Penyakit Jantung Bisa Jadi Sebab Mati Muda, Jangan Anggap Remeh Nyeri pada Dada

Komentar

ilustrasi penyakit jantung via obat.promo

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang disebut-sebut sebagai pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) mengalami kerusakan. Tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan diduga menjadi penyebab penyakit ini.

Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penyumbatan aliran darah ke jantung. Dua jenis tersebut adalah angina (angin duduk) dan serangan jantung.

Serangan angina biasanya berlangsung beberapa menit dan dipicu oleh aktivitas fisik atau stres. Jenis sakitnya pun bermacam-macam. Ada yang terasa menyebar di sekitar dada, berat seperti tertindih, atau sesak. Selain sakit dada, seseorang juga bisa merasa sesak napas, mual, lelah, pusing dan gelisah saat angina menyerang.

Sedangkan serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat sepenuhnya. Beberapa gejala serangan jantung adalah sakit dada yang parah, kesulitan bernapas, merasa lemas, pusing, serta panik. Sakit dada itu juga bisa menyebar ke leher hingga rahang, ke lengan kiri, dan ke punggung.

Seseorang yang sudah terdiagnosis menderita penyakit jantung harus menjaga kondisi tubuhnya dengan sangat hati-hati, rajin minum obat, dan menghindari semua faktor risiko seperti berhenti merokok, menjaga berat badan, dan diet sehat. Semua langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi serangan jantung berulang, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Ketahui 7 Ciri Gejala Awal Sakit Jantung

Sebagai salah satu organ tubuh yang paling vital, sudah seharusnya untuk menjaga kesehatan jantung. Untuk itu, Anda harus mewaspadai setiap tanda yang menunjukkan gejala awal sakit jantung. Yuk, cari tahu tujuh gejala awal penyakit jantung di bawah ini :

1. Sakit Kepala

ilustrasi sakit kepala via familinia.com

Gejala awal penyakit jantung yang pertama adalah sakit kepala. Munculnya rasa sakit kepala saat terkena sinar matahari dapat mengindikasikan seseorang mempunyai masalah kesehatan dengan jantungnya. Pengaruh ini umumnya menimbulkan denyut jantung lebih lambat atau lebih cepat. Pada wanita juga harus waspada jika mengalami sakit migrain, karena menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Neurology, sakit kepala pada pengidap penyakit jantung bisa saja akibat dari tidak lancarnya sirkulasi darah.

2. Nyeri Dada

Selain sakit kepala, gejala awal penyakit jantung yang umum dirasakan oleh pengidapnya yakni nyeri dada. Efek yang ditimbulkan oleh nyeri dada ini adalah sesak napas yang diikuti keluarnya keringat, mual, serta denyut jantung berdegup lebih kencang dari biasanya. Nyeri dada tersebut muncul karena adanya penyumbatan arteri yang mengakibatkan darah tidak dapat mengalir lancar ke seluruh tubuh.

3. Denyut Jantung Tak Beraturan

Jika Anda mengalami denyut jantung tak teratur, ini patut diwaspadai karena dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Denyut jantung tak teratur umumnya terjadi karena adanya penebalan otot pada katup jantung. Hal ini menyebabkan terjadi penyempitan pada katup sehingga menyebabkan kebocoran.

4. Merasa Mudah Lelah

ilustrasi mudah lelah via food.detik.com

Tubuh lebih rentan lelah dari biasanya, padahal Anda mungkin sama sekali tidak melakukan aktivitas fisik yang begitu berat. Perasaan mudah lelah ini juga menjadi salah satu gejala awal penyakit jantung yang patut diwaspadai.

5. Pembengkakan

Gejala awal penyakit jantung pun menyebabkan terjadinya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh seperti perut. Hal ini dikarenakan menurunnya fungsi jantung yang berdampak pada proses pembuangan cairan dari ginjal. Oleh karenanya, pembengkakan tersebut muncul.

6. Mual

Pembengkakan pada bagian perut menyebabkan pengidap secara otomatis kehilangan nafsu makan dan merasakan mual berlebih. Tak heran, para pengidap sakit jantung biasanya juga mengalami hal ini di awal.

7. Rasa Cemas Berlebih

ilustrasi cemas via nusantaranews.co

Banyak yang meyakini, gejala awal penyakit jantung erat kaitannya dengan rasa cemas berlebih. Alhasil, mereka yang pernah mengalami serangan akan lebih sering mengalami ketegangan, ketakutan, atau kecemasan akan kehilangan nyawa. Hal ini dikaitkan dengan kecemasan pada psikologi dan stres pada seseorang yang menyebabkan serangan lebih sering.

