Kata Siapa Sabar Ada Batasnya? Simak Pengertian Sabar dalam Sudut Pandang Islam

Komentar

Sabar via fastpaybkl.wordpress.com

Kita sering mendengar kata sabar ada batasnya, atau bahkan kita sendiri yang mengucapkannya. Sebenarnya adakah kata sabar ada batasnya dalam ajaran islam? Untuk itu simak penjelasannya disini.

Diantara manusia ada yang berkata, “Sabar ada batasnya”. Kepada mereka yang berkata demikian, sampaikanlah kepadanya “Jika sudah ada batasnya, maka apa yang ingin mereka lakukan ?” Untuk lebih lengkapnya disini  kami akan membahasnya lebih lengkap.

Sahabat, kita sudah sering mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan "Sabar ada batasnya" Benarkah demikian? Jika menilik dari sudut pandang agama sebenarnya tidak ada batasan untuk seseorang yang bersabar.

Bersabar atas cobaan dan bencana dengan menyebut-nyebut kebaikan maka tidak ada balasan melebihi balasan orang yang sabar. Dalam islam, tidak ada istilah bahwa sabar ada batasnya. Istilah itu hanya merupakan kalimat yang pantas diucapkan oleh orang orang yang lemah dan tidak bisa menghadapi cobaan itu dengan kesabaran.

Sabar bukan hanya soal berapa lama kamu sanggup menunggu, melainkan tentang bagaimana sikapmu selama kamu menunggu. Dengan bersabar kita bisa mengambil banyak pelajaran yang berharga, inilah penjelasan tentang apakah benar sabar ada batasnya menurut ajaran islam.

Benarkah Sabar Ada Batasnya?

Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki sikap yang sabar dalam menghadapi berbagai masalah, seberat apapun masalah tersebut. Dalam islam, tidak ada istilah bahwa sabar ada batasnya. Orang yang beriman dianjurkan untuk tetap kuat dan tetap sabar dalam menghadapi segala ujian yang diberikan oleh Allah.

Kesabaran memang merupakan sesuatu yang tidak dapat dipelajari secara formal. Kesabaran merupakan sesuatu yang datang dari hati setiap manusia ketika mereka sedang menghadapi suatu cobaan. Sejatinya, setiap masalah yang datang pada diri seseorang adalah cobaan dari Allah kepada umatnya untuk menguji sejauh mana ketaqwaannya.

Jika manusia dapat melewati ujian tersebut dengan baik, maka Allah akan mengangkat derajatnya sebagai umat yang beriman. Salah satu hal yang dapat menunjukkan tingkat keberhasilan seorang manusia dalam menghadapi cobaan Allah adalah dengan seberapa sabar ia menjalani cobaan tersebut. maka dari itu, untuk mendapatkan hasil yang terbaik, maka sabar memang tidak pernah ada batasnya.


Sabar, Sabar, dan Sabar

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan bahwa Allah tidak akan menguji manusia di luar batas kemampuannya. Sehingga, Allah jauh lebih tahu di mana batas kemampuan seseorang dalam menghadapi cobaanNya.

Sehingga, manusia yang mendapat ujian seharusnya memang tetap bisa bersabar sampai benar benar ia akan berhasil, namun di sini masalahnya adalah manusia memiliki sifat sifat lain yang sangat mudah dipengaruhi oleh Syaitan.


Tidak ada batasan via latifclub87s.blogspot.com

Ketidak sabaran seseorang bisa saja disebabkan oleh godaan syaitan supaya manusia tidak mampu menuntaskan ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, maka sangat penting untuk mempertahankan hati dari gangguan syaitan agar tetap mampu bersabar dalam menghadapi cobaan apapun.

Sabar banyak disebutkan di dalam Al Qur’an sebagai salah satu sifat yang memang benar benar urgen untuk dimiliki oleh umat muslim. Bahkan di dalam ayat terakhir dari surat Ali Imran, istilah sabar sangat ditegaskan sekali. Manusia memang sangat dianjurkan untuk terus bersabar untuk mencapai rida-Nya.

Hakikatnya, kesabaran itu tidak memiliki batas sebagaimana ganjaran yang Allah sediakan bagi mereka yang bersabar pun tidak memiliki batas.

Allah berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Ibnu Al-Jauzi mengatakan dalam Tashil li Ulumi At-Tanzil, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Ayat ini dapat ditafsirkan dengan dua makna. Pertama, orang yang sabar akan mendapatkan balasan pahala atas kesabarannya dan Allah tidak menghisab amalannya.

Mereka inilah yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab. Kedua, balasan orang yang melakukan kesabaran itu tidak terbatas, lebih banyak dari apa yang diperhitungkan dan lebih besar daripada apa yang ditakar di mizan pahala, inilah pendapat mayoritas ulama.

Sabar adalah amalan yang agung, sampai-sampai Allah katakan bahwasanya Dia bersama orang yang sabar.

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan bersabarlah! Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal:46)

Dari ayat ini dapat kita katakan, ketika kita memilih untuk tidak bersabar berarti kita telah memilih untuk melepaskan kebersamaan Allah berupa rahmat dan perlindungan-Nya.

Dengan kesabaran pun Allah akan mengangkat seseorang menjadi pemimpin umat, panutan, dan kedudukan yang mulia. Allah berfirman,

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِئَايَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)


Kesabaran via pinterest.ch

Demikian besar rahmat dan ganjaran yang Allah berikan bagi orang-orang yang bersabar. Pahala tanpa batas, kedudukan yang mulia, semestinya menjadikan seseorang berkeinginan kuat dan terpacu untuk mewujudkan hakikat kesabaran itu sendiri, yakni kesabaran yang tiada batas. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi Anda.
Top