Pelaku Bom Pasuruan Berhasil Ditembak Hanya Dengan Senapan Berburu

Komentar

Gambar diolah dari surya.co.id

Meski hanya dengan senapan angin itu bukan luar biasa dan sederhana, harganya murah, namun keberaniannya perlu mendapatkan apresiasi yang luar biasa...

Aksi teror bom yang diduga dilakukan teroris di indonesia kembali terjadi di kelurahan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Seorang saksi utama yang memberikan keterangan di mapolres Pasuruan, SW memberikan kesaksian atas peristiwa yang membuat seorang anak terluka dan membuat kepanikan.

SW yang mengaku sempat menembak pelaku pengeboman dengan senapan angin miliknya.

Seperti yang dikutip dari Surya.co.id, sedikit berbagi cerita. Menurut dia sekira 11.30 WIB dirinya mendengar suara ledakan. Saat itu dia sedang duduk di ruang keluarga rumahnya. Ia menyadari suara itu berasal dari rumah pelaku yang jaraknya hanya 10 meter dari rumahnya. Ia lantas lari kesana untuk memberikan pertolongan pertama.

Baca Juga: 6 Fakta Mengerikan Ledakan Bom Pasuruan, Berikut Foto dan Video Kejadian
     
"Saya dobrak pintunya, karena saat saya tiba pintunya terkunci rapat. Saya takut di dalam terjadi apa-apa dan harus segera mendapatkan pertolongan,” katanya.
     
Begitu masuk ke dalam rumah tersebut, ia melihat pelaku sedang berusaha menolong UMR, anaknya yang terluka. Awalnya, SW mengira suara ledakan itu dari gas elpiji. Ia melihat, UMR terluka parah. Sedangkan istrinya, DR hanya menangis melihat kondisi anaknya tersebut.
   
 "Saat saya berusaha mengangkat UMR, pelaku mendorong saya, tak terima saya membantunya. Saya dibilang sok pahlawan dan sebagainya. Saya sempat cekcok di sana," tandas SW.

"Puncaknya, saya keluar rumah saat pelaku melempar bom ke arah tubuh saya," imbunya.
Menurutnya bom tersebut sempat dihindari lalu meledak terkena tembok. "Itu ledakan kedua,” ujarnya.     

Setelah pulang SW lalu mengambil senapannya. Senapan ini, biasa ia gunakan berburu babi hutan atau anjing liar. Senapan ini berukuran peluru berkaliber 4,5 mm.

“Saya keluar rumah, ternyata ia masih menakuti warga dan mengejar polisi. Setelah itu terdengar ledakan dua kali dan terlihat kepulan asap tebal,” tuturnya.

 Tak beberapa lama SW melihat pelaku pulang ke rumah. Ia pun sempat mau menghampirinya. Namun, SW mengaku pelaku hanya mengambil sepeda dan pergi meninggalkan rumah. SW pun lalu berlari menuju ujung gang menunggunya pelaku lewat.
   
Sambil menyanggong pelaku, SW membidikkan senapan dari kejauhan. Begitu jaraknya memungkinkan ia melepaskan tembakan ke arah pelaku.

SW mengaku sengaja mengarahkan tembakannya ke jantung pelaku. Namun, tanpa disadari pelaku mengetahui arah sasarannya sehingga pelaku sempat merunduk.

"Tetap terkena dadanya. Dia sempat oleng, tapi tetap bisa melanjutkan perjalanannya. Saya yakin, dia terluka terluka parah maksimal besok. Saya yakin dia pasti ke dokter,” uarainya.
         
SW mengaku aksi itu spontanitas karena geram dengan pelaku. Dia bahkan geram terhadap pelaku yang mengusirnya dengan bom saat SW mau menolongnya.
     
“Saya emosi karena saya ditantang, makanya saya tembak dia. Aksi pelaku ini membahayakan nyawa banyak orang,” pungkas SW.
Top