Apa itu Hipotensi, Penyakit yang Tak Kalah Menyeramkan Dibanding Darah Tinggi

Komentar

hipotensi via petunjuksehat.com

Pingsan saat ganti posisi mendadak seperti bangun setelah posisi duduk atau jongkok? Nampaknya gejala ini seperti penyakit umum atau sakit kepala biasa, namun jangan sepelekan karena bisa jadi Anda mengalami gejala tekanan darah rendah (hipotensi).

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.

Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah bahkan kehilangan kesadaran.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90.

Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90 maka orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.

Baca Juga : Ciri Orang yang Memiliki Tensi Rendah dan Penyebabnya

Jenis-Jenis Hipotensi 

1. Hipotensi Postural (Postural Hypnotension)

Pada jenis hipotensi ini, tekanan darah mungkin turun mendadak karena perubahan posisi tubuh, biasanya saat sedang berdiri dari posisi duduk atau dari posisi berbaring.

Orang yang mengalami perasaan seperti mau pingsan, pusing dan pandangan kabur setiap kali ia berdiri dari posisi duduk atau dari posisi berbaring, mungkin mengalami hipotensi postural.

Biasanya tubuh mengkompensasi penarikan darah ke arah bawah karena gaya gravitasi dengan cara meningkatkan laju detak jantung untuk memastikan distribusi darah ke otak dalam jumlah cukup.

Pada hipotensi postural, tekanan darah turun karena jantung tidak memompa cukup darah sehingga terjadi kekurangan oksigen di otak yang menyebabkan timbulnya gejala rasa pusing bahkan pingsan.

2. Hipotensi Postprandial (Postprandial Hypotension)

Hipotensi postprandial adalah turunnya tekanan darah secara mendadak setelah mengkonsumsi makanan. Setelah makan, darah mengalir cepat ke saluran pencernaan dan untuk mengkompensasi penurunan mendadak dalam pembuluh, laju detak jantung meningkat dan beberapa pembuluh darah menyempit.

Ini merupakan respon yang otomatis namun bagi sebagian orang dengan kelainan syarat tertentu seperti para penderita penyakit Parkinson, tubuhnya tidak dapat segera mengatasi aliran darah mendadak ke perut. Akibatnya orang tersebut akan mengalami pusing dan kadang-kadang pingsan.

Seseorang yang mengalami hipotensi postprandial harus makan makanan dalam porsi-porsi yang sedikit supaya tidak memicu terjadinya penurunan tekanan darah secara mendadak.

Kadang-kadang pengobatan hipertensi juga dapat menyebabkan hipotensi postprandial, sehingga dosis obat hipertensi perlu dikurangi agar kondisi tubuh membaik.

3. Hipotensi Karena Syaraf  (Neurally Mediated Hypotension)

Dalam kondisi normal, jika anda berdiri atau berjalan selama jangka waktu tertentu, gaya gravitasi menarik darah ke ujung-ujung bagian bawah tubuh anda yang menyebabkan tekanan darah turun.

Tubuh mengkompensasinya dengan meningkatkan laju detak jantung dan memompa lebih banyak darah untuk mensuplai otak dan organ-organ lainnya.

Pada sebagian orang, suplai darah tidak dapat terpenuhi karena adanya masalah komunikasi pada sistem syaraf yang menyampaikan perintah dari otak kepada jantung sehingga jantung tidak segera meningkatkan laju detaknya dan terjadilah ketidakseimbangan sirkulasi darah dan menyebabkan pusing bahkan pingsan.

Jika anda sering mengalami hipotensi, hal ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyakit serius sehingga anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan.

Turunnya tekanan darah secara mendadak bukanlah kondisi yang baik bagi kesehatan dan dapat beresiko fatal sehingga perlu mendapat perhatian segera.

