Hati-hati! Tugasmu Mengingatkan, Bukan Menggunjing Dosa Orang Lain

Komentar

Sumber gambar ahmadchan.wordpress.com

Larangan mengejek orang yang berbuat dosa

Bedakan menasehati dan menjelekkan, Karena Rasulullah melarang mengejek orang yang berbuat dosa.

Kadang kita menggunjing jeleknya dosa orang lain, padahal diri kita sendiri penuh kekurangan. Seharusnya kita pandai bercermin, melihat kekurangan sendiri.

Sebagian wanita kadang berkomentar sinis pada tetangganya, “Idih, dandan menor-menor, nggak takut dosa apa.”

Sebagian kita lagi membicarakan kelakuan jelek tetangganya, “Itu loh tetangga kita, Beli kulkas baru, gelang baru, tv baru, padahal utang di Bank, benar-benar tak pernah puas dengan dunia.”


Sebelum membicarakan jelek saudaramu, coba pikirkan hadits ini.

Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” (HR. Tirmidzi no. 2505. Syaikh Al-Albani berkata bahwa hadits ini maudhu’).

BACA JUGA: Kalau Kamu Punya Saudara / Teman yang Selalu Merasa Benar, Share ini ke Mereka

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا

“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.” (Madarijus Salikin, 1: 176)

Melansir Rumaysho, ta’yir (menjelek-jelekkan) yang disebutkan dalam hadits berbeda dengan mengingkari kemungkaran, karena menjelek-jelekkan mengandung kesombongan (meremehkan orang lain) dan merasa diri telah bersih dari dosa.


Bedakan antara menasihati dengan menjelek-jelekkan.

Menasihat berarti ingin orang lain jadi baik.

Kalau menjelek-jelekkan ada unsur kesombongan dan merasa diri lebih baik dari orang lain.

Jangan sombong, sampai merasa bersih dari dosa atau tidak akan terjerumus pada dosa yang dilakukan saudaranya.

Terus introspeksi diri daripada terus membicarakan aib dan kekurangan saudara kita. Cobalah berusaha agar diri kita menjadi lebih baik.

Semoga menjadi nasehat yang baik buat kita semua dan penulis khususnya untuk lebih giat lagi memperbaiki diri.
Top