Atasi Sakit Kepala Belakang yang Mengganggu dengan Cara Alami Berikut!

Komentar

sakit kepala belakang via beritasehat.co.id

Sakit kepala adalah rasa nyeri yang bisa dirasakan pada atas mata dan telinga, bagian atas kepala, bagian belakang kepala hingga leher bagian atas. Sakit kepala belakang merupakan keluhan yang dapat dialami oleh setiap orang. Sakit kepala belakang memang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sakit kepala dapat disebabkan oleh gangguan dari gangguan pada struktur penyusun kepala itu sendiri, termasuk pembuluh darah, otot, dan saraf. Sakit kepala juga mungkin dipengaruhi oleh faktor lain seperti menderita suatu penyakit hingga situasi lingkungan dan psikis.

Mengenali Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

penyebab sakit kepala belakang via meetdoctor.com

Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi sakit kepala belakang, maka Anda perlu mengenali gejalanya lebih lanjut. Beberapa penyebab sakit kepala belakang antara lain

1. Sakit kepala tegang

Kurang tidur, stres, tegang, dan rasa lapar bisa memicu sakit kepala tegang. Sakit kepala ini umumnya dialami orang dewasa, berkisar antara nyeri ringan hingga sedang. Saat kambuh, seseorang akan merasa tegang dan ada tekanan di bagian dahi atau bagian belakang kepala dan leher selama sekitar 30 menit hingga beberapa hari.

Sakit kepala tegang dapat terjadi secara hilang timbul selama kurang dari 15 hari per bulan, ataupun kronis yang menyerang lebih dari 15 hari per bulan. Umumnya sakit kepala tegang tidak sampai menghambat seseorang dalam melakukan aktivitas.

2. Sakit kepala harian kronis

Sakit kepala harian kronis terjadi hampir setiap hari selama tiga bulan yang dipicu oleh cedera pada leher ataupun kelelahan. Sakit kepala yang lebih sering menyerang wanita ini terjadi lantaran otot pada bagian belakang leher menegang.

Fisioterapi merupakan salah satu anjuran untuk meredakan sakit kepala harian kronis. Untuk kasus tertentu, dokter bisa kombinasikan dengan obat antidepresan. Sedangkan, obat pereda nyeri tidak disarankan untuk sakit kepala harian kronis karena justru dapat memperparah kondisinya.

3. Sakit kepala saat beraktivitas fisik

Seperti namanya, sakit kepala yang juga disebut sakit kepala exertional ini dipicu oleh aktivitas fisik yang beragam, dan bisa makin parah jika jenis kegiatannya cukup berat, seperti berlari, berhubungan seks, batuk atau mengencangkan otot perut saat buang air besar.

Sakit kepala exertional bisa terasa di bagian belakang kepala, tepat di belakang mata atau di seluruh bagian kepala. Rasa sakit ini biasanya berlangsung sekitar 20 menit.

Umumnya sakit kepala ini tidak mengindikasikan masalah serius, namun mungkin bisa juga merupakan tanda gangguan pembuluh darah pada otak, meskipun ini sangat jarang terjadi. Meskipun begitu, segeralah konsultasikan dengan dokter jika Anda sering sekali terserang penyakit ini.

4. Neuralgia oksipital (occipital neuralgia)

Neuralgia oksipital dipicu oleh gangguan pada saraf oksipital yang berada di sekitar saraf tulang belakang dari pangkal leher sampai kepala. Gangguan ini muncul akibat adanya tekanan atau iritasi dari saraf oksipital karena cedera, radang ataupun saraf terjepit.

Sakit kepala ini kadang dianggap migrain karena gejalanya yang hampir sama. Rasa sakit yang dirasakan pada neuralgia oksipital umumnya seperti sengatan listrik yang tajam yang menusuk pada kepala dan leher.

5. Migrain Basilar

Berbeda dengan migrain pada umumnya yang terasa di salah satu sisi kepala, migrain basilar ini terasa pada belakang kepala, tepatnya pada arteri basilar. Migrain tersebut kerap diawali dengan gejala aura, seperti pandangan kabur, kebutaan sementara, pusing, telinga berdenging, serta muncul gangguan berbicara maupun mendengar.