Apa yang menjadi penyebab terjadinya tekanan darah menjadi rendah?

berdiri terlalu lama via untan.ac.id
  • Berdiri terlalu lama
  • Dehidrasi
  • Minum obat yang menurunkan tekanan darah
  • Adanya efek dari masalah kesehatan lain yang dimiliki seperi ada infeksi yang parah, ada pendarahan di dalam saluran cerna, atau ada masalah dengan jantung
  • Trauma seperti perdarahan hebat atau luka bakar parah
  • Kondisi kehamilan, biasanya pada minggu ke-24 usia kehamilan tekanan darah cenderung menurun

Apa Saja Gejala Hipotensi? 

jantung terasa berdebar via hellosehat.com

Tidak semua orang dengan penyakit hipotensi akan merasakan gejala penyakit ini, dan pada umumnya penyakit ini juga tidak memerlukan perawatan khusus.

Akan tetapi, apabila tekanan darah rendah berlangsung terus – menerus, maka dapat menimbulkan beberapa gejala hipotensi seperti berikut ini :
  • jantung terasa berdebar 
  • badan terasa lemas. 
  • kepala terasa pusing. 
  • gangguan pada keseimbangan 
  • pandangan buram. 
  • kehilangan kesadaran atau pingsan. 

Apabila gejala hipotensi terasa jelas, sebaiknya segera duduk, minum segelas air putih, beristirahat dan menghentikan semua aktivitas yang sedang dikerjakan. Biasanya dalam beberapa saat gejala akan beragsur – angsur berkurang.

Apabila gejala – gejala tersebut sering berulang segeralah berobat ke dokter untuk mengukur tekanan darah dan memeriksakan diri anda terhadap kemungkinan penyakit tertentu yang menjadi penyebab hipotensi.

Bagaimana cara meningkatkan tekanan darah yang rendah?

Untuk mengatasi tekanan darah rendah, sebenarnya tergantung kembali berdasarkan apa penyebab yang melatarbelakanginya dan apa gejala apa yang muncul. Tujuan nya sama-sama untuk meningkatkan kembali tekanan darah menjadi normal.

1. Meningkatkan asupan cairan

Cairan dapat meningkatkan volume darah dan mencegah terjadinya dehidrasi, yang mana kedua hal ini sangat penting untuk penanganan hipotensi. Minum minimal 8 gelas per hari ditambah dengan makanan yang mengandung banyak air seperti sayur dan buah.

Lebih banyak cairan akan meningkatkan volume darah, dan peningkatan jumlah darah akan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah arteri.

2. Meningkatkan asupan natrium (garam)

Natrium merupakan mineral yang tersedia di dalam garam. Selain dalam garam, sayur, buah, dan minuman olahraga juga mengandung natrium yang bisa menjadi sumber asupan natrium bagi orang dengan hipotensi.

Makanan atau minuman yang mengandung natrium sebenarnya tersedia dalam berbagai sumber karena kebanyakan jenis makanan memang mengandung garam.

3. Hindari minuman beralkohol

Alkohol dapat memicu terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Semakin banyak cairan yang hilang dari tubuh, tekanan darah Anda juga akan semakin berkurang.


4. Periksa obat-obatan Anda

Obat-obatan tertentu memang bisa membuat tekanan darah Anda menurun. Jadi, perhatikan gejala tekanan darah turun khususnya setelah minum obat tertentu. Konsultasikan ke dokter mengenai konsumsi obat ini. Bila memang diperlukan, dokter akan menyesuaikan dosis atau jenis obatnya.

5. Hindari terlalu lama berdiri

Tidak berdiri terlalu lama dapat mencegah terjadinya tekanan darah menjadi semakin rendah yang dipengaruhi oleh kondisi syaraf. Ada beberapa orang yang mengalami tekanan darah rendah dengan jenis orthostatic hypotension.

Pada kondisi ini, orang tersebut ketika berdiri setidaknya 3 menit dapat mengalami penurunan tekanan darah sistol sebanyak 20 mmHg dan diastol 10 mmHg dibandingkan dengan tekanan darah mereka saat duduk atau berbaring. Sehingga, orang yang memiliki tekanan darah rendah dengan kondisi ini harus mengurangi aktivitas berdiri.

Nah, itulah informasi tentang penyakit hipotensi, semoga bermanfaat ya guys.
Top