Kenali Gejala Kurang Darah Berikut ini! Siapa Tahu Kamu Mengalaminya

Komentar
gejala kurang darah via tipskesehatan.today

Gejala kurang darah kerap kali dianggap remeh. Banyak yang berpendapat bahwa kurang darah hanyalah suatu penyakit yang biasa saja. Namun semua asumsi itu sebenarnya salah besar!! Kurang darah atau yang lebih dikenal anemia ini sangatlah berbahaya jika dibiarkan berlangsung sekian lama.

Kurang darah akut dapat menyebabkan kerusakan jantung dan ginjal. Itulah sebabnya jika tubuh merasakan gejala kurang darah sebaiknya segera konsultasi ke dokter atau mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi penambah darah seperti asam folat, zat besi serta vitamin B12.

Ketika kadar sel darah merah atau hemoglobin di tubuh berada di bawah normal, seseorang kerap merasa lelah. Hal ini disebut dengan kondisi kurang darah. Istilah lainnya adalah anemia. Jenis anemia yang paling umum terjadi adalah anemia defisiensi besi. Terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi yang diperlukan dalam membentuk hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sayangnya banyak orang yang masih belum memahami tanda-tanda kurang darah sehingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami kondisi ini. Akibatnya, tanpa disadari produktivitas di dalam pekerjaan menjadi menurun.

Selain kelelahan dan tampak pucat, sakit kepala, pusing, dan jantung berdebar-debar adalah tanda-tanda umum yang terjadi bila Anda kekurangan darah. Namun ternyata, ada juga tanda-tanda kurang darah yang jarang diketahui secara umum, yaitu:

1. Kurang Konsentrasi

Kurang darah menyebabkan asupan oksigen ke seluruh tubuh terhambat. Jika asupan oksigen ke otak juga ikut terhambat maka akan menyebabkan sulit berkonsentrasi. Otak akan kesulitan fokus pada satu hal dan banyak hal.

Jika hal kurang darah terjadi pada remaja usia sekolah tentunya sangat menghambat kegiatan belajar-mengajar yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

2. Kelelahan dan Hilangnya Energi 

ilustrasi kelelahan via hellosehat.com

Kelelahan menjadi gejala kurang darah yang paling umum. Agak sulit memang untuk menentukan apakah kita mengalami anemia atau tidak jika hanya melihat gejala yang satu ini saja. Ya, karena memang ada banyak faktor yang menyebabkan badan kita terasa lemas dan lesu.

Maka akan lebih baik jika memang Anda merasakan kelelahan yang berbeda dari biasanya, segera saja kunjungi dokter dan tingkatkanlah asupan zat besi serta vitamin C dan vitamin B12 yang bersumber dari daging merah, sayuran, buah-buahan atau multivitamin.

Karena pada umumnya anemia disebabkan oleh defisiensi zat besi dan defisiensi vitamin B12 yang dapat menyebabkan kelelahan ekstrem akibat rendahnya hemoglobin.

3. Sakit Kepala

ilustrasi sakit kepala via pexels.com

Sakit kepala juga akan sering dirasakan penderita darah rendah. Asupan oksigen ke kepala yang kurang akan membuat rasa nyeri yang tak tertahan kan pada bagian kepala. Sakit kepala yang terjadi terus menerus tentunya akan mengganggu aktivitas anda sehari-hari bukan?

Untuk itu mengkonsumsi makanan dengan nutrisi penambah darah sangat penting seperti kandungan asam folat, zat besi, serta vitamin  B12 yang bisa anda dapatkan dari bayam, daging tanpa lemak dan masih banyak lagi yang lainnya.

4. Pusing

illustrasi pusing via winnetnews.com

Pusing atau perasaan yang seakan-akan mau pingsan sering dikaitkan dengan anemia stadium awal dan seringkali menjadi petunjuk pertama dokter dalam mendiagnosa pasiennya yang mengalami anemia.  Ya meskipun pusing juga terkait dengan gangguan otak, masalah penglihatan, gangguan telinga bagian dalam (vertigo), dan bahkan sistem gastrointestinal.