Namun selain gejala-gejalanya yang cukup mengganggu, migrain tersebut tidak membuat penderitanya merasa lemah, meski dalam kasus tertentu, patut diwaspadai karena jenis migrain ini terkait dengan stroke. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami sakit kepala dengan gejala menyerupai migrain basilar.

Selain itu, postur tubuh yang kurang baik, misalnya karena aktivitas atau pekerjaan sehari-hari, maupun kebiasaan membungkuk, juga dapat menyebabkan ketegangan pada area punggung hingga leher, hal tersebut juga bisa menyebabkan sakit kepala belakang.

Gangguan pada ruas tulang belakang (hernia nukleus pulposus) di area leher, dan sakit kepala cluster juga kerap menyebabkan sakit kepala belakang, terutama saat sedang berbaring.

Cara Mencegah Sakit Kepala Belakang

Agar terhindar dari serangan sakit kepala belakang dan bahaya lainnya, Anda perlu melakukan pencegahan-pencegahan. Pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut :

1. Minum banyak air putih. 

minum air putih via orami.co.id

Sangat penting bagi seseorang yang menderita sakit kepala untuk mengonsumsi banyak air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Idealnya, seseorang harus meminum 7-10 gelas dalam sehari untuk menunjang kesehatan. Air putih juga bisa dijadikan sebagai minuman pereda sakit kepala.

2. Mengonsumsi makanan yang sehat. 

konsumsi makanan sehat via maystar.id

Asupan gizi juga sangat berpengaruh untuk meredakan nyeri akibat sakit kepala belakang. Buah-buahan yang kaya akan vitamin C dan antioksidan dapat menjadi opsi yang tepat untuk mencegah sakit kepala belakang semakin buruk.

3. Perhatikan posisi saat bekerja

posisi saat kerja via tipsserbasehat.blogspot.com

Apabila Anda adalah seorang pekerja kantoran yang kesehariannya dihadapkan dengan komputer, maka pastikan jarak dan posisi kepala Anda dengan layar komputer tidak menyebabkan otot-otot leher Anda kaku dan tegang. Buatlah posisi Anda senyaman mungkin untuk menghindari munculnya sakit kepala belakang.

4. Hindari stress 

hindari stress via abendblatt-berlin-de

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Namun, masalah yang Anda hadapi sebaiknya tidak menjadikan Anda stress secara berlebihan. Aturlah nafas Anda dan coba selesaikan masalah dengan kepala dingin.

5. Rutin berelaksasi

ilustrasi relaksasi via janded.eu

Perasaan rileks dapat mencegah timbulnya sakit kepala. Sakit kepala belakang dapat muncul akibat tegangnya saraf-saraf di kepala dikarenakan banyaknya tekanan atau beban pikiran. Dengan mengatur nafas, mendengarkan musik yang menenangkan, atau sesekali melakukan yoga akan sangat membantu membuat otak rileks.

6. Kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung nitrat dan nitrit 

Makanan yang banyak mengandung zat nitrat dan nitrit adalah pemicu sakit kepala sering muncul. Zat ini banyak terkandung dalam Monosodium glutamate (MSG) dan aneka macam daging olahan seperti nugget, sosis, dan lain sebagainya. Untuk mencegah sakit kepala belakang, sebaiknya Anda tidak sering mengonsumsi makanan-makanan tadi.

7. Istirahat yang cukup

istirahat via lifestyle.okezone.com

Tubuh yang kelelahan akan lebih mudah terserang sakit kepala belakang. Dengan demikian, meskipun Anda memiliki kesibukan yang padat, hendaklah menyempatkan untuk beristirahat dengan baik untuk menjaga kesehatan tubuh Anda.

Sakit kepala diketahui lebih jarang dialami oleh mereka yang mempraktikkan pola makan seimbang, olahraga teratur, mengelola stres dengan baik, konsumsi banyak cairan, serta tidur cukup.
Umumnya sakit kepala terjadi tanpa alasan yang serius.

Namun, jika Anda mengalami sakit kepala belakang disertai gejala-gejala lain atau sakit kepala berbeda daripada yang pernah dialami sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter.
Top