Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Merawat Gusi Agar Tetap Sehat

Komentar

penyebab gusi bengkak via food.detik.com

Bukan hanya gigi, kesehatan gusi pun penting diperhatikan. Umumnya penyebab gusi bengkak sebagai salah satu gangguan gusi adalah karena menumpuknya plak pada gigi yang tertinggal lama dan tidak segera dibersihkan. Plak yang sangat lengket itu umumnya terbentuk ketika proses makan dan minum. Plak juga mengandung banyak bakteri yang sebagian di antaranya dapat mengganggu kesehatan gusi

Gusi sangat penting terhadap mulut seseorang, gusi merupakan jaringan kokoh yang umunya berwarna pink karena terdapat banyak pembuluh darah yang kecil-kecil dan rapat. Gusi membungkus tulang rahang atas dan bawah, juga menempel pada bagian bawah gigi sehingga apa yang terjadi pada gigi bisa berdampak pada gusi.

Gusi bengkak adalah salah satu gejala dari gingivitis kronis atau peradangan gusi kronis. Apa sih Gingivitis itu? Gingivitis adalah bentuk kelainan yang terjadi pada gusi karena terjadinya peradangan atau inflamasi. Gingivitis dapat muncul kapan saja begitu gigi mulai tumbuh, dan dapat terjadi pada siapapun.

Gusi bengkak dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan mulut yang tidak ringan. Jika tidak ditangani, gusi bengkak juga bisa ikut memengaruhi jaringan dan tulang yang menopang gigi.

Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa ada hal-hal yang sangat kecil dan terkadang lepas dari perhatian kita, justru sebagai penyebab gusi bengkak. Gusi bengkak biasanya disertai bau mulut atau perdarahan, tapi bisa juga tidak.

Gusi bengkak tak hanya menyakitkan namun juga bikin malas makan. Simak apa penyebab gusi bengkak pada artikel ini.

Kenali 6 Penyebab Gusi Bengkak

Gusi bengkak merupakan hal yang umum ditemui. Biasa ditandai dengan pembesaran, menggelembung, atau menonjol. Pada sebagian kasus, gusi bengkak yang terjadi bisa cukup besar hingga menutupi gigi secara keseluruhan. Berikut beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gusi bengkak :

1. Plak dan Tartar

ilustrasi plak dan tartar gigi via caranya.id

Kebanyakan pembengkakan gusi terjadi karena satu sebab yaitu plak. Plak adalah lapisan tak terlihat pada gigi dan gusi yang terbentuk oleh bakteri di mulut. Plak akan terlihat jika gigi tidak dibersihkan secara rutin sehingga menimbulkan zat berwarna keputihan atau kekuningan pada permukaan gigi. Plak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi karena konsistensinya yang lunak. Plak tidak hanya menyebabkan gigi berlubang tapi juga menyebabkan infeksi. Plak yang menumpuk dapat masuk ke dalam gusi dan menyebabkan peradangan dari dalam ke luar.

Tartar terbentuk dari plak yang mengeras dan juga dikenal dengan sebutan dental kalkulus atau karang gigi. Plak akan berubah menjadi tartar dalam kurun waktu tertentu atau biasanya lebih dari 10 hari. Biasanya tartar terbentuk di antara celah gigi dan gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, sehingga pembentukannya cenderung tidak terkontrol dan hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi.

2. Iritasi

ilustrasi pakai behel via hellosehat.com

Reaksi alergi terhadap bahan yang terkandung oleh pasta gigi, makanan, obat-obatan, atau bahkan perbaikan kawat gigi dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau pembengkakan pada jaringan gusi. Banyak orang baru menyadari bahwa mereka mengalami gusi bengkak setelah mengganti pasta gigi.

3. Sisa Makanan

ilustrasi sisa makanan via soloradio.fm

Makanan yang masuk  ke bawah gusi atau melekat di sela-sela gigi seringkali sulit untuk dibersihkan, terutama jika hal tersebut sering terjadi sepanjang hari. Salah satu contoh makanan yang sering terjebak di bawah gusi adalah popcorn.  Satu atau dua hari sesudahnya,terjadilah  pembengkakan yang baru akan mereda setelah sisa-sisa popcorn dibersihkan atau keluar dengan sendirinya.

4. Perbaikan gigi  dengan cara yang salah

Gigi yang merenggang karena usia dan diperbaiki dengan cara yang salah, dapat memudahkan sisa-sisa makanan terjebak di sela-sela gigi. Seringkali, sisa-sisa makanan yang sudah terjebak itu sulit dibersihkan sehingga lama-kelamaan dapat menyebabkan infeksi. Gigi palsu yang tidak pas juga dapat mengiritasi jaringan gusi, menyebabkannya luka atau bengkak.

5. Hormon

Beberapa wanita menemukan bahwa perubahan kadar hormon dapat menyebabkan gusi bengkak. Hal ini biasanya bersifat sementara, dengan kasus terpanjang biasanya dikaitkan dengan kehamilan.

6. Obat

ilustrasi obat via hellosehat.com

Jika Anda sudah sangat baik dalam menjaga dan merawat kesehatan gigi tapi masih mengalami gusi bengkak, maka saatnya untuk memeriksa obat apa yang Anda konsumsi. Beberapa obat seperti obat untuk tekanan darah tinggi dapat membuat pertumbuhan berlebih dari jaringan gusi yang terlihat seperti bengkak.

Inilah Langkah Pencegahan Gusi Bengkak

Menyikat gigi secara teratur dengan benar merupakan salah satu langkah efektif dalam mencegah berbagai gangguan gigi dan mulut, termasuk gusi bengkak. Namun, hindari menyikat gigi terlalu keras karena dapat merusak jaringan lembut pada gusi.


ilustrasi menyikat gigi via hellosehat.com

Pilih bulu sikat gigi dari nilon yang lembut dengan ujung tumpul. Ujung sikat gigi yang keras, kemungkinan dapat menganggu enamel gigi atau gusi. Banyak yang menggerakkan sikat gigi secara maju mundur, padahal menyikat gigi sebaiknya dilakukan dengan gerakan memutar.

Selain itu, untuk mencegah gusi bengkak, Anda juga dapat melakukan :
  1. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk kalsium dan vitamin C. Lalu perbanyak minum air putih dan hindari makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin.
  2. Jauhi rokok atau produk tembakau lain.
  3. Lakukan relaksasi. Stres berlebihan dapat meningkatkan risiko peradangan, termasuk gusi.

Peran gusi dalam mulut sangatlah penting. Gangguan yang terjadi pada gusi dapat berakibat pada bagian lainnya dalam mulut. Jaga kebersihan mulut dan rutin melakukan perawatan gigi tiap enam bulan ke dokter gigi, demi memiliki gusi dan gigi yang sehat.

Itulah penjelasan mengenai penyebab gusi bengkak dan pencegahannya. Semoga bermanfaat untuk Anda.
Top