Kisah Haru 2 Pria Kebumen yang Batal Haji dengan Menggunakan Sepeda Ontel

Komentar

Gambar dilansir dari dream.co.id

Sedih...

Dua orang yang banyak menginspirasi ini akiranya batal ketanah suci dengan mengendarai sepeda ontel gara-gara hal ini.

Dua pria asal Kebumen, Jawa Tengah, Khudori dan Nurudin, akhir April 2018 lalu membuat heboh.

Sebelumnya dua orang ini adalah Kiai Khudori, asal Desa Roworejo Kecamatan Kebumen dan Nurudin, warga Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Dua pria setengah baya itu ditautkan oleh niat berangkat haji bersepeda ontel.

Ribuan komentar bernada positif dan doa-doa mengalir deras, baik di dunia nyata maupun maya.

Mereka berharap, keduanya berhasil menunaikan kewajibannya menunaikan rukun Islam kelima dengan cara unik ini.

Mereka dilepas oleh keluarga, segenap sanak famili, dan tetangganya dengan doa-doa. Kenekatan dua pria yang berniat haji bersepeda ontel ini menginspirasi banyak orang.

Tetapi, niat dan kerja keras Khudori dan Nurudin harus terhenti di Batam, Kepulauan Riau.

Mereka tak dapat keluar dari wilayah Indonesia lantaran tak mengantongi visa dari negara tujuan, Arab Saudi.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen, Imam Thobroni, mengatakan, keinginan Khudori dan Nurudin berangkat haji terbentur skema perjanjian yang dibuat Indonesia dan Arab Saudi.

" Saya belum memperoleh laporan itu. Tapi, yang jelas, ibadah haji harus melalui jalur resmi," ucap Thobroni, seperti dilansir dari liputan6.com, Kamis, 5 Juli 2018.

Kepala Desa Roworejo, Amir Syarifudin, mengatakan, aktivitas harian Khudori tak berubah. " Pak Khudori kan punya tanah. Bertani, rajin sekali," kata Amir.

Disela-sela aktivitasnya, Khudori juga mengisi waktu dengan mengajari warga belajar agama.

Dari anak-anak yang belajar membaca Iqra dan Alquran, hingga orang-orang tua yang memperdalam ilmu agama.

Amir mengatakan, Khudori mengajarkan agama kepada tanpa bayaran sepeser pun. Tanpa honor.

Kebiasaan bersepeda Khudori memang telah dikenal warga sekitar.

BACA JUGA: 6 Fakta Mengerikan Ledakan Bom Pasuruan, Berikut Foto dan Video Kejadian

Dia kerap terlihat bersepeda saat berkunjung ke pesantren atau berziarah ke makam ulama di berbagai daerah.

Namun, gagal berangkat haji bersepeda ontel tak lantas menyurutkan langkah Khudori untuk menunaikan ibadah wajib bagi muslim yang mampu ini.

Kamis, 31 Mei 2018, Khudori langsung mendaftar haji reguler ke Kementerian Agama Kebumen.

Bahkan, jika mau, sebenarnya anak-anak Khudori pun mampu memberangkatkan orang tuanya beribadah haji dengan Haji ONH Plus. Tetapi, Khudori memang memiliki keinginan yang kuat untuk naik haji bersepeda ontel, sesuai dengan hobinya bersepeda.

"Dari dulu pun keluarga ingin Pak Khudori naik hajinya reguler. Saya pun pernah menyarankan seperti itu, tapi ya itu (tekadnya sudah bulat)," dia menerangkan.
Top