Orangtua Pikirkan 4 Bahaya ini Sebelum Menyekolahkan Anak Terlalu Dini

Komentar

Gambar ilustrasi diolah dari youtube.com

Pingin anak pintar sejak dini....???  Jangan maksa mereka sekolah sejak kecil lho ya....

Anak itu bukan ajang opsesi orang tua...

Berlomba-lomba menyekolahkan anak terlalu dini bukannya membuat anak pintar, malah berdampak buruk bagi pertumbuhan emosional mereka.

Musim ajaran baru sudah tiba, dimana orang tua disibukkan dengan persiapan menyekolahkan anak-anak mereka.

Di zaman sekarang, banyak orang tua yang berlomba-lomba menyekolahkan anaknya sedini mungkin, meskipun beberapa sekolah memiliki batasan umur untuk siswa baru.

Namun seringkali orang tua yang yang memaksakan anaknya untuk tetap masuk.

Padahal sebenarnya, hal tersebut tidaklah baik untuk mental sang anak.


Jika anak tetap dipaksakan bersekolah sedini mungkin, kemungkinan anak akan mengalami resiko seperti berikut ini:

1. Sulit Menyerap Pelajaran Sekolah

Salah satu resiko terlalu cepat menyekolahkan anak adalah kesulitan menyerap pelajaran. Mengapa?

Karena untuk belajar di sekolah, tidak hanya dibutuhkan kematangan akademik saja, melainkan juga dibutuhkan kematangan secara emosional. seperti dilansir dari ummi-online.com.

2. Sulit Bersosialisasi

Karena secara emosional anak belum matang. Ada banyak faktor yang dapat membuat anak menjadi sulit beradaptasi.

Misalnya, karena anak sulit belajar dia akan merasa tertinggal dengan teman-teman lainnya. Hal ini akan membuatnya merasa minder dari teman-temannya.

BACA JUGA: "Ayah aku ini kertas putih, hitam putihku tergantung dirimu" Buat Ayah yang Selalu Masabodoh

Atau karena dianggap lebih kecil dari yang lainnya, mereka bisa mendapatkan perlakuan ‘bullying’ dari teman-temannya yang lebih tua darinya.

3. Rentan Terkena ADHD

Anak yang terlalu cepat sekolah juga beresiko mengalami gangguan psikologis attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) alias sindrom hiperaktif.

Sebuah penelitian yang dilakukan Taipei Veterans Hospital di Taiwan mengungkapkan bahwa anak-anak memasuki kelas (sekolah) di bawah usia, rentan menderita ADHD.

Ini disebabkan karena kemampuan anak untuk dapat mengontrol perilakunya hanya dapat berkembang seiring pekembangan usianya.

Sehingga, di usianya yang dini anak akan sulit mengotrol perilakunya dan jika dipaksakan maka rentan terkena ADHD.

4. Memiliki Masalah Perilaku di Masa Depan

Anak yang terlalu cepat sekolah nantinya akan memiliki gangguan atau masalah perilaku. Mereka dituntut untuk cepat belajar, cepat berkembang dan dewasa sebelum waktunya, maka akan tiba masa di mana anak nantinya dapat memberontak.

Hal ini terjadi karena sebagian anak merasa masa kecil mereka telah direnggut dan kurang bahagia.

BACA JUGA: "Bukan Kerasnya Tangan Ayah, Bukan Sakitnya Cubitan Ibu" Ini yang Menghancurkan Anakmu

Ingatlah bahwa hampir seluruh hidup kanak-kanak memang dihabiskan untuk bermain puas, jangan sampai kita merenggutnya. Sebaiknya dampingi mereka.

Sebagai orang tua sebaiknya jangan hanya mengutamakan pendidikan secara akademik saja, tetapi utamakan juga pendidikan bagi emosional mereka.
Top