Jangan Langsung Menghujat, Ini Alasan BPJS Taklagi Tanggung Obat Kanker Trastuzumab

Komentar

Keluarga pasien kanker payudara berencana menggugat BPJS dilansir dari facebook.com

Heboh pasien gugat BPJS karena obat tak lagi dijamin...

Jangan salah artikan loh ya, yang tidak dijamin BPJS itu jenis obatnya, bukan penanganan sakitnya.

Bukan karena harganya obat yang sampai 25juta, tapi karena ini.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengakui tak lagi menjamin obat kanker Trastuzumab dari daftar obat yang dijamin lembaga tersebut sejak 1 April 2018.

Dilansir dari cnnindonesia, Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat menyebut tidak dijaminnya jenis obat tersebut sudah sesuai dengan Keputusan Dewan Pertimbangan Klinis.

Keputusan tersebut menyebut obat Trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi.

Seiring tak lagi dijaminnya obat tersebut, dokter penanggung jawab pasien nantinya, menurut dia, akan memilih obat lain untuk terapi kanker payudara yang sesuai dengan pertimbangan kondisi klinis pasien.

"Dikeluarkannya obat Trastuzumab dari paket manfaat JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat) karena masih banyak pilihan obat lain yang tercantum dalam formularium nasional," ujar Nopi, Selasa (17/7).

Kendati demikian, peserta yang masih menjalani terapi obat tersebut dengan peresepan protokol terapi obat sebelum 1 April 2018 akan tetap dijamin BPJS Kesehatan hingga siklus pengobatannya selesai sesuai dengan peresepan maksimal formularium nasional

"Bukan pertimbangan utama (penghematan anggaran). Pertimbangan utama adalah komitmen BPJS Kesehatan memastikan peserta JKN-KIS memperoleh manfaat jaminan sesuai dengan kebutuhan medis dan efektivitas pelayanan," jelas dia.

"Prinsipnya kendala mutu dan biaya. Obat transplantasi ginjal, by pass jantung itu mahal, tapi tetap ada," tegasnya

BACA JUGA: Tubuh Anak Denada Digerogoti Leukimia! Dear Orangtua, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Dibandrol dengan harga 25 juta rupiah untuk satu sesi terapi target kanker payudara, biaya sebesar itu memang dirasa sangat berat bagi para pasien kanker payudara.

Namun, bukan karena biaya yang menjadi alasan utama BPJS Kesehatan menghapus trastuzumab dari jaminannya. Itu dikarenakan obat tersebut sudah diuji keefektifannya untuk pasien kanker payudara.

"Obat itu memang katastropik atau yang butuh biaya besar, kalau diasosiasikan ke biaya tentu besar. Tapi kembali lagi ke penjaminan mutu," tandasnya.

Ia pun menegaskan, dalam memberikan penjaminan pelayanan kesehatan, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Kementerian Kesehatan juga Dewan Pertimbangan Klinis dan Tim Kendali Mutu dan Biaya.
Top