Tubuh Sering Lemah Pertanda Gejala HIV? Bisa Jadi, Tapi ada Fase Berikut ini

Komentar

gejala hiv via medicalnewstoday.com

Virus HIV yang menginfeksi seseorang tidak serta-merta langsung menimbulkan gejala HIV berat. Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Perlu waktu yang cukup lama hingga infeksi HIV bisa terdeteksi.

Waspadalah terhadap gejala HIV yang tanpa kita sadari sering kali mirip dengan penyakit umum yang sering kita alami. Untuk itu, deteksi dini mengenai gejala HIV penting dilakukan.

Gejala Awal HIV

Biasanya gejala awal HIV mirip dengan gejala flu. Berikut ada beberapa gejala HIV yang secara umum menandai infeksi virus di tahap awal:
  1. Sakit kepala
  2. Demam
  3. Kelelahan terus menerus
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Sakit tenggorokan
  6. Ruam pada kulit
  7. Nyeri pada otot dan sendi
  8. Luka pada mulut
  9. Luka pada organ intim
  10. Sering berkeringat di malam hari
  11. Diare
Gejala awal HIV umumnya timbul dalam waktu 1 sampai 2 bulan setelah terinfeksi. Bahkan menurut US Department of Health and Human Services, pada sebagian orang dapat terlihat pada dua minggu awal setelah terpapar. Namun, gejala awal ini tidak ditunjukkan pada semua orang. Ada beberapa orang yang justru tidak menunjukkan tanda-tanda ini, tetapi ternyata terinfeksi HIV. Itu sebabnya pengujian terhadap virus HIV sangat penting dilakukan.

Fase infeksi HIV

ilustrasi gambar via sciencemag.org

Fase pertama

Dikenal juga sebagai infeksi HIV primer atau disebut juga sindrom retroviral akut. Pada tahap ini, kebanyakan orang mengalami gejala mirip flu. Gejalanya juga sering kali mirip dengan infeksi saluran cerna atau saluran pernapasan.

Fase kedua

Ini adalah tahap laten klinis. Virus menjadi kurang aktif, meski masih dalam tubuh Anda. Anda tidak mengalami gejala apapun saat virus berkembang. Periode latensi ini bisa bertahan satu dekade atau lebih. Dalam periode laten yang bisa berlangsung hingga sepuluh tahun ini banyak orang tidak menunjukkan gejala apapun. Tahap inilah yang patut diwaspadai karena virus akan terus berkembang tanpa disadari.

Fase terakhir HIV

Fase terakhir HIV adalah AIDS. Di fase akhir ini, sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan parah dan rentan terhadap infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik ialah infeksi yang menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.

Ketika HIV sudah berkembang menjadi AIDS, gejala seperti mual, muntah, kelelahan, dan demam baru bisa terlihat. Selain itu, penurunan berat badan, infeksi kuku, sakit kepala serta sering berkeringat di malah hari juga menandai AIDS pada tahapan awal.

Seberapa penting melakukan tes HIV?

Mengajukan tes HIV sangat penting karena orang yang terinfeksi HIV tetapi tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak menyadari bahwa dia terinfeksi akan dengan mudah menularkan virusnya pada orang lain. Misalnya melalui darah dan air liur.

Melakukan tes HIV merupakan satu-satunya cara untuk menentukan apakah Anda positif terinfeksi atau tidak. Jika Anda merasa aktif secara seksual, pernah menggunakan jarum suntik secara bersamaan, atau faktor lainnya yang membuat Anda terpikir bahwa Anda terinfeksi virus ini, maka lakukan tes HIV demi melindungi diri dan orang lain.

Didiagnosis HIV bukanlah “hukuman mati”

ilustrasi gambar via hellosehat.com

Penderita HIV memerlukan pengobatan dengan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV dalam tubuh agar tidak masuk fase akhir, yakni AIDS. Pengobatan ini terbukti mempunyai peran dalam pencegahan penularan HIV karena mencegah replikasi virus yang secara bertahap menurunkan jumlah virus dalam darah.

Penting juga untuk disadari bahwa penurunan jumlah virus dengan terapi ARV harus disertai dengan perubahan perilaku berisiko misalnya pengendalian perilaku seks dan menghentikan penggunaan jarum suntik secara bersamaan serta penggunaan kondom.

Jika Anda atau orang terdekat terdeteksi HIV, segera konsultasikan ke dokter dan jangan panik karena dengan deteksi dini dan pengobatan ARV, virus HIV masih bisa dikendalikan.

Gejala HIV di atas belum tentu menjadi kepastian bahwa seseorang terinfeksi HIV. Sebaliknya, ada sebagian orang yang meski telah mengidap penyakit ini selama bertahun-tahun namun tetap tidak merasakan gejala HIV awal seperti di atas. Meski tidak muncul gejala, penderita tetap dapat menularkan virus HIV pada orang lain.
Top