GERD adalah Penyakit Lambung yang Wajib Diwaspadai, Ketahui Gejalanya Berikut

Komentar

gerd adalah via  pinterest.com

Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease /GERD adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus.

Biasanya, nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik (regurgitasi). Selain itu, batuk kering dan sulit menelan juga dialami penderita. Dari hasil survei yang kami lakukan melalui media sosial dengan menggunakan kuesioner GERD (GERD-Q), terungkap bahwa antara 20 sampai 30 persen responden kemungkinan mengalami GERD.

Sebagai salah satu penyakit saluran cerna yang paling umum di dunia. Belum banyak orang Indonesia yang mengetahui tentang GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Umumnya penyakit yang berkaitan dengan asam lambung selalu dikira sebagai dyspepsia atau maag. Padahal GERD adalah penyakit kronik yang bisa mengakibatkan kanker kerongkongan atau kanker lambung.

Penyebab GERD adalah?

ilustrasi penyebab gerd via herbalhalaltasik.com

GERD disebabkan karena kelemahan atau kegagalan relaksasi dari cincin yang bertugas mengatur proses buka-tutup pintu/klep yang menghubungkan esofagus bawah dengan lambung. Kelemahan dari sfingter ini bisa terjadi dengan sendirinya pada wanita hamil atau orang yang obesitas.

Selain itu mereka yang menderita asma, diabetes, skleroderma, dan penyakit hiatus hernia juga rentan terkena GERD. Beberapa makanan juga dicurigai dapat memicu GERD. Antara lain kopi, alkohol, cokelat, makanan yang digoreng, saus tomat, bawang putih dan bawang merah.

Hal lain yang juga dapat meningkatkan risiko GERD adalah kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang –baik secara sadar maupun tidak. Seperti merokok dan kebiasaan mengosumsi makanan dalam waktu tiga jam sebelum tidur.

Obat GERD adalah?

Obat yang diperlukan untuk GERD adalah pentralisir asam lambung, mengurangi produksi asal lambung, menguatkan sfinkter, dan mengobati kerusakan lapisan saluran cerna akibat asam lambung.


ilustrasi obat gerd via rahasiaherbal.com

Berikut obat-obat yang dimaksud:

1. Antasida 

Terkenal sebagai obat maag karena sangat banyak tersedia di pasaran maupun iklan di TV. Obat ini berfungsi menetralisir asam lambung, tersedia dalam bentuk sirup dan tablet. contohnya antasida doen, promag, mylanta, dsb.

2. H2 Receptor Blocker 

Obat GERD ini berfungsi mengurangi produksi asam lambung. Contohnya cimetidine, famotidine, nizatidine, dan ranitidine. Mungkin obat ini bekerja tidak secepat antasida, tetapi dapat memberikan bantuan yang lebih lama dan dapat menurunkan produksi asam lambung hingga 12 jam.

3. Inhibitor pompa proton 

Blocker kuat terhadap produksi asam daripada H-2-receptor blocker dan memberikan waktu bagi jaringan esofagus yang rusak untuk memperbaiki diri. Cohtoh obatnya: lansoprazole dan omeprazole.

4. Penguat Sfingter 

Obat untuk memperkuat sfingter esofagus bagian bawah yaitu Baclofen yang dapat menurunkan frekuensi relaksasi dari sfingter esofagus bagian bawah dan karena itu dapat menurunkan gastroesophageal reflux.

Perubahan Gaya Hidup bagi Penderita GERD 

ilustrasi makanan penderita gerd via city-concrete.blogspot.com

Selain Obat GERD diatas diperlukan juga pengubahan gaya hidup untuk mengurangi penyakit GERD, antara lain:
  • Berat Badan Ideal. Usahkan berat badan pada taraf ideal, karena obesitas atau kegemukan akan memperburuk penyakit GERD. Hal ini karena lemak pada perut akan menambah tekanan pada lambung. 
  • Hindari Pakaian ketat. Pakaian yang ketak disekitar perut atau pinggang berpotensi menekan lambung sehingga dapat memperburuk gejala GERD. 
  • Hindari makanan dan minuman Pemicu. Setiap orang memiliki pemicu GERD tertentu. Pemicu yang paling sering yaitu lemak atau makanan yang digoreng, saus tomat, alkohol, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, dan kafein (kopi) yang dapat membuat gejala penyakit GERD menjadi lebih buruk. 
  • Makan Porsi Kecil. Hindari makan dalam jumlah yang berlebihan atau sekaligus banyak. 
  • Jangan Berbaring Setelah Makan. Tunggu setidaknya 3 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur. 
  • Jangan merokok. Merokok dapat mengurangi kemampuan sphincter esofagus bagian bawah untuk berfungsi dengan baik.

Demikian sekadar informasi mengenai penyakit GERD. Ternyata nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh sakit jantung, sedangkan serangan jantung tidak selalu didahului oleh sakit dada karena ternyata nyeri ulu hati bisa merupakan gejala awal serangan jantung. Mudah-mudahanan kita semua selalu diberi kesempatan untuk hidup sehat. Amin.
Top