penyebab sakit lambung karena GERD?
Lambung bertugas memecah makanan yang masuk agar dapat diserap tubuh. Asam lambung sengaja dihasilkan oleh lambung untuk mempermudah pekerjaannya tersebut.Namun ketika jumlah asam yang dihasilkan malah terlalu banyak, maka dapat menyebabkan masalah lambung, seperti refluks asam lambung
Refluks asam lambung adalah aliran balik asam lambung atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Aliran balik asam ini sebenarnya merupakan bagian normal dari pergerakan sistem pencernaan, sehingga refluks asam lambung tidak bisa dikatakan sebagai penyakit.
Namun jika asam lambung jadi sangat sering naik sehingga memunculkan sensasi rasa terbakar di dada dan tenggorokan (heartburn), artinya otot cincin lambung (sfingter) yang berfungsi sebagai katup penahan asam supaya tetap terus di lambung sudah tidak lagi berfungsi dengan baik.
Nah, kondisi inilah yang kemudian menyebabkan Anda mengalami sakit lambung.
Sakit lambung dikatakan sebagai GERD apabila terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu. Umumnya kondisi ini terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan tertentu yang bisa memicu asam lambung naik. Gejala GERD dapat berlangsung singkat ataupun bisa juga terjadi selama tidur.
Dalam beberapa kasus, penyebab asam di lambung naik juga dapat karena adanya tekanan pada perut saat kehamilan, faktor obesitas, atau memiliki sindrom hernia perut.
Selain itu, seseorang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih, merokok, memiliki diabetes, asma, dan penyakit jaringan ikat juga berisiko tinggi terkena penyakit ini.
Baca Juga : Pantangan Asam Lambung yang Berbahaya Jika Dilanggar Penderita Maag
Apa saja gejala sakit lambung GERD ?
Kondisi ini biasanya terjadi setelah makan dan gejala akan lebih buruk ketika malam hari.
GERD juga biasanya menunjukkan gejala, seperti:
- Mulut terasa asam
- Sakit tenggorokan (terasa perih)
- Makanan terasa naik dan mengganjal kerongkongan
- Asam pada bagian belakang mulut
- Mual
- Muntah
- Perut kembung
- Kesulitan menelan
- Batuk atau bengek
- Suara serak
- Mengi; batuk
- Nyeri dada, terutama saat berbaring di malam hari
- Cegukan
Anda harus segera menghubungi dokter jika Anda memiliki gejala seperti dada yang terasa sakit atau napas pendek. Selain itu, Anda harus memberitahu dokter Anda jika gejala ini sering terjadi dan bertambah buruk.
Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Berbagai cara mengatasi sakit lambung yang harus Anda ketahui
Selain dengan obat, sakit lambung sebenarnya bisa dengan mudah diatasi lewat pengaturan makanan yang lebih sehat dan seimbang.Beberapa aturan pola makan yang perlu Anda perhatikan untuk membantu mengatasi sakit lambung kambuhan adalah:
1. Makan lebih teratur
Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak makan dua jam sebelum tidur karena hal tersebut dapat memicu asam naik ke tenggorokan saat tidur.
2. Hindari ngemil di antara waktu makan
3. Perhatikan porsi makan.
Cara mengatasi sakit lambung lainnya adalah dengan memperhatikan porsi makan. Pasalnya makan dalam porsi besar dapat memicu refluks. Untuk menghindari kelaparan, sebaiknya Anda makan lebih sering namun dalam porsi yang lebih kecil.4. Mengunyah makanan dengan benar.
Meski terlihat sepele, cara satu ini penting untuk diperhatikan. Pasalnya hal ini dapat dapat membantu enzim pencernaan mengolah dan mencerna makanan dengan lebih mudah sehingga mengurangi risiko sakit lambung GERD atau memperburuk gejala GERD yang Anda alami.5. Hindari minum air terlalu banyak saat makan.
Minum terlalu banyak air di tengah waktu makan bisa mencairkan asam di lambung dan membuat makanan yang Anda konsumsi lebih sulit untuk dicerna.Pilihan makanan untuk sakit lambung yang baik dikonsumsi
Asam di lambung rentan naik setelah setelsai makan. Maka, selain menjadwalkan makan lebih teratur, Anda juga perlu lebih ketat lagi menyeleksi apa yang Anda makan setiap hari untuk mengatasi sakit lambung.Salah memilih makanan justru dapat membuat asam lambung naik.
Berikut ini beberapa makanan untuk asam lambung yang baik dikonsumsi jika Anda sedang sakit lambung:
1. Pisang
2. Oatmeal
Pilihan makanan tinggi serat lainnya selain oatmeal adalah roti gandum dan beras whole grain.
3. Sayuran hijau
5. Jahe
6. Putih telur
7. Daging tanpa lemak
Hindari mengolah makanan jenis ini dengan cara digoreng karena minyak dapat memperburuk gejala refluks.
8. Lidah buaya
Penyakit asam lambung naik sebagian besar disebabkan oleh kebiasaan makan kurang tepat. Meskipun biasa terjadi, kondisi yang terus menerus terjadi perlu diwaspadai. Kenali gejala asam lambung naik di atas dan hindari penyebabnya.
Konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan menyeluruh dan mendapatkan penanganan yang tepat sehingga kemungkinan kambuh minim.









