Penjelasan Lengkap Mengenai Penyakit ISPA Termasuk Gejala dan Pencegahannya

Komentar

penyakit ispa via bukumedis.com

Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA adalah infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernafasan), atau bahkan paru-paru yang berlangsung lebih dari 14 hari. ISPA mengenai struktur saluran di atas laring, tetapi kebanyakan penyakit ini mengenai bagian saluran atas dan bawah secara simultan atau berurutan.

Penyakit ISPA menyebabkan fungsi pernapasan menjadi terganggu. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan dan menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa berakibat fatal, bahkan sampai berujung pada kematian.

Penyakit ISPA terbagi dua jenis, yaitu pneumonia dan non pneumonia. Untuk jenis pneumonia, jika sudah memasuki tahap yang sangat buruk dan ditangani oleh buruk bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ISPA jenis pneumonia ditandai dengan demam tinggi dan sesak napas. Sedangkan untuk jenis non pneumonia dibedakan lagi menjadi common cold dan influenza. Pemicu common cold adalah virus rhinovirus, respiratory syncytial virus, adenovirus, dll. Sedangkan influenza dipicu oleh virus influenza dan pneumonia.

Penyakit ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut semakin banyak diderita oleh banyak orang. Penyakit ini biasanya sering muncul pada musim pancaroba akibat sirkulasi virus di udara yang yang meningkat. Selain itu, perubahan udara dari panas ke dingin seringkali memperlemah daya tahan tubuh anak. Akibatnya, mereka pun menjadi lebih rentan terhadap penyakit ini.

Menularkah virus penyakit ISPA? Virus penyakit ISPA sangat menular. Penularannya bisa terjadi akibat menghirup droplet atau percikan lendir yang dikeluarkan  penderita penyakit ISPA. Jadi, selalu biasakan untuk menutup mulut dan hidungnya saat batuk dan pilek.

Apa Saja Gejala Penyakit ISPA?

ilustrasi pilek via hellosehat.com

Ada beberapa gejala yang kebanyakan tidak Anda sadari bahwa Anda telah terjangkit infeksi saluran pernapasan. Gejala umum dari penyakit ISPA adalah:
  • Hidung tersumbat dan pilek. Bila Anda mulai merasakan gejala tersebut, segera minum obat dan istirahat di rumah. Bila semakin para, silakan cek dan periksa ke dokter.
  • Batuk kering tanpa dahak yang dihasilkan dari paru-paru
  • Demam ringan merupakan salah satu ciri-ciri tubuh yang sedang melawan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Bernapas cepat atau kesulitan bernapas
  • Warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen
  • Gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan kadang-kadang rasa sakit dan demam

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Apa Penyebab Penyakit ISPA?

ilustrasi penyebab penyakit ispa via bukumedis.com
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ISPA ditularkan oleh virus dan bakteri. Berikut ini adalah beberapa mikroorganisme yang menjadi penyebab munculnya penyakit ISPA :
  • Adenovirus. Gangguan pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia bisa disebabkan oleh virus yang memiliki lebih dari 50 jenis ini.
  • Rhinovirus. Virus ini menyebabkan pilek. Tapi pada anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah, pilek biasa bisa berubah menjadi ISPA pada tahap yang serius.
  • Pneumokokus. penyakit meningitis disebabkan oleh virus jenis ini. Bakteri ini juga bisa memicu gangguan pernapasan lain, seperti halnya pneumonia.

Sistem kekebalan tubuh seseorang sangat berpengaruh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri terhadap tubuh manusia. Risiko seseorang mengalami infeksi akan meningkat ketika kekebalan tubuh lemah. Hal ini cenderung terjadi pada anak-anak dan orang yang lebih tua, serta siapa pun yang memiliki penyakit atau kelainan dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyakit ISPA juga akan lebih mudah menjangkiti orang yang menderita penyakit jantung atau memiliki gangguan dengan paru-parunya. Perokok juga berisiko tinggi terkena infeksi saluran pernapasan akut dan cenderung lebih sulit untuk pulih dari kondisi ini.

Apa Pengobatan yang Dilakukan pada Penyakit ISPA?

ilustrasi pengobatan penyakit ispa via irpiniasalus.com

Belum ada obat yang efektif membunuh kebanyakan virus yang menyerang manusia. Pengobatan yang dilakukan selama ini biasanya hanya untuk meredakan gejala yang muncul akibat infeksi virus. Istirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak air mineral bisa membantu meredakan gejala itu.

Beberapa jenis obat yang sering diberikan dokter untuk meredakan gejala-gejala ISPA diantaranya:
  • Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dan asetaminofen, untuk mengurangi efek demam dan nyeri di tubuh.
  • Obat antihistamin, dekongestan, dan ipratropium, untuk mengatasi hidung yang berair dan tersumbat.
  • Obat batuk antitusif, untuk mengurangi batuk-batuk. Madu juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini.
  • Obat steroid, seperti deksametason dan prednison, mungkin diresepkan pada kondisi tertentu untuk mengurangi peradangan dan pembekakan yang terjadi di saluran pernapasan bagian atas.

Apabila infeksi yang terjadi disebabkan oleh bakteri, serangkaian tes akan dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri. Setelah itu, dokter bisa menentukan antibiotik yang paling tepat untuk membasmi bakteri penyebab infeksi. Agar tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya, antibiotik harus sesuai dengan resep dokter.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, komplikasi yang terjadi akibat ISPA sangat serius dan bisa berakibat fatal. Komplikasi yang sering kali terjadi bersamaan dengan ISPA adalah gagal napas dan gagal jantung kongestif.

Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit ISPA?

ilustrasi penjegahan penyakit ispa via dokterperawatbidan.blogspot.com

Pencegahan adalah cara terbaik dalam menangani penyakit ISPA. Berikut ini adalah beberapa pola hidup higienis yang bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap penyakit ISPA.
  • Mencuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Hindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata dengan tangan agar Anda terlindung dari penyebaran virus dan bakteri.
  • Hindari merokok.
  • Perbanyak konsumsi makanan kaya serat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Ketika Anda bersin, pastikan menutupnya dengan tisu atau tangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
  • Berolahraga secara teratur juga bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penularan infeksi. Semakin sering berolahraga, semakin kecil pula risiko tertular ISPA.

Jangan tunda pengobatan penyakit ISPA jika gejala awal sudah muncul. Semakin cepat Anda melakukan penanganan maka semakin cepat pula kesembuhan yang bisa didapatkan. Selain itu, Anda juga bisa menghindari kemungkinan buruk yang bisa terjadi apabila gejala yang muncul tetap dibiarkan. Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kekurangan ataupun kesalahan.
Top