Wanita Wajib Tahu! Ini 9 Penyebab Telat Datang Bulan

Komentar

datang bulan via beautyslimminghealth.com

Menstruasi atau sering disebut dengan istilah datang bulan merupakan sebuah siklus bulanan dimana lapisan dinding rahmi yang berisi banyak darah dan cairan keluar dari vagina karena pembuahan tidak terjadi.

Semua wanita pasti akan mengalami proses menstruasi di tiap bulannya, ada yang memiliki siklus normal dan ada pula yang tidak teratur. Panjang siklus menstruasi yang normal adalah 21-35 hari, dihitung dari hari pertama menstruasi bulan ini, hingga hari pertama menstruasi berikutnya.

Saat menstruasi normal berarti tidak ada masalah namun jika sebaliknya maka hal tersebut dapat berpengaruh pada ketidakstabilan siklus, sehingga menjadi penyebab keterlambatan menstruasi.
Hal ini merupakan hal yang sangat meresahkan wanita di masa-masa suburnya.

Anggapan yang sering sekali terlintas di pikiran cewek saat mendapati dirinya telat datang bulan adalah – hamil. Memang telat haid adalah salah satu tanda kehamilan, namun biasanya tanda-tanda kehamilan akan muncul dengan gejala-gejala lainnya, seperti mual dan muntah, kepala pusing, badan cepat lelah, dan lain sebagainya.

Jadi jika hanya terlambat datang bulan saja tanpa ada gejala lainnya, maka itu bukan suatu tanda hamil dan bisa dikarenakan hal lainnya.

Jika kamu adalah salah satu cewek yang siklus haidnya nggak teratur, jangan khawatir dulu.
Siklus haid yang nggak teratur bukan berarti kamu nggak normal, hanya saja, ada sesuatu yang nggak beres terjadi sama kamu.

Penyebab telat datang bulan dapat berasal dari kebiasaan kita. Kenali penyebab telat datang bulan yang perlu kamu ketahui.

1. Stress



ilustrasi stress via pexels.com

Wanita modern, khususnya yang bekerja ternyata memiliki kecenderungan mendapatkan stress berlebihan karena tekanan berlebihan atau pergaulan sosialnya. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya stres, diantaranya tekanan lingkungan kerja, kelelahan, urusan rumah tangga, dan lain sebagainya.

Tanpa disadari, stress bisa jadi penyebab telat datang bulan. Saat sahabat sehat mengalami stres yang berlebihan, hal ini dapat mempengaruhi hipotalamus di otak yang berperan untuk kegiatan hormonal. Tubuh akan mengeluarkan hormon yakni kortisol dan adrenalin.

Kedua hormon ini akan muncul ketika tubuh merasakan ancaman. Sementara itu, kedua hormon ini juga akan memengaruhi otak yang mengakibatkan masalah ketidak seimbangan hormon. Selain dua hormon tersebut, stres akan menurunkan jumlah hormon GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone).

Ketidak seimbangan hormon ini yang menyebabkan ovulasi tertunda atau tidak terjadi sama sekali. Disarankan untuk berlatih teknik relaksasi seperti melakukan yoga dan meditasi, mengubah gaya hidup, serta rutin berolahraga agar siklus haid kembali lancar.

2. Pola Makan Buruk


ilustrasi makanan via malangtoday.net

Sahabat sehat sebaiknya tidak sembarangan makan karena pola makan yang salah akan menyebabkan masalah pada siklus menstruasi. Pola makan buruk bisa membuat sahabat sehat kehilangan nutrisi sehingga menyebabkan masalah pada kelenjar adrenal dan tiroid.

Pola makan yang tidak cukup serat dan terlalu banyak lemak menjadi salah satu contoh penyebab telat datang bulan.

3. Perubahan Drastis Berat Badan


berat badan via pexels.com

Cewek yang mengalami penurunan berat badan secara drastis biasanya menderita gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Akibatnya, asupan makanan bergizi dan kebutuhan hormon estrogen pun ikut menurun. Hal ini juga mengakibatkan penurunan frekuensi ovulasi dan menyebabkan menstruasi menjadi jarang atau bahkan berhenti sama sekali.

