Kisah Haru Gadis Yogyakarta, Mengurung Diri di Kamar Selama 15 Tahun Karena Ibunya

Komentar

Gambar Tim Anti Pasung DIY mengevakuasi Maryani warga Kedungpoh Kulon dilansir via kompas.com

Ada pribahasa...

"Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah" yang artinya: Kasih ibu itu tidak akan ada batasnya kepada anaknya. Sedangkan anak, terkadang tidak mengasihi ibunya

Namun berbeda dengan gadis ini, yang harus meratapi kepergian sang ibu selama 15 tahun.

Di dalam kamar gelap duduk seorang diri Maryani (32), dengan rambut panjang terurai.

Dahulu Maryani merupakan anak yang pintar di sekolahnya. Dari SD hingga SMK, dia selalu mendapatkan peringkat yang bagus.

Namun sejak ibunya meninggal saat melahirkan adiknya yang kedua, perilaku Maryani tiba-tiba berubah.

"Sudah 15 tahun terakhir dia (Maryani) begitu, dia hanya berdiam diri di kamar. Keluar hanya untuk mandi dan sikat gigi. Kalau kencing hanya di depan kamar," kata Tugiyo ayah Maryani seperti dilansir dari kompas.com

"SMK kelas 2 dia ingin keluar sekolah, dan kerja di Jakarta di sebuah pabrik konveksi. Lalu pulang ke rumah dan lama-lama mengurung diri di rumah," ucapnya.

"Sampai saat ini dia mengubah rok dan bajunya dengan jahitan tangan sendiri," Tugio menambahkan.

Dikatakan Tukiyo, Maryani sudah beberapa kali melakukan pengobatan baik secara medis maupun alternatif.

Mulai dari klinik di Yogyakarta hingga pengobatan alternatif di Solo hingga Sukabumi, Jawa Barat. Namun tidak berhasil.

"Sudah tidak berhasil, semuanya sudah dicoba, dari alternatif sampai medis. Apalagi tidak punya jaminan kesehatan," imbuhnya

Pekerjaan Tugiyo yang hanya sebagai penjual lotis di Bantul tentu tidak mencukupi lagi untuk biaya pengobatan.

BACA JUGA: Percayalah, Ujian yang Selalu Datang Itu Tanda Allah Sayang Padamu

Secercah asa datang untuk kesembuhan Maryani



Asa kesembuhan Maryani terbuka ketika Tugiyo diberitahu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) bahwa putrinya akan diberi pengobatan gratis.

Warga Dusun Kedungpoh Kulon, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta ini tampak berseri ketika menerima petugas dari Dinas Sosial Gunungkidul dan DIY yang datang kerumahnya Senin (16/7/2018).

Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Gunungkidul, Winarto mengatakan, tujuan dari evakuasi ini adalah untuk memberi pelayanan rehabilitasi bagi orang dengan gangguan jiwa.

"Untuk yang ini keluarga menerima dan memberikan keluarganya untuk diobati. Saya yakin sembuh, dan bisa kembali beraktivitas," katanya.

Mari kita semua doakan agar Maryani kembali sembuh seperti sedia kala, karena masadepannya masih panjang.
Top