Namun, bagi mereka yang mengalami anemia, yang ditandai dari berkurangnya jumlah sel darah merah atau hemoglobin, pusing juga cukup umum terjadi. Anemia terjadi karena adanya penurunan produksi sel darah merah atau hemoglobin, yang bertanggung jawab untuk transportasi oksigen darah ke berbagai jaringan dan organ-organ penting dalam tubuh.

Bila darah tidak dapat memberikan suplai oksigen yang sesuai kebutuhan ke seluruh anggota tubuh, maka si penderita akan menunjukkan tanda kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, kelemahan otot, peningkatan denyut jantung, kulit pucat, sesak napas, dan pusing atau perasaan ingin pingsan, bahkan kejang-kejang pun bisa saja terjadi

5. Kulit Pucat

ilustrasi kulit pucat via tipssehat-tiaphari.blogspot.com
Kulit pucat merupakan gejala kurang darah lainnya. Dimana kondisi ini biasanya mengindikasikan adanya penurunan aliran darah ataupun produksi sel darah merah yang rendah. Pada pasien dengan anemia akut yang diakibatkan oleh luka akibat kecelakaan atau operasi, biasanya tidak menunjukkan gejala kulit pucat.

Lain halnya dengan pasien yang mengalami anemia kronis, biasanya mereka akan menunjukkan gejala ini. Anemia kronis dapat terjadi karena serangkaian kondisi kesehatan, seperti hipotiroidisme (hormon tiroid yang tidak adekuat), gagal ginjal kronis, dan kanker tulang. Jika tiba-tiba Anda mengalami kulit pucat, segera pergi ke dokter agar dilakukan pengecekan untuk memastikan apakah memang merupakan indikasi anemia atau kondisi lainnya.

6. Ujung Jari Berwarna Pucat Ketika Ditekan

Untuk yang memiliki darah normal ketika anda memencet ujung jari maka akan tetap berwarna merah. Namun ketika anda menekan ujung jari seseorang yang kekurangan darah maka akan berubah menjadi putih.

7. Meningkatnya Detak Jantung

ilustrasi jantung via aliceandlouisecater.com

Gejala kurang darah
selanjutnya ditandai dengan meningkatnya detak jantung. Menurut penelitian dari National Heart Lung and Blood Institute (NHLBI), anemia ternyata dapat memberatkan atau membebani sistem kardiovaskular (jantung). Mengapa? karena ketika Anda mengalami anemia maka tubuh pun otomatis akan kekurangan oksigen akibat dari rendahnya kadar hemoglobin.

Penurunan pengiriman oksigen ke tubuh secara dramatis ini akan memengaruhi sistem kardiovaskular dan jaringan otot terkait. Lebih bahaya lagi, apabila pengiriman oksigen yang tidak memadai oleh sistem kardiovaskular ini terjadi dalam jangka panjang, maka akan menyebabkan kerusakan organ seperti otak dan jantung. Oleh karena itu, jangan sekali-kali meremehkan anemia ya.

8. Sesak Napas

Asupan oksigen yang terhambat akibat kurangnya jumlah darah di dalam tubuh akan menyebabkan sesak napas. Sesak napas ini akibat dari paru-paru yang kekurangan sel darah merah pengangkut oksigen sehingga paru-paru akan kesulitan bekerja.

Sesak napas akan semakin parah ketika aktivitas fisik anda meningkat. Apalagi jika anda melakukan aktivitas mendaki gunung. Jika hal ini dibiarkan berlangsung lama akan menyebabkan kerusakan paru-paru.

9. Mata Berkunang-kunang

Gejala yang paling mudah dilihat dari penderita kurang darah adalah mata berkunang-kunang. Mata berkunang-kunang bisa membuat dunia seolah gelap dan anda bisa kehilangan keseimbangan.

10. Menurunnya Sistem Imun

Penderita kurang darah akan mengalami penurunan sistem imun. Kurangnya asupan oksigen akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh juga terganggu sehingga tubuh akan mudah terserang penyakit.

Oleh sebab itu tingkatkan kadar darah merah dalam tubuh anda agar sistem imun juga meningkat dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi. Seperti jenis kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan serta daging.

Demikianlah beberapa gejala kurang darah yang kerap menyerang seseorang yang kekurangan nutrisi. Sebaiknya anda mewaspadai gejala kurang darah agar tidak menyebabkan kerusakan organ tubuh yang lebih serius lagi.
Top