Bagaimana Mengatasi Gula Darah Tinggi? Lakukan Cara Berikut Ini!

Komentar

gula darah tinggi via rilitas.com

Kadar gula darah yang normal pada tubuh penting bagi kinerja dan kesehatan tubuh. Namun beda cerita jika kadarnya terlalu tinggi atau rendah. Gula darah tinggi atau hiperglikema adalah kondisi di mana kadar glukosa di dalam tubuh Anda mengalami peningkatan. Gula darah tinggi tidak hanya dimiliki oleh orang dengan diabetes saja. Orang yang sehat juga bisa mengalaminya. Gula darah yang tinggi bisa disebabkan banyak hal seperti stres atau makanan yang manis. Kenali tentang Gejala dan cara mengatasi gula darah tinggi.

Gula darah tinggi atau hiperglikema adalah kondisi di mana kadar glukosa di dalam tubuh Anda mengalami peningkatan. Kondisi ini umumnya memang dialami oleh mereka yang menderita diabetes, dan bisa berbahaya jika terjadi secara terus-menerus. Kenali gejala dan cara mengatasi gula darah tinggi sebelum terlambat.

Bagi penderita diabetes, kadar gula darah tinggi dapat disebabkan karena lupa mengonsumsi obat penurun glukosa atau menyuntikkan insulin. Selain itu, stress, terjadi infeksi, kurang berolahraga, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, atau melakukan aktivitas fisik yang cukup berat di saat tingkat insulin rendah juga dapat menjadi penyebab gula darah tinggi.

Meski hal ini wajar terjadi pada penderita diabetes, jangan meremehkan kadar gula darah Anda. Kadar gula darah tinggi yang dibiarkan dapat mengarah pada kondisi yang mengancam nyawa, yaitu ketoasidosis diabetik (kondisi di mana tubuh tidak bisa mengolah gula darah).

Siapa pun bisa mengalami gula darah tinggi, bahkan pada orang yang tidak menderita diabetes sekalipun. Di luar penderita diabetes, kondisi ini dapat terjadi pada mereka yang mengalami serangan jantung, menderita infeksi yang cukup parah, atau stroke.

Berbagai gejala dan tanda gula darah tinggi

Kondisi gula darah yang meningkat sudah pasti mengubah fungsi tubuh Anda saat itu. Berikut adalah berbagai tanda gula darah tinggi pada tubuh yang harus Anda ketahui:

1. Selalu merasa haus, namun sering buang air kecil

merasa haus via simpeltoh.blogspot.com

Hati-hati jika Anda selalu merasa haus meski telah minum banyak air. Rasa haus yang tak hilang adalah tanda gula darah tinggi yang paling sering terjadi. Hal ini diakibatkan karena fungsi ginjal Anda terganggu sesaat setelah tubuh tak mampu mengendalikan gula darah.

Cairan yang seharusnya diserap kembali oleh ginjal, justru keluar bersama gula. Kondisi ini pada akhirnya membuat Anda kekurangan cairan dan sering buang air kecil sekaligus.

2. Merasa kelelahan

merasa kelelahan via hellosehat.com

Gula adalah sumber utama energi di dalam tubuh. Jika gula darah tinggi, harusnya energi yang dimiliki tubuh semakin banyak. Namun pada kenyataannya gula darah yang tinggi tidak bisa diolah dengan baik dan mengganggu fungsi insulin, sehingga tubuh tidak mengolahnya dan akhirnya kekurangan energi. Kondisi itu yang membuat Anda menjadi cepat lelah.

3. Selalu lapar, tetapi berat badan malah turun

ilustrasi lapar via mycardioexpress.com

Meskipun telah makan banyak, tetap saja gula darah tidak diolah menjadi energi akibat terlalu banyak. Sel-sel tubuh Anda tidak mendapatkan makanan, sehingga Anda merasa terus lapar dan nafsu makan meningkat. Kondisi ini juga dapat membuat berat badan Anda turun secara tiba-tiba.

4. Penglihatan menjadi kabur


penglihatan kabur via ahlinyapenyakitmata.web.id

Tanda kadar gula darah tinggi lainnya adalah kemampuan melihat yang menurun. Jadi, saat gula darah meningkat, tubuh tak mampu membuat energi yang seharusnya dipakai untuk menjadi bahan bakar semua jaringan tubuh, termasuk sistem saraf. Dalam hal ini, jaringan saraf pada indera penglihatan juga dapat terganggu, akhirnya penglihatan Anda menjadi kabur.

5. Mulut kering

Mulut kering atau yang biasa disebut dengan xerostomia, merupakan tanda gula darah tinggi. Gula darah yang tinggi menyebabkan kelenjar air liur terganggu sehingga tidak menghasilkan air liur secara normal. Biasanya gejala yang juga dialami saat mengalami kondisi ini adalah nyeri dan sakit pada gusi serta gigi.

Bagaimana Mengatasi Gula Darah Tinggi? 

Gejala gula darah tinggi masih dalam tahap ringan, biasanya dapat dengan mudah ditangani. Bahkan terkadang tak perlu pengobatan khusus, karena gejala tersebut dapat hilang dengan sendirinya.

Lain cerita apabila gejalanya sudah dirasa cukup berat akibat kadar gula darah yang sudah amat tinggi.

Dalam kondisi ini terutama bagi penderita diabetes, pengobatan khusus sangatlah diperlukan. Karena apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka dapat menyebabkan komplikasi yang akan mengancam nyawa, seperti:

Ketoasidosis Diabetes (KAD). Suatu kondisi yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar keton dalam darah dan keasaman darah yang meningkat. Merupakan kedaruratan diabetes tipe I yang dapat menyebabkan koma dan kematian.

Status Hiposmolar Hiperglikemik (SHH). Dehidrasi berat akibat kadar gula darah yang sangat tinggi. Merupakan komplikasi akut pada diabetes tipe 2.

Berikut beberapa cara mengatasi dan mencegah gula darah tinggi: 

ilustrasi pola makan via 1health.id

  • Mengubah pola makan. Jangan berlebihan saat makan, berhentilah sebelum kenyang. Batasi/hindari makanan yang menyebabkan lonjakan kadar gula darah, seperti kue atau minuman manis dan hindarilah makanan pantangan penderita diabetes 
  • Perbanyak asupan cairan ke dalam tubuh. Cukupi kebutuhan minum air putih per harinya (8-10 gelas) atau tergantung aktivitas. 
  • Olahraga teratur. Olahraga ringan dan teratur seperti berjalan atau bersepeda dapat menurunkan kadar gula darah sekaligus membantu menurunkan berat badan. 
  • Untuk pengguna insulin, sesuaikan dosisnya. Jangan melewatkan atau menyalahi dosis yang telah dianjurkan dokter. 
  • Pantau kadar gula darah. Usahakan untuk rutin memantau kadar gula darah. Perhatikan apa saja yang menyebabkan gula darah meningkat. 


Memang keberadaan gula dalam tubuh sangat dibutuhkan sebagai sumber energi. Namun, bukan berarti kita dapat sesuka hati mengonsumsinya. Jika mengikuti saran dari Kementerian Kesehatan RI maka konsumsi gula per hari per orang yaitu, 50 gram (4 sendok makan).

Jadi, jagalah asupan gula per harinya demi menghindari melonjaknya kadar gula darah sekaligus meminimalisir resiko kesehatan.
Top