Sedangkan saat berat badanmu berlebihan, maka tubuh juga menciptakan kelebihan estrogen yang menyebabkan dinding rahim menebal dan berhenti berovulasi, sehingga akan memengaruhi siklus haid. Bahkan, kelebihan estrogen ini dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker endometrium.

4. Terlalu Banyak Olahraga


olah raga via belief.com

Terlalu banyak aktivitas yang menimbulkan kelelahan juga akan berpengaruh pada kelenjar hipotalamus, yang nantinya juga memengaruhi hormon menstruasi. Hal ini dapat memengaruhi pelepasan LS dan FSH, yaitu hormon hipofisis yang memicu ovulasi (pelepasan sel telur).

Keseringan berolahraga juga termasuk aktivitas berat yang dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai “amenore” atau berarti nggak ada menstruasi. Hal ini dikarenakan terlalu beratnya olahraga membuat produksi estrogen dalam tubuh juga bisa berkurang. Buatlah porsi aktivitas yang menjadi prioritas utama, kurangi jika memungkinkan, dan hindari jika nggak merepotkan.

5. Sakit Kronis


ilustrasi sakit kronis via runningmagazine.ca

Jika kamu mengalami sakit yang cukup serius, hal ini akan memengaruhi siklus haidmu juga. Diabetes misalnya, penyakit ini terikat erat dengan perubahan hormonal. Sedang penyakit yang terjadi pada usus menyebabkan peradangan yang akan menghalangi tubuh untuk menyerap nutrisi penting, terutama asupan penghasil hormon estrogen.

Biasanya, hal semacam ini bersifat sementara, setelah sakitnya sembuh, siklus haid akan kembali normal seperti sediakala. Beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan organ kewanitaan juga perlu kamu waspadai, di antaranya adalah kondisi kelainan rahim maupun kista.

6. Gaya Hidup Buruk


ilustrasi rokok via pexels.com

Menurut National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA), cewek yang merokok dan beralkohol lebih mudah mengalami gangguan menstruasi dan reproduksi, dari siklus menstruasi yang nggak teratur, berhentinya menstruasi, anovulasi, hingga kemandulan. Jauh-jauh deh ya, dari gaya hidup yang nggak sehat ini.

7. Masalah tiroid


ilustrasi tiroid via medicalpark.com.tr

Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon ini tidak bekerja dengan baik, menstruasi pun bisa terganggu.

Kelenjar tiroid bermasalah dapat dikenali dengan gejala berupa tubuh merasa sangat kelelahan, berat badan cepat berubah, rambut rontok, dan sensitif terhadap suhu panas atau dingin.

Namun jangan khawatir, masalah pada tiroid dapat ditangani dengan obat-obatan dan operasi. Menstruasi pun akan kembali normal setelah masalah tersebut diobati.

8. Manopause Dini


manopause dini via winnetnews.com

Kebanyakan wanita mulai memasuki masa menopause di usia 45-55 tahun. Namun, ada pula wanita yang mengalami gejala-gejala menopause pada usia 40 tahun ke bawah. Kondisi ini disebut sebagai menopause dini. Menopause menyebabkan pelepasan sel telur berhenti, hasilnya menstruasi terlambat atau bahkan terhenti sama sekali.

9. Perubahan Rutinitas


ilustrasi rutinitas via pexels.com

Perubahan rutinitas, misalnya bangun tidur di zona waktu yang berbeda, membuat tubuh menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru. Selain itu jika memiliki banyak kebiasaan yang berubah jam aktivitasnya, hal ini dapat menyebabkan datang bulan jadi terlambat.

Hal ini biasanya terjadi pada karyawan yang mengalami shift (perubahan dan perpindahan jadwal) kerja. dari yang awalnya shift malam kemudian pindah ke shift pagi atau siang.

Menstruasi terlambat mungkin dianggap sebagai hal yang tidak menakutkan oleh beberapa wanita. Padahal kondisi tersebut juga dapat menjadi gejala beberapa kondisi dan penyakit serius.

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami menstruasi terlambat. Juga apabila terdapat masalah lain terkait menstruasi, seperti haid berhenti tiba-tiba selama lebih dari 90 hari, siklus bulanan menjadi sangat tidak teratur, haid berlangsung selama lebih dari 7 hari, nyeri parah, atau darah keluar dengan deras dan harus ganti pembalut setiap satu atau dua jam sekali.
Top