Kepala Sering Pusing? Coba Kenali Beberapa Penyebabnya Berikut Ini

Komentar

kepala sering pusing via mediskus.com

Salah satu alasan paling sering yang menyebabkan orang dewasa pergi ke dokter adalah akibat kepala  pusing. Coba kenali sejumlah penyebab pusing yang sering tak disadari berikut ini.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kepala sering pusing, termasuk gangguan telinga bagian dalam, mabuk perjalanan (motion sickness) dan efek obat-obatan tertentu. Mengetahui penyebabnya secara pasti akan memudahkan kita dalam mengatasi pusing ini sampai tuntas.

Dizziness adalah istilah medis yang dipakai untuk menggambarkan rasa pusing atau ringan kepala seperti melayang, lemas, merasa ‘goyang’, atau tidak stabil. Sensasi kepala pusing ini seringkali dipicu atau diperburuk dengan berjalan, berdiri atau menggerakkan kepala.

Keluhan pusing bisa juga disertai mual atau kepala terasa berat sehingga mengharuskan untuk duduk atau berbaring. Seseorang bisa mengalaminya hanya sebentar dalam beberapa detik, namun terkadang berlangsung lama atau bahkan kepala sering pusing (berulang).

Bagaimana pusing itu muncul, hal-hal yang memicunya, durasi serangan, gejala lain yang menyertai semua harus dicermati. Hal-hal tersebut akan memberikan petunjuk mengenai kemungkinan penyebabnya.

Penyebab Kepala Sering Pusing Akibat Gangguan Telinga 

gangguan telinga via hellosehat.com

Sistem keseimbangan kita tergantung pada gabungan dari berbagai bagian dari sistem sensorik yang meliputi:
  • Mata, berfungsi menentukan di mana tubuh Anda berada di dalam ruang sebuah ruangan, letak objek-objek sekitar dan pergerakannya.
  • Telinga bagian dalam, di sinilah terletak sebuah sensor yang membantu mendeteksi gravitasi, posisi dan pergerakan tubuh. 
  • Saraf sensorik, mengirimkan sinyal yang ditangkap oleh kedua sensor tersebut ke otak. Di otaklah persepi tentang posisi tubuh itu diterjemahkan. 

Vertigo adalah rasa aman palsu bahwa objek di sekitar Anda berputar atau bergerak, padahal sebenarnya tidak. Dengan adanya gangguan pada telinga bagian dalam, otak menerima sinyal dari telinga bagian dalam yang tidak konsisten dengan apa yang ditangkap oleh mata. Pusing berputar (vertigo) muncul sebagai hasil dari pengolahan otak yang bekerja dengan kebingungan.

Kondisi telinga dalam yang menyebabkan kepala sering pusing seperti ini antara lain:
  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV). Kondisi ini yang paling umum menyebabkan pusing berputar atau bergerak. Episode ini dipicu oleh perubahan posisi atau gerakan kepala yang cepat. Sebagai contoh ketika bangun dari tidur, dari duduk ke gerakan berbaring, atau mengalami pukulan pada kepala. 
  • Infeksi. Infeksi virus pada saraf vestibular, yang disebut vestibular neuritis, dapat menyebabkan vertigo yang intens dan konstan. Jika Anda juga mengalami gangguan pendengaran mendadak, maka kondisi ini disebut dengan labyrinthitis. 
  • Penyakit Meniere. Penyakit ini terjadi ketika ada penumpukan cairan yang berlebihan di telinga bagian dalam. Kondisi ini ditandai dengan episode vertigo tiba-tiba yang berlangsung selama beberapa jam. Anda juga mungkin mengalami gangguan pendengaran fluktuatif, dering di telinga dan atau berdengung. 
  • Migrain. Orang yang mengalami migrain mungkin saja disertai dengan vertigo atau jenis pusing lainnya. Bahkan keluhan ini ada ketika mereka tidak merasakan sakit kepala yang parah. Serangan vertigo pada konsisi ini dapat bertahan beberapa menit hingga jam dan mungkin terkait dengan sakit kepala serta sensitivitas terhadap cahaya dan kebisingan. 

