Bagaimana Proses Menstruasi yang Terjadi Setiap Bulan? Simak Artikel Berikut

Komentar

proses menstruasi via biologimu.com

Semua perempuan akan mengalami menstruasi selama kurang lebih 35 hingga 40 tahun semasa hidupnya. Dengan satu siklus menstruasi yang berlangsung selama sekitar lima hari setiap bulannya, maka total menstruasi yang dialami sebagian besar perempuan dalam hidupnya adalah kira-kira lebih dari enam setengah tahun.

Menstruasi adalah siklus kompleks yang terjadi secara perodik dalam bentuk pelepasan dinding rahim (endometrium)  yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan.

Menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun). Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari.

Hari pertama dimulainya pendarahan disebut hari pertama siklus, karena jam mulainya menstruasi tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar menstruasi dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui, maka perkiraan panjang siklus bisa saja mengandung kesalahan kurang lebih 1 hari.

Siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wanita memiliki siklus 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33.2 ± 16 cc.

Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. Wanita dengan anemia defisiensi besi jumlah darah menstruasinya juga lebih banyak. Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala-gejala pada waktu menstruasi, tetapi sebagian kecil merasa berat di panggul atau merasa nyeri (dismenore) di beberapa bagian.

Bagi setiap wanita, menstruasi adalah proses normal yang terjadi secara rutin. Namun soal bagaimana proses terjadinya menstruasi tersebut masih banyak yang belum mengetahuinya.

PROSES MENSTRUASI

menstruasi via online-paramedic.com

Mekanisme proses menstruasi secara medis belum diketahui seluruhnya, tetapi ada beberapa faktor yang memainkan peranan penting dalam terjadinya proses perdarahan menstruasi tersebut, yaitu faktor- faktor enzim, pembuluh darah, hormon prostaglandin, dan hormon- hormon seks steroid ( estrogen dan progesteron).

Secara periodik, ovum yang matang akan dikeluarkan dari ovarium. Ovum bergerak menuju rahim. Rahim secara periodik mengalami penebalan dinding (endometrium) sebagai persiapan menerima zigot hasil fertilisasi. Jika fertilisasi tidak terjadi maka ovum dan dinding rahim akan luruh keluar dari rahim sebagai menstruasi (menstruasi).

Siklus menstruasi rata-rata 28 hari, tetapi tidak semua orang mengalami hal yang sama karena banyak factor yang mempengaruhinya. Siklus menstruasi dikendalikan oleh hormon reproduksi. Saat menjelang dan sesudah menstruasi, sebagian remaja wanita diliputi suasana yang tidak menentu, perasaan yang kurang nyaman, cepat marah, tersinggung dan terasa sakit di sekitar rahim.

Pada akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin yang merangsang hipofisis untuk melepaskan FSH (follicle stimulating hormone). Mekanisme proses menstruasi secara singkat dapat dijelaskan melalui proses-proses yang terjadi dalam satu siklus menstruasi yang terdiri atas empat fase, yaitu:

a. Fase Proliferasi atau folikuler

Fase proliferasi atau folikuler merupakan fase pertumbuhan folikel yang sudah masak (folikel graaf) dan mengasilkan hormon estrogen. Pada masa ini adalah masa paling subur bagi seseorang wanita. Dimulai dari hari 1 sampai sekitar sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur ( ovulasi).

Folikel yang sudah masak menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi merangsang pembelahan sel-sel dinding rahim, bertanggung jawab terhadap ciri-ciri sekunder anak wanita, menghambat pembentukan FSH oleh hipofisis dan merangsang hipofisis untuk menghasilkan LH (Luteinizing hormone). LH berperanan merangsang pemasakan folikel Graaf untuk melakukan ovulasi (umumnya pada hari ke-14 dari siklus menstruasi).

Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3- 30 folikel yang masing-masing mengandung sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur. Akhir dari fase ini terjadi lonjakan penghasilan hormon LH yang sangat meningkat yang menyebabkan terjadinya proses ovulasi.

b. Fase Luteal atau fase sekresi atau fase pramenstruasi

Fase Luletal merupakan fase uterus pada tahap siap menerima dan memberi makan sel telur yang telah dibuahi (zigot). Pada fase ini menunjukkan masa ovarium beraktivitas membentuk korpus luteum dari sisa-sisa folikel-folikel de Graaf yang sudah mengeluarkan sel ovum (telur) pada saat terjadinya proses ovulasi.

Pada fase ini peningkatan hormon progesteron, yang diikuti oleh penurunan kadar hormon- hormon FSH, estrogen, dan LH. Keadaan ini digunakan sebagai penunjang lapisan endrometrium untuk mempersiapkan dinding rahim dalam menerima hasil konsepsi jika terjadi kehamilan dan proses peluruhan dinding rahim yang prosesnya akan terjadi pada akhir fase ini.

c. Fase Menstruasi

Pada fase mentruasi menunjukkan saat-saat masa terjadinya proses peluruhan dari lapisan endometrium uteri disertai pengeluaran darah dari dalamnya.

Terjadi kembali peningkatan kadar dan aktivitas hormon-hormon FSH dan estrogen yang disebabkan tidak adanya hormon LH dan pengaruhnya karena produksinya telah dihentikan oleh peningkatan kadar hormon progesteron secara maksimal.

Hal ini mempengaruhi kondisi flora normal dan dinding- dinding di daerah vagina dan uterus yang selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan-perubahan hygiene pada daerah tersebut dan menimbulkan keputihan. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.

d. Fase Regenerasi atau pascamensruasi

Pada fase ini terjadi proses pemulihan dan pembentukan kembali lapisan endometrium uteri, sedangkan ovarium mulai beraktifitas kembali membentuk folikel-folikel yang terkandung di dalamnya melalui pengaruh hormon-hormon FSH dan estrogen yang sebelumnya sudah dihasilkan kembali didalam ovarium.

Bila tidak dibuahi atau tidak terjadi fertilisasi, maka proses ini akan berulang dan terjadilah fase menstruasi kembali.

Panjang proses menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi – hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.

Manfaat mengetahui proses terjadinya menstruasi 

Seperti disampaikan di awal tadi, ada manfaatnya kalau kita tahu soal proses menstruasi. Anda jadi tahu kapan saatnya berenergi, dan ternyata normal kalau sesekali merasa down. Inilah salah satu alasan mengapa penting untuk mencatat siklus haid setiap bulannya.

Selain itu, Anda juga jadi tahu kapan masa subur – selama ovulasi atau sekitar 2 minggu setelah hari pertama haid. Jadi bila tak ingin hamil, gunakan kontrasepsi ketika berhubungan intim karena kemungkinan hamil bisa terjadi kapan saja – tidak hanya di masa subur, tapi juga termasuk ketika menstruasi.

Nah, itulah tadi beberapa informasi tentang proses menstruasi pada wanita dan manfaat mengetahui peroses menstuasi.
Top