Cara Mengatasi Bau Mulut Anak Agar Mereka Tidak Dikucilkan Temannya

Komentar

Bau mulut via orami.co.id

Anak Bunda memili bau mulut yang tidak sedap? Mari simak artikel ini agar Bunda tahu penyebab dan cara mengatasi bau mulut pada anak.

Ada beberapa kondisi penyebab bau mulut pada anak yang harus diwaspadai. Yuk, Bunda, kenali penyebab serta cara mengatasi bau mulut pada anak. Bau mulut merupakan kondisi medis yang biasa disebut halitosis. Beberapa faktor bisa menyebabkan halitosis. Di antaranya, makanan dan beberapa penyebab bau mulut pada anak yang akan kami bahas pada artikel ini.

Bau mulut yang terjadi pada anak membuat para orang tua khawatir dan cemas. Segera ketahui penyebab dan cara mengatasi bau mulut pada anak supaya sang anak tidak lagi minder saat berbicara kepada orang lain.

Ada cara mengatasi bau mulut pada anak yang efektif dan efisien sebaiknya dilakukan secara rutin. Agar kesehatan mulut anak terjaga, apa saja itu? Mari kita bahas bersama.

Penyebab Bau Mulut pada Anak yang Harus Diwaspadai

  • Penyakit tertentu. Infeksi sinus kronik merupakan salah satu penyakit yang dapat memicu bau mulut pada anak. Ini adalah kondisi di mana cairan yang terkumpul di sinus bisa mengalir kembali ke kerongkongan dan belakang lidah. Akibatnya, lendir itu bisa jadi makanan bagi bakteri penghuni mulut. Sisa-sisa metabolisme bakteri itu akan menghasilkan gas yang berbau. Tanda infeksi sinus yang kronik antara lain sering mengalami batuk dan pilek, lendir hidung berwarna kehijauan, serta anak tampak mudah lelah. Beberapa penyakit lain yang bisa menyebabkan bau mulut pada anak adalah tonsilitis atau radang amandel, alergi, gangguan pencernaan, hingga beberapa jenis kanker. Penyakit asam lambung pada anak, gangguan usus, nyeri perut, diare, pasca-operasi lambung dan usus, juga bisa menyebabkan bau napas yang tidak sedap. Dalam beberapa kasus, bau mulut juga merupakan tanda penyakit serius seperti pneumonia, bronkitis,  diabetes hingga masalah hati dan ginjal.
  • Gangguan pada gigi. Gigi berlubang, penumpukan karang gigi dan abses gigi juga dapat menjadi penyebab bau mulut pada anak.
  • Benda asing di hidung. Penyebab lain bau mulut pada anak adalah adanya benda asing, seperti potongan makanan, kacang, atau bahkan mainan kecil yang tersangkut di hidung anak. Hal ini sering terjadi pada anak-anak atau balita yang kerap sembarangan memasukkan benda-benda ke mulut atau hidungnya.
  • Kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Bakteri yang hidup di dalam mulut Si Kecil akan berinteraksi dengan partikel sisa makanan yang terdapat di sela gigi dan gusi, lidah, atau di permukaan amandel di belakang tenggorokan. Hal tersebut dapat memicu bau mulut, terutama jika sisa makanan menumpuk dalam jangka waktu lama.
  • Mulut kering. Bila kondisi mulut kering (xerostomia), maka produksi air liur akan ikut berkurang. Sedangkan air liur diperlukan untuk melembapkan mulut, menetralisir asam yang diproduksi oleh plak, dan membasuh sel-sel mati yang menumpuk di lidah, gusi, dan pipi. Jika tidak dibasuh, sel-sel ini dapat menyebabkan bau mulut. Mulut kering bisa jadi merupakan efek samping dari berbagai obat, masalah pada kelenjar ludah, napas yang dilakukan melalui mulut. Saat mengalami kondisi hidung tersumbat, umumnya Si Kecil akan bernapas melalui mulut, dan kondisi tersebut menyebabkan bakteri berkembang biak dan menyebabkan bau mulut pada anak.
  • Makanan. Makanan pedas dan makanan yang berbau dan memiliki rasa yang menyengat, seperti bawang merah dan bawang putih, juga dapat menyebabkan bau mulut pada anak.

Mengatasi bau mulut via meetdoctor.com

Cara Mengatasi Bau Mulut Pada Anak:

1. Menjaga kebersihan mulut

Mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan mulut merupakan langkah awal untuk mencegah halitosis. Pastikan anak Bunda menyikat giginya secara rutin dua kali dalam sehari dan melakukan flossing satu kali sehari.

Kedua cara ini berguna untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dalam mulut. Atau, Bunda juga bisa meminta mereka untuk berkumur-kumur setiap selesai makan. Gunakan penyegar mulut (tanpa kandungan alkohol) yang direkomendasikan oleh dokter.

2. Minum air putih yang banyak

Minum air putih membantu tubuh memproduksi air liur lebih banyak sehingga mulut tidak kering. Juga cara terbaik untuk ‘menyiram’ sel-sel mati dalam mulut yang membantu menghilangkan sumber bau mulut.

3. Beri makanan bergizi

Beri si kecil makanan yang sehat setiap hari. Konsumsi makanan yang meningkatkan produksi air liur seperti nasi merah, jeruk, sayuran, buah, kacang-kacangan dan ikan. Kurangi asupan gula pada anak. Hindari minuman dan makanan manis, termasuk cokelat dan permen.

4. Periksa ke dokter gigi

Jika Bunda khawatir dengan bau mulut pada anak, katakan kepada dokter gigi. Bau mulut merupakan tanda ada yang salah pada mulut anak Bunda.

Bisa karena masalah ringan seperti salah makan. Namun, bisa juga karena kondisi medis. Terkadang, penyakit sinus dan ginjal bisa menyebabkan bau mulut. Ajak anak memeriksakan giginya ke dokter secara rutin.

5. Coba bahan alami

Selain ke dokter, Bunda juga bisa mengatasi bau mulut pada anak dengan bahan-bahan alami berikut:
Parsley: Ini merupakan penyegar napas alami dengan antiseptik ringan. Parsley memperlancar pencernan dan mengurangi gas di usus yang menyebabkan halitosis. Semangati anak untuk mengunyah parsley setelah makan, namun pastikan tidak berlebihan mengonsumsinya. 
Cuka sari apel: Membantu membersihkan tubuh dari racun. Cuka sari apel juga efektif untuk menghilangkan bau mulut. Campur sesendok cuka sari apel dengan segelas air. Minta si kecil kumur-kumur menggunakan air tersebut dan muntahkan dalam waktu sepuluh detik. 
Baking soda: Bahan alami ini mengubah kadar Ph pada mulut anak Bunda. Menyikat gigi si kecil dengan menambahkan sedikit baking soda bisa membantu membersihkan bakteri di mulut. 

Gunakan bahan alami ini bersamaan dengan resep obat yang diberikan dokter. Selain itu, selalu ingatkan anak untuk rutin membersihkan mulutnya.

Demikian informasi tentang penyebab dan cara mengatasi bau mulut pada anak yang dapat kami sampaikan, semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi Bunda.
Top