Waspada, Gejala Hipertensi Seperti ini yang Selalu Menyerang Tiba-Tiba

Komentar

gejala hipertensi via ayundapangesti.blogspot.com

Hipertensi atau darah tinggi adalah penyakit yang menyerang banyak orang. Ciri-ciri orang gejala hipertensi bisa muncul dan menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Kenali gejala hipertensi berikut ini.

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah (arteri).

Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung.

Misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat, serta juga terkait daya tahan pembuluh darahnya.

Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG).

Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Sementara, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Perlu diketahui, tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat).

Berapa seharusnya tekanan darah normal? 

tekanan darah normal via cara-menyembuhkan .com

Memahami angka tekanan darah normal tidaklah mudah, terutama dengan istilah seperti “sistolik”, “diastolik”, dan “milimeter merkuri” (mmHg).

Namun, jika kita ingin menjaga tekanan darah tetap terkontrol, penting untuk mengetahui apa yang dianggap normal, dan kapan tekanan darah dikatakan terlalu tinggi alias hipertensi.

Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHG. Saat angka sistolik dan diastolik berada di kisaran ini, maka kita dapat disebut memiliki tekanan darah normal.

Seseorang baru disebut memiliki darah tinggi atau mengidap hipertensi jika hasil pembacaan tekanan darah menunjukkan 140/90 mmHG. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah.

Namun begitu, memiliki tekanan darah normal bukan berarti kita pantas bersantai. Saat angka sistolik berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya kita memiliki “prehipertensi”.

Meskipun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal. rang-orang yang sehat juga dianjurkan untuk melakukan langkah pencegahan untuk menjaga agar tekanan darah tetap berada di kisaran normal, sekaligus menghindari risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Apabila pembacaan tekanan darah kita berada di atas 180/110 mmHg, atau jika memiliki tekanan sistolik atau diastolik yang lebih tinggi dari angka ini, kita berisiko menghadapi masalah kesehatan yang sangat serius. Angka ini menunjukkan kondisi yang disebut krisis hipertensi.

Jika tekanan darah kita sampai setinggi ini, dokter biasanya akan mengukur kembali setelah beberapa menit. Jika masih sama tingginya, kita akan segera diberi obat darah tinggi darurat.

Gejala Hipertensi

Untuk itu, sangat penting mengenali gejala hipertensi sebelum penyakit ini menjadi semakin serius. Berikut adalah beberapa gejala hipertensi yang wajib diwaspadai, seperti dilansir oleh Boldsky (15/09).

1. Sakit kepala

Ketika tekanan darah berada di atas 180/110 mmHg, Anda bisa mengalami sakit kepala. Namun sakit kepala biasanya tak muncul pada kondisi hipertensi yang ringan. Sakit kepala yang terus-menerus adalah gejala hipertensi yang melonjak naik, keadaan yang lebih serius dari hipertensi ringan.

2. Mimisan

Mimisan juga merupakan tanda dari tekanan darah tinggi pada tahap awal. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami mimisan tiba-tiba dan sulit dihentikan, lebih baik segera temui dokter dan periksakan diri.

3. Titik darah pada mata

Jika Anda mendapati ada titik darah pada bola mata, sebaiknya waspadalah. Titik darah tersebut bisa jadi pembekuan darah akibat hipertensi. Ketika memeriksakan diri ke dokter, coba minta dokter untuk memeriksa tekanan darah Anda, sebelum menghilangkan titik darah pada mata.

4. Mati rasa

Mati rasa atau rasa kesemutan bisa menjadi tanda awal dari stroke yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah. Hipertensi yang tak segera dikontrol bisa menyebabkan kerusakan saraf yang memunculkan gejala ini!

5. Mual dan muntah

Tanda lain dari tekanan darah tinggi adalah mual dan muntah. Meski mual dan muntah bisa terkait dengan penyakit dan masalah kesehatan lainnya, namun ada yang membedakan jika mual dan muntah disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Biasanya seseorang juga akan mengalami pandangan yang kabur dan napas yang pendek-pendek.

6. Pusing

Rasa pusing disertai dengan kepala yang terasa ringan dan vertigo juga bisa menjadi gejala hipertensi. Gejala semacam ini tak boleh diabaikan, terutama jika muncul secara tiba-tiba. Sementara itu, rasa pusing dan vertigo yang disertai dengan kesulitan berjalan dan pingsan bisa menjadi gejala awal dari stroke.

Itulah beberapa gejala hipertensi yang sebaiknya diwaspadai. Jangan remehkan gejala hipertensi di atas, meski seringkali hampir mirip dengan gejala penyakit lain. Jika banyak mengalami gejala hipertensi tersebut, segera periksakan diri ke dokter.
Top