Peti Raksasa Zaman Fir'aun Dibuka Arkeolog Mesir, Baunya Busuk Isinya Ngeri

Komentar

Gambar proses pembukaan peti oleh arkeolog dilansir dari EPA

Ditemukan peti raksasa zaman Fir'aun

Peti yang dikira adalah mumi dari Iskandar Agung ini akhirnya di buka oleh badan arkeolog mesir.

Isinya sungguh diluar dugaan...

Dua pekan lalu arkeolog di Mesir menemukan peti mati besar berbahan granit berwarna hitam di Iskandariyah.

Ada yang mengira peti mati ini berisi jenazah Iskandar Agung, sementara yang lain mengatakan jangan-jangan peti ini berisi kutukan maut.

Kementerian yang mengurusi benda-benda kuno di Mesir secara khusus menunjuk tim yang ditugaskan untuk membuka peti mati yang ditemukan di satu daerah konstruksi tersebut.

Isinya sungguh mengejutkat!

Bukannya mumi iskandar agung ataupun harta peninggalan firaun. Isi peti mati ini adalah tiga kerangka dan air selokan berwarna merah kecokelatan.

Menurut media Mesir El-Watan, mereka awalnya membuka sedikit peti ini, sekitar lima sentimeter, tapi anggota tim menghadapi bau dari dalam peti yang sangat menyengat seperti dilansir dari bbc.com.


Foto: Getty images

Upaya pembukaan peti mati yang kedua dibantu oleh tim dari militer Mesir.

"Yang kami dapatkan adalah tulang belulang tiga orang, ini seperti pemakaman keluarga ... sayangnya mumi yang ada di peti tidak dalam keadaan bagus, jadi yang tersisa adalah tulang belulang," ungkap Mostafa Waziri, sekretaris jenderal dewan yang membidangi benda-benda kuno Mesir.

BACA JUGA: Bukan Menakut-Nakuti, Terlaknatlah Istri yang Mengingkari Kebaikan Suami

Meski demikian, untuk sementara peti ini dikarantina untuk mencegah kemungkinan peti ini mengeluarkan gas beracun yang mematikan seperti dilansir dari koran Al-Ahram.

Para pakar mengatakan tulang-tulang di peti mati ini besar kemungkinan adalah tentara yang hidup di zaman Firaun.

Salah satu tengkorak memperlihatkan bekas luka terkena panah.

Sarkofagus memiliki panjang tiga meter dengan tinggi hampir dua meter. Ini adalah sarkofagus terbesar yang ditemukan dalam keadaan utuh.

Beratnya sekitar 27 ton dan diduga berasal dari era 323 sebelum Masehi atau setelah kematian Iskandar Agung.
Top