5 Faktor Tak Terduga yang Picu Penyakit Jantung

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu datangnya penyakit jantung ini. Sayangnya, tak semua orang menyadarinya. Berikut ini adalah lima faktor tak terduga penyebab penyakit jantung.

1. Kurang tidur 

ilustrasi kurang tidur via nusantaranews.co

Saat kita beristirahat, tubuh bekerja keras untuk memperbaiki DNA, menambah kadar vitamin, dan menghasilkan antioksidan.

Riset telah membuktikan, mereka yang memiliki gaya hidup sehat seperti olahraga, mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok dan mengonsumsi alkohol 67 persen lebih rendah untuk terhindari dari penyakit jantung.

Jadi, agar kita memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang baik, para ahli menyarankan agar kita menggunakan ruangan yang sejuk, gelap dan tanpa gangguan, serta menetapkan jam tidur sebelum malam terlalu larut.

2. Kurang berbahagia 

Para ilmuwan telah meminta sekelompok orang dengan risiko penyakit jantung untuk menyelesaikan tes yang mengukur kesejahteraan, optimisme, dan kepuasan hidup.

Orang-orang optimistis dan bahagia selalu mengharapkan masa depan dan cenderung mempersiapkan diri dengan gaya hidup yang lebih sehat.

3. Terlalu banyak terpapar polusi udara 

ilustrasi polusi udara via nusantaranews.co

Bahan kimia di udara yang tercemar dapat meningkatkan peradangan di tubuh, meningkatkan oksidasi, dan mencemari organ penting seperti jantung.

Jadi, agar kita terhindar dari risiko penyakit jantung, hindarilah asap rokok, jauhkan diri dari asap kendaraan bermotor saat berada di luar, dan hindari situasi di mana kualitas udara buruk, seperti memanggang di dalam rumah.

4. Terlalu banyak terpapar racun logam berat 

Sebanyak tiga perempat orang memiliki kadar bahan kimia tingkat tinggi dalam darah seperti timbal, merkuri dan kadmium, yang dapat meracuni enzim yang berfungsi dalam proses penyembuhan.

Namun untuk menghindarinya, kita sebaiknya mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan organik. Kita juga bisa menggunakan produk pembersih ramah lingkungan, dan menyaring air keran. Makanlah makanan yang mengandung sayur mayur, terutama sayuran berdaun hijau gelap, yang berkhasiat membantu jantung membuang racun logam ini.

5. Stres 

ilustrasi stres via raowellness.com

Terlalu stres dapat meningkatkan kortisol dan adrenalin yang membuat gula darah naik dan pembuluh darah mengeras. Untuk melihat efek stres ini, periset meneliti 21 orang dengan penyakit jantung dan memberi pelatihan tentang kesehatan jantung. Periset juga memberi petunjuk cara bermeditasi terkait hal ini. Setelah lima tahun, mereka yang melakukan meditasi mengalami penurunan risiko penyakit janutung, stroke, dan kematian, hingga 50 persen dalam serangan jantung.

7 Pantangan Makanan Bagi Penderita Penyakit Jantung 

Ada beberapa makanan yang harus dihindari atau bahkan tidak boleh memakan agar penyakit jantung yang diderita tidak semakin parah. Diantaranya adalah :

1. Daging Olahan

Ada beberapa daging olaharan yang harus di hindari bagi penderita jantung koroner seperti sosis, kornet, daging asap, nugget, dan makanan sejenisnya yang di awetkan menggunakan garam, nutrat, dan bahan pengawet lainnya. Menurut para ahli kadar garam dan pengawet yang sangat tinggi dan berlebihan akan meningkatkan bahaya jantung koroner. Dari berbagai penelitian telah menunjukan bahwa daging yang telah di awetkan memiliki pengaruh yang sangat buruk terhadap kesehatan jantung. So, hindari DAGING OLAHAN sekarang juga!

2. Makanan Cepat Saji

ilustrasi makanan cepat saji via panditfootball.com

Percaya atau tidak, sekarang makin banyak orang yang lebih menyukai dan memilih mengonsumsi makanan yang cepat saji alias fast food. Meski memang lezat dan menggugah selera, Anda perlu tahu betul bahwa makanan cepat saji sangatlah berbahaya bagi tubuh. Ini karena di dalam fast food kadar sodium, lemak trans dan gula sangatlah tinggi.

