Masalah Gigi Geraham yang Sering Dialami Ketika Tumbuh

Komentar

gigi gerahan via kondisiumum.com

Gigi geraham (dari bahasa latin molaris dens) adalah tipe gigi yang ada pada mamalia. Manusia dewasa memiliki dua belas gigi geraham. Gigi ini terletak di bagian belakang mulut. Gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 18-20 tahun disebut gigi bungsu. Akan terasa sakit apabila tumbuh, karena gigi geraham mencari jalan untuk tumbuh ke atas sehingga merobek bagian gusi.

Setelah berusia 21 tahun, biasanya seseorang akan memiliki 32 gigi termasuk gigi geraham bungsu. Tumbuhnya gigi bungsu ini kerap menimbulkan masalah, salah satunya adalah rasa nyeri yang luar biasa. Gejala ini biasanya terjadi apabila sudah tidak adanya lagi ruang yang tersisa pada gusi yang bisa ditempati gigi bungsu.

Biasanya, potensi masalah arah tumbuh gigi bungsu yang dapat menimbulkan kerusakan. Kenali beragam masalah gigi geraham bungsu yang mungkin muncul dan cara mengatasinya, agar kita tidak kaget ketika mengalaminya.

Penyebab Gigi Geraham Bungsu Tumbuh di usia dewasa

ilustrasi gigi geraham tumbuh via centerpointdentalgroup.com

Gigi geraham bungsu atau gigi molar ketiga biasa tumbuh dalam rentang umur 17-24 tahun. Jika gigi ini tumbuh miring maka muncul gejala bengkak, nyeri, atau bahkan demam. Terlebih jika gigi ini menusuk gusi, rasanya akan menjadi sangat nyeri. Gigi geraham bungsu akan tumbuh di empat bagian rahang, yaitu kanan atas belakang, kiri atas belakang, kanan bawah belakang, dan kiri bawah belakang.

Tidak ada cara mencegah gigi geraham bungsu ini untuk tidak tumbuh miring. Pertumbuhan gigi ini bersifat alamiah dan tergantung benih giginya. Jika benihnya bagus maka gigi tersebut akan tumbuh lurus. Maka saat gigi ini tumbuh berpotensi sangat besar untuk sakit.

Gigi geraham bungsu pertama Anda biasanya akan muncul saat Anda berusia 6 tahun, sedangkan gigi geraham bungsu ke dua muncul saat Anda berumur 12 tahun. Gigi geraham Anda yang terakhir ini atau biasa yang disebut dengan gigi bungsu sebenarnya tumbuh pada saat Anda berusia sekitar 10 tahun.

Namun gigi ini tidak bisa muncul seperti gigi geraham yang lain karena memiliki pertumbuhan berbeda dengan yang lain, hal ini disebabkan oleh ruang yang tidak cukup di dalam rahang Anda. Tidak ada lagi ruang yang tersisa pada gusi yang bisa ditempati gigi geraham bungsu inilah yang menyebabkan gigi bungsu baru muncul (di beberapa orang) pada rentang usia 17 sampai 25 tahun, meskipun banyak kemungkinannya tidak muncul di usia 25 tahun.

Karena bentuk rahang manusia yang berbeda-beda, hal ini yang menyebabkan pertumbuhan gigi geraham bungsu setiap orang berbeda. Gigi bungsu ini sering terhalang oleh gigi geraham lain yang sudah muncul jika rahang Anda tidak memiliki ruang yang cukup untuk gigi geraham bungsu.

Masalah Gigi Geraham yang Sering Dialami Ketika Tumbuh

ilustrasi masalah gigi geraham bungsu via hellosehat.com

Berikut ini adalah beberapa masalah gigi geraham yang mungkin Anda alami, dan cara mengatasinya.

1. Gigi geraham bungsu bernanah

Gigi geraham bungsu tidak luput dari masalah gigi bernanah atau abses gigi, yang tidak kalah sakitnya dengan gigi di bagian lain. Gigi bernanah biasanya disebabkan oleh beragam hal, misalnya saja Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan manis atau kurang melakukan perawatan gigi. Kalau sudah bernanah, tidak hanya sakit yang bisa muncul, tapi juga komplikasi yang muncul bersamanya. Nanah bisa menyebar ke area lain seperti rahang, leher, kepala atau tempat lainnya. Bahkan pada tahap paling parah, dapat mengancam nyawa jika menyebabkan infeksi darah atau sepsis. Gigi bernanah disebabkan oleh munculnya kantong nanah akibat infeksi bakteri pada pulpa gigi (jaringan akar gigi) di mana terdapat pembuluh darah, jaringan saraf gigi, dan jaringan ikat.

Guna mengatasi infeksi yang terjadi pada gigi bernanah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya saja, melakukan perawatan akar gigi, pengeringan nanah, pemberian antibiotik untuk atasi infeksi, atau bahkan pencabutan gigi. Pengobatan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi gigi Anda. Oleh karena itu, penting untuk melakukan konsultasi atau memeriksakan kondisi kesehatan gigi Anda ketika terjadi masalah.

2. Gigi geraham bungsu impaksi

Masalah gigi geraham selanjutnya adalah impaksi. Impaksi sebenarnya bisa terjadi pada bagian gigi lainnya. Namun, karena gigi geraham merupakan bagian dari gigi yang tumbuh terakhir, maka kasus impaksi lebih sering terjadi pada gigi geraham. Khususnya gigi geraham bungsu. Impaksi terjadi ketika gigi tidak tumbuh dengan sempurna, karena adanya penghalang dari gigi lainnya. Impaksi juga bisa terjadi karena adanya ketidakcocokan antara ukuran rahang dan ukuran gigi. Impaksi pada gigi geraham dapat menyebabkan gusi membengkak yang disertai rasa sakit. Hal ini terjadi karena pada gigi geraham bungsu yang mengalami impaksi, kuman dapat masuk ke dalam sehingga menyebabkan infeksi.

Mengatasi masalah gigi geraham atau geraham bungsu yang mengalami impaksi dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik, mengangkat gigi geraham bungsu, atau dengan melakukan operasi pada bagian gusi.

3. Gigi geraham bungsu patah

Meski berada di paling belakang, bukan berarti gigi geraham bungsu dapat luput dari masalah gigi patah. Gigi patah biasanya terjadi pada gigi yang memang sudah mengalami kerusakan, misalnya saja keropos. Jika gigi geraham Anda patah, jangan panik. Jika Anda bisa segera pergi ke dokter gigi, Anda disarankan untuk menyimpan patahan gigi geraham di dalam susu. Pada kondisi tertentu, dokter memiliki kemungkinan untuk dapat menempelkannya kembali. Tapi hal ini tentu tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi.

Gigi geraham sangat penting fungsinya untuk mengunyah dan menggiling makanan. Jika Anda mengalami masalah dengan geraham, jangan ragu untuk segera mengonsultasikan dengan dokter. Rajin menggosok gigi dan berkumur akan membantu kesehatan gigi secara keseluruhan dan mencerahkan senyum Anda.

Demikian penjelasan mengenai gigi geraham. Semoga artikel ini bermanfaat
Top