Fakta Mengejutkan di 2018, 15 Warga Gunung Kidul Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Komentar

Gambar ilustrasi dilansir dari kabarmekah.com

Sungguh miris...

Begitu mudahnya orang mengakiri hidupnya sendiri. Padahal dalam islam bunuh diri merupakan perbuatan yang dilarang, namun masih saja banyak yang nekat melakukan.

Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul, DIY cukup tinggi yang didominasi dengan cara gantung diri.

Tercatat ada 15 kasus gantung diri sampai dengan awal bulan Juli ini.

"Sampai hari ini sudah ada 15 kasus gantung diri di Gunungkidul," jelas Iptu Ngadino, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Senin (09/07), dikutip dari okezone.com.

Dari keterangan keluarga, banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan bunuh diri dengan gantung diri, mulai depresi karena mengidap penyakit hingga permasalahan keluarga sampai dengan ekonomi.

"Banyak faktornya dari penyakit sampai urusan keluarga," jelasnya.

Kasus bunuh dini terahir terjadi di Karanglor, Bejigarjo, Karangmojo. Seorang warga Partorejo ditemukan tewas di kamar mandi dengan leher terlilit tali plastik.

Awalnya ada anggota keluarga yang hendak mandi. Namun ketika sampai kakek ini sudah ditemukan kaku tergantung.

"Tidak ada tanda kekerasan dan penganiayaan," ujar Kompol Irianto Kapolsek Karangmnojo.

Pihak keluarga menduga, kasus gantung diri ini dilakukan oleh Mbah Partorejo karena selama ini menderita sakit nafas. Sudah beberapa tahun korban mengeluhkan sakit nafas tetapi tak kunjung sembuh.

Mirisnya banyak yang tidak mengetahui bahwa bunuh diri bukan mengakhiri kehidupan.

Yang terputus adalah kehidupan dunia, namun tak memikirkan di kehidupan akirat kelak.

Ketika menghadapi cobaan hidup, sebagian orang mengambil “jalan pintas” dengan cara bunuh diri. Padahal bunuh diri bukanlah solusi dan bukanlah jalan pintas, bahkan bunuh diri adalah dosa yang sangat besar dalam Islam.

Setiap masalah pasti ada jalan keluar, bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

BACA JUGA: Percayalah, Ujian yang Selalu Datang Itu Tanda Allah Sayang Padamu

Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluar, tidak ada ujian yang bersifat kekal.

Masih banyak jalan untuk memulai suatu kehidupan, masih ada sejuta harapan untuk mencapai segala impian.

Allah telah mempersiapkan penyelesaian disetiap permasalahan untuk bisa manusia manfaatkan, tidak hanya pada satu persoalan, dan tidak hanya pada satu tujuan.

Tinggal bagaimana kita mengikhtiarkan,dan seberapa besar kita mampu bersabar. Allah tidak akan membebani seseorang dari kalian, melainkan sesuai dengan kesanggupan dan kemampuannya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sangguo kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”.
(Q.S. Al baqoroh ayat 286).
Top