Ditambah pula dengan kenyataan bahwa fast food sangatlah rendah serat dan gizi, ini menjadi lebih berbahaya bagi tubuh pengonsumsinya. Ketika porsi fast food sangat berlebihan dan besar, tak hanya jantung saja yang bisa terancam kesehatannya. Organ hati, ginjal hingga sistem pencernaan bisa terganggu juga.

3. Makanan Karbohidrat Olahan

Karbohidrat memang merupakan salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan oleh tubuh manusia karena kita memperoleh tenaga juga dari karbohidrat. Namun, para penderita penyakit jantung sebaiknya tidaklah mengonsumsi makanan-makanan berkarbohidrat olahan. Karbohidrat olahan justru masuk di dalam pantangan bagi yang punya masalah dengan kesehatan jantung.

Proses pengolahan dari karbohidrat olahan memanglah turut menyertakan fitokimia, lemak sehat, serat dan mineral, tapi ada tambahan yang mungkin tak akan terbayangkan. Ada bahan-bahan berbahaya bagi tubuh yang biasanya turut ditambahkan, yakni lemak trans, gula atau fruktosa, berikut juga sodium alias garam sehingga otomatis menjadi tidak sehat lagi. Makanan rendah gula biasanya cukup sering memakai furktosa.

4. Makanan Bertrigliserin

ilustrasi makanan bertrigliserin via herbalin.net

Anda juga perlu memerhatikan betul bahwa makanan dengan kandungan trigliserin tinggi bukanlah untuk penderita penyakit jantung. Makanan dengan kandungan trigliserin tinggi akan otomatis menaikkan kadar kolesterol sehingga mengancam kondisi jantung Anda. Ingat bahwa trigliserin merupakan lemak jahat yang berpotensi menyumbat arteri jantung. Seperti pada tape dan durian

Makanan dengan kolesterol dan lemak trans tinggi perlu menjadi pantangan utama karena lemak trans sendiri merupakan jenis lemak yang biasa digunakan untuk membuat makanan ringan atau makanan yang dipanggang lebih panjang umur. Kolesterol jahat atau LDL bisa langsung meningkat apabila Anda rajin mengonsumsi makanan-makanan berlemak trans. Lemak trans merupakan jenis lemak yang bisa ditemukan pada makanan panggang atau makanan cepat saji.

5. Dilarang Terlalu Banyak Mengkonsumsi Telur

Sebenarnya mengkonsumsi telur itu tidaklah berbahaya jika dalam porsi yang seimbang, namun jika berlebihan tetap saja berbahaya atau yang paling berbahaya adalah produk dari kuning telur yang dapat meningkatkan kolesterol, hal inilah yang dapat menjadi faktor serangan jantung.

6. Terlalu Banyak Gula

Kita tahu banyak sekali orang yang suka mengkonsumsi atau mengemil makanan manis, Namun dalam sebuah penelitian diketahui ternyata dalam jumlah yang banyak makanan manis dapat menyebabkan diabetes hal itu merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner

7. Lemak Jenuh

ilustrasi lemak jenuh via hellosehat.com

Kita harus sadari bahwa didalam beberapa makanan terdapat lemak jenuh yang tentu sangat berbahaya, salah satu makanannya adalah daging merah, produk susu, dan kelapa serta minyak sawit.

Jika Anda benar-benar penderita penyakit jantung, maka Anda harus MENGHINDARI makanan-makanan di atas agar penyakit Anda tidak semakin parah. Segera cegah dan obati mulai dari sekarang sebelum terlambat.

Cara Mencegah Penyakit Jantung

ilustrasi jalan pagi via winnetnews.com

Setiap orang punya potensi yang sama untuk terkena penyakit jantung. Meski demikian, Anda tetap bisa meminimalisasinya dengan menerapkan pola hidup sehat seperti :
  • Berhenti merokok
  • Rajin berolahraga, terutama jalan pagi
  • Pertahankan berat badan ideal (tidak terlalu gemuk atau kurus)
  • Rutin melakukan cek tekanan darah
  • Mengonsumsi makanan sehat, terutama sayur dan buah-buahan yang bagus untuk kesehatan jantung
  • Hindari makanan asin dan berlemak
  • Konsultasi dengan dokter secara berkala, terlebih jika Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat sakit jantung
  • Konsumsi suplemen tambahan untuk kesehatan jantung jika diperlukan
  • Hindari alkohol dan minuman keras lainnya

Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang baik, namun ada baiknya konsultasikan dengan dokter mengenai masalah jantung. Karena tidak ada yang tahu kapan datangnya penyakit. Namun setiap penyakit, termasuk penyakit jantung akan selalu bisa diantisipasi sedini mungkin. Semoga bermanfaat.
Top