Kepala Sering Pusing Akibat Gangguan Sirkulasi Darah 

Anda mungkin akan merasa pusing, kehilangan keseimbangan, atau bahkan pingsan jika jantung tidak memompa cukup darah ke otak Anda. Hal ini bisa terjadi akibat:
  • Tekanan darah rendah. Tekanan darah sistolik yang turun secara mendadak dapat menyebabkan pusing ringan atau perasaan melayang. Hal ini dapat terjadi ketika dari posisi duduk secara mendadak berdiri terlalu cepat. Kondisi ini juga disebut hipotensi ortostatik. 
  • Miskin sirkulasi darah. Kondisi seperti kardiomiopati, serangan jantung, aritmia jantung dan stroke ringan bisa menyebabkan kepala sering pusing. Kurangnya volume darah juga dapat menyebabkan aliran darah ke otak atau telinga bagian dalam tidak memadai. 

Penyebab Kepala Sering Pusing lainnya 

gangguan kecemasan via merahmuda.com
  • Penyakit Saraf. Beberapa gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan secara progresif. 
  • Obat-obatan. Pusing bisa menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu – seperti obat anti-kejan , antidepresan, dan obat penenang. Obat darah tinggi yang dapat menurunkan tekanan darah dapat menyebabkan pusing bahkan pingsan jika menyebabkan tekanan darah turun drastis. 
  • Gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan tertentu dapat menyebabkan kepala seperti melayang atau perasaan sering pusing. Gangguan yang dimaksud diantaranya serangan panik dan fobia. 
  • Kekurangan zat besi (anemia). Seseorang yang kurang darah (anemia) sering kali mengeluhkan kepala pusing. Di samping itu gejala lain yang sering menyertai antara lain kelelahan, kelemahan dan kulit pucat. 
  • Gula darah rendah (hipoglikemia). Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dengan diabetes yang menggunakan terapi insulin. Pusing yang terjadi di sini bisa disertai dengan banyak keringat dan kecemasan. 
  • Overheating dan dehidrasi. Jika Anda aktif di bawah terik matahari dengan cuaca panas, sedangkan Anda tidak minum cukup cairan, maka pusing akibat overheating (hipertermia) atau dehidrasi dapat terjadi.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan untuk menatasi gangguan ini dapat dilihat dari jenis gejala yang ditimbulkan, seperti :

1. Terapi fisik posisi kepala (canalith reposisi) yang biasanya akan memperoleh hasil yang efektif setelah 1 hingga 2 kali perawatan. Terapi ini biasanya diterapkan pada penderita pusing yang diakibatkan oleh Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV).

2. Latihan keseimbangan (rehabilitasi vestibular) yang digunakan untuk mengobati neuronitis vestibular akut atau labyrinthitis.Prosedur ini dilakukan untuk mengobati pusing akibat kondisi telinga bagian dalam.

3. Mengurangi retensi cairan tubuh serta diet rendah garam dengan penggunaan obat-obatan diuretik untuk mengatasi pusing yang disebabkan oleh penyakit meniere.

4. Prosedur psikoterapi untuk mengatasi gangguan kecemasan yang menjadi salah satu penyebab pusing.

Pencegahan

Beberapa cara dapat mencegah timbulnya rasa pusing, diantaranya adalah :
  • Bangun secara perlahan dari tempat tidur atau kursi.
  • Duduk di tepi tempat tidur selama beberapa menit sebelum berdiri.
  • Duduk atau berdiri perlahan untuk menghindari perubahan mendadak dalam aliran darah ke kepala.
  • Mengurangi resiko terjatuh

Agar terhindar dari kepala sering pusing, pastikan untuk menerapkan pola hidup sehat, miliki istirahat cukup, olahraga cukup dan penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